Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Prophetic Parenting: Menjadi Suri Teladan Bagi Anak


Oleh: Ahmad Maulana S



Keluarga adalah lingkungan pertama dan paling utama dalam pembentukan kepribadian seorang
anak. Bagaimanapun keluarga merupakan kelompok sosial pertama bagi anak, sehingga para
anggota keluarga menjadi orang yang paling pertama dalam kehidupan anak pada masa
peletakan dasar kepribadiannya. Maka keluarga pulalah yang menentukan keberhasilan dalam
membentuk generasi yang shalih dan shalihah.
Rasulullah saw merupakan teladan bagi seluruh umat dalam berbagai aktivitasnya, baik hal-hal
yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Termasuk dalam hal ini adalah pendidikan anak. Kaum
muslimin dianjurkan meneladani metode Rasul dalam mendidik anak-anak mereka. Banyak
orang tua yang gagal dalam mendidik anak- anaknya seringkali disebabkan oleh pendidikan anak
yang tidak berpedoman kepada sumbersumber pengetahuan yang benar dan layak.
Banyak metode pendidikan yang dapat disimpulkan dari hadits-hadits Nabi dan juga dari
perilaku sosial Nabi saw kepada anak-anak atau dari dialog langsung yang beliau lakukan kepada
para bapak tentang cara memperlakukan anak-anak mereka.
Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda, “Ajarilah, permudahlah, janganlah
engkau persulit, berilah kabar gembira, jangan engkau beri ancaman. Apabila salah seorang dari
kalian marah, hendaklah diam” (HR Ahmad dan Bukhari).
Perlu diperhatikan bahwa jumlah metode yang dilakukan nabi sangat bervariasi, sehingga
menjadi bukti tidak lagi dibutuhkannya metode baru atau kesempatan untuk mengikuti metode
barat atau timur. Banyaknya metode Islam ini membuat orangtua dan pendidik dapat
menerapkannya dalam setiap aspek kehidupan anak, baik dari sisi akal dan kejiwaan. Karena
metode inilah yang nantinya menerangi jalan mereka.
Salah satu cara parenting ala rasulullah yang menurut penulis tidak akan mengalami
ketertinggalan adalah menjadi uswah hasanah atau suri teladan yang baik bagi anak. Keteladanan
dalam pendidikan merupakan metode yang berpengaruh dan terbukti paling berhasil dalam
mempersiapkan dan membentuk aspek moral,spiritual, dan etos sosial anak. Orang tua adalah
figur terbaik dalam pandangan anak yang tindak-tanduknya akan ditiru oleh mereka. Suri teladan
yang baik memiliki dampak yang besar pada kepribadian anak. Sebab, mayoritas yang ditiru
anak berasal dari kedua orangtuanya. Bahkan, bisa dipastikan pengaruh yang paling dominan
berasal dari kedua orang tuanya.
Rasulullah saw memerintahkan kepada kedua orangtua untuk menjadi suri teladan yang baik
dalam bersikap dan berprilaku jujur dalam berhubungan dengan anak. Anak-anak akan selalu
memperhatikan dan meneladani sikap dan perilaku orang dewasa. Apabila mereka melihat kedua
orangtua berperilaku jujur, mereka akan tumbuh dalam kejujuran dan demikian seterusnya.
Untuk itu kedua orangtua selalu dituntut untuk menjadi suri teladan yang baik bagi anak-
anaknya. Karena, seorang anak yang berada pada masa pertumbuhan selalu memperhatikan sikap

dan ucapan kedua orangtuanya. Dia juga bertanya tentang sebab mereka berlaku demikian.
Apabila baik, maka akan baik juga akibatnya. Dalam hal ini juga, kedua orangtua dituntut untuk
mengerjakan perintah-perintah Allah swt dan sunnah-sunnah Rasul-Nya dalam sikap dan
perilaku selama itu memungkinkan bagi mereka untuk mengerjakannya.
Keteladanan harus ditampilkan oleh orang tua sedemikian rupa, sehingga anak terdorong untuk
menirunya. Namun hal seperti itu tidak mudah dilakukan, karena itu setiap orang tua kiranya
mau menahan dan mejaga diri dari hal yang tercela. Penjagaan diri tersebut dapat dikatakan
upaya seorang ayah atau ibu dalam rangka menampilkan uswah hasanah kepada anaknya. Anak
akan menjadi shalih jika yang membesarkannya juga shalih. Apapun perkembangan anak, anak-
anak dipengaruhi oleh tingkah laku orang tua dalam keluarga. Anak cenderung untuk meniru.
Apabila ibu dan ayah sering berbicara kotor, maka anakpun senang berbicara kotor. Tetapi
apabila orang tua membiasakan diri dengan kata-kata yang sopan, maka anakpun akan belajar
sopan. Disinila peranan penting orang tua sebagai guru pertama dalam rumah tangga.
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar