Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KEMI 1: Cinta Kebebasan yang Tersesat (Part 2)

Dokumen Pribadi


Moh. Rizal

    Cerita Rahmat berdebat dengan seorang Kyai sebelumnya, ternyata mendapat perhatian nasional, Ia menjadi terkenal serta sering muncul di acara-acara televisi. Rahmat yang semula hanya dianggap ancaman biasa oleh kelompok Roman, sekarang dianggap menjadi ancaman serius. Hal ini juga membuat Kemi semakin khawatir, Ia yang sudah mendapat tugas khusus untuk mengajak Rahmat bergabung sekarang merasa terpojokkan oleh situasi ini. 

    Aksi Rahmat berlanjut, Ia semakin tak gentar membongkar kebusukan kelompok-kelompok serupa yang gembar-gembornya adalah menciptakan suasana rukun antar umat beragama, tetapi dibaliknya hanya sebatas memenuhi kebutuhan duniawi. Semua mulai mendapat titik terang ketika Roman yakni senior kelompok paham liberalisme tersebut berurusan dengan pihak kepolisian. Roman ditangkap setelah kejadian Ia menyiksa Kemi dan Siti diketahui, Ia melakukan hal tersebut karena merasa kecewa karena Kemi dan Siti membawa orang yang salah. Kemi dan siti disiksa habis-habisan, mereka juga diracun sampai-sampai keduanya harus dilarikan ke rumah sakit.

    Ternyata selama ini informasi-informasi terkait jaringan liberal Roman yang Rahmat tahu, berasal salah satunya dari Siti. Siti membocorkan informasi tersebut karena Ia merasa dibohongi dan dimanfaatkan oleh kelompok tersebut selama ini, sampai akhirnya Ia mulai sadar serta di sisi lain juga Siti yang ternyata telah jatuh hati kepada Rahmat. Banyak pihak yang ternyata mendukung serta membantu perjuangan Rahmat selain dari pada Siti, diantaranya termasuk Kyai Rois serta santri-santrinya, ada Ahmad Petuah seorang pimpinan redaksi surat kabar, serta Tawakal yang merupakan seorang polisi dan juga merupakan santri dari Kyai Rois.

    Siti yang sudah pulih memutuskan bertaubat dan kembali ke pesantren milik keluarganya, Ia kembali mau mengabdikan dirinya untuk pesantren dan perjuangan melawan jaringan liberal. Tetapi di sisi lain, Kemi harus koma dan kehilangan sebagian memorinya, yang membuat hidupnya terasa tidak lagi normal.

    Cerita pada novel Kemi: Cinta Kebebasan yang Tersesat berakhir sampai disini, tetapi akibat aksi-aksi yang telah dilakukan oleh Rahmat, ternyata ada pihak-pihak lain yang merasa terganggu. Mereka adalah jaringan yang selama ini mendanai kegiatan yang kelompok Roman kerjakan. Lalu, penderitaan Kemi juga tak berakhir sampai disitu, setelahnya dia menjadi masih rebutan jaringan liberalisme dengan kelompok Kyai Rois dan Rahmat. Kelanjutan cerita Kemi akan penulis bahasa di ulasan selanjutnya tentang seri ke-2 novel Kemi.

    Penulis sangat merekomendasikan untuk membaca novel ini, karena dari tagline-nya saja “bukan novel biasa”, dan terbukti di dalamnya sangat luar biasa. Banyak perdebatan-perdebatan antara kelompok liberalisme, feminisme dengan kelompok yang berseberangan dengannya yang seru untuk dipahami, karena untuk pembaca pemula seperti penulis atau pembaca lain yang ingin mencari bacaan anti-mainstream selain kisah percintaan. Sudut pandang penentangnya yakni diambil dari kalangan pesantren, yang argumennya bukan sebatas berdasar dalil yang dipahami secara sempit, melainkan juga dipahami secara luas dan mendalam serta masuk secara logika orang awam.

    Silahkan kalau mau membacanya, tersedia di perpustakaan Pondok Pesantren Darun Nun Blok J.


Judul Buku : KEMI:Cinta Kebebasan yang Tersesat (Bukan Novel Biasa) 

Pengarang : Adian Husaini

Banyak Halaman : 316 Hlm.

Penerbit : Gema Insani

Tahun Terbit : 2010



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar