Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Tanggap Darurat Bencana

Dok. Pribadi


Oleh: Satria Yudha Pradansa

Sebelum beralih ke serangkaian tanggap darurat bencana. Ada yang ingat apa itu Tanggap Darurat Bencana? Tanggap darurat Bencana yaitu serangkaian kegiatan atau Tindakan yang diambil secara cepat saat terjadinya bencana. Lalu apa tujuan dilakukan tanggap darurat bencana? Tanggap darurat bencana ini sangat penting sesuai dengan tujuannya yaitu menyelamatkan kelangsungan hidup manusia, mengurangi penderitaan korban bencana, dan meminimalisir kerugian.


Ingatkah kalian, ada berapa tahap tanggap darurat bencana? Iya benar, tanggap darurat bencana terbagi menjadi 4 tahap, yaitu Rehabilitasi, Rekonstruksi, Kesiapsiagaan bencana, dan Mitigasi. Tahukan kalian keempat tahap itu? Untuk mengetahui tahap tersebut, perhatikan artikel ini. Tahap yang pertama yaitu Rehabilitasi. Pasti kalian pernah mendengar entah itu dalam obrolan dengan teman. Contohnya, wah si A kayaknya perlu direhabilitasi. Atau dari kalian menyebut rehabilitasi yaitu pemulihan. Tetapi dalam bencana rehabilitasi merupakan kegiatan untuk membantu korban bencana supaya Kembali pada kehidupan normal. Misalnya, renovasi atau perbaikan sarana-sarana umum, perumahan dan tempat penampungan sampai penyediaan lapangan untuk memulai hidup baru.


Lalu tahap yang kedua yaitu Rekonstruksi. Dalam bencana, rekonstruksi diartikan sebagai kegiatan untuk mengembalikan situasi di masyarakat supaya Kembali seperti sebelum terjadinya bencana. Misalnya seperti pembangunan infrastruktur, menghidupkan akses sumber ekonomi, perbaikan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. 


Di tahap yang ketiga terdapat kesiapsiagaan bencana. Apa itu? Manusia harus siap menghadapi bencana. Hampir benar, kesiapsiagaan bencana merupakan upaya yang memungkinkan masyarakat (individu, kelompok, atau organisasi) supaya dapat mengatasi bahaya peristiwa alam, melalui pembentukan struktur dan mekanisme tanggap darurat yang sistematis. Tujuan dari kesiapsiagaan bencana sendiri yaitu untuk meminimalkan korban jiwa dan kerusakan sarana-sarana pelayanan umum. Contoh daripada kesiapsiagaan bencana seperti formulasi rencana darurat bencana, pengelolaan sumber-sumber daya masyarakat, dan pelatihan warga di lokasi rawan bencana.


Tahap yang terakhir yaitu Mitigasi. Ada yang tahu Mitigasi? Jadi, mitigasi merupakan Tindakan yang dilakukan mulai awal dalam menghadapi peristiwa alam dengan mengurangi dampak peristiwa alam tersebut terhadap kelangsungan hidup manusia dan lingkungan hidupnya. Mitigasi dapat dilakukan seperti pembangunan penahan banjir atau ombak, penanaman pohon bakau, penghijauan hutan, dan system peringatan dini. Itulah tadi empat tahap tanggap darurat bencana. Untuk kalian yang berada dilingkungan rawan bencana diharapkan waspada dan tetap tenang. Jaga lingkungan supaya tidak terjadi bencana yang merugikan banyak pihak. Semoga bermanfaat, sampai jumpa pada artikel-artikel selanjutnya.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar