Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Teruntuk Kalian, Pejuang Skripsi


Oleh: Hariski Romadona

Buat kamu iya kamu, para pejuang skripsi…

Pasti ada aja titik di mana antum males ngerjain skripsi, entah karena bingung, jengkel lah, stress atau langsung males aja gitu tiap-liat skripsi. Dalam Hati selalu bertanya-tanya kok skripsiku nggak beres-beres ya? Kok nggak pernah bener ya di mata pembimbing atau kok aku mood-moodan sih ngerjainnya. Tidak jarang akhirnya malah membuat antum kesulitan ngerjain skripsi, bahkan buat revisi yang satu paragraf pun rasanya berat banget. Kalau antum pernah ngerasain salah satu atau bahkan semua yang tadi aku sebutin. Pertama aku mau bilang kalau hal-hal itu wajar dan umum dirasakan, aku yakin banyak orang yang udah lulus pun pasti pernah ada ada di posisi antum saat ini.

Mungkin udah antum familiar dengan ini nih, analogi kalau skripsi itu ibarat lari marathon, prosesnya cukup panjang paling cepat satu atau dua semester. Ada juga yang bahkan butuh waktu sampai bertahun-tahun. Karena mengerjakanya butuh waktu yang agak panjang, maka butuh energi yang super ekstra untuk mampu mengerjakanya. Harus ada cara agar konsisten dan tahan banting dengan kendala kendala yang mengahadang di tengah perjalanan.

Ada beberapa alasan kenapa kita jadi lebih susah buat menjaga konsistensi dan komitmen buat ngerjainnya. Pertama, skripsi itu butuh effort yang besar yang mana tidak bisa langsung kita rasakan hasilnya. Bayangin nih, antum hari ini ngeluarin banyak waktu dan tenaga buat ngerjain skripsi, mungkin sampai begadang dan tegang mata karena kelamaan lihat layar laptop. Tapi dampaknya enggak bisa antum rasakan hari itu juga.

Kemudian, Kenapa antum susah fokus dan konsisten setiap kalian ngerjain tugas jangka panjang kayak skripsi, karena antum kemungkinan ngerjain hal yang enggak terlalu penting, tapi terasa mendesak dari hal lain yang sebenarnya lebih penting. Misalnya nih, udah niat buat revisian tapi waktu lihat handphone muncul notif kalau storage handphone antum tuh penuh terus dan antum ngerasa kayak wah ini urgent banget nih kalau dibiarin bisa-bisa handphone gue lemot atau kenapa-napa. Akhirnya waktu dan tenaga yang tadinya antum mau pakai buat revisi, malah antum habisin buat hapus-hapusin file foto atau chat dari handphone antum. Padahal sebenarnya itu bisa loh dikerjain habis revisian dan pas udah beres. Nah, mindset mentingin hal-hal kecil kayak gini nih, yang selalu ada aja setiap waktu. Ini bukan berarti antum enggak boleh peduli sama hal-hal mendesak kalau lagi skripsian, ya masa iya antum enggak boleh ke kamar mandi kalau misalnya lagi mules pas lagi skripsian. Tapi kalau ada ini diladenin terus, maka waktu dan fokus ngerjain skripsi masih lama malah makin berkurang.

Well, sebenarnya kendala skripsi yang lain tuh masih banyak lagi mungkin pembimbing yang kurang kooperatif, kondisi kesehatan antum, mungkin juga dari respondennya. Lantas, gimana caranya biar kita bisa lebih konsisten dan enggak males ngerjain skripsi ?. Aku bakal kasih beberapa tipsnya nih, Pertama sadari dan siapin mindset kalau skripsi adalah tugas jangka Panjang. Dengan begitu antum akan sadar kalau setiap ngerjain skripsi antum akan butuh fokus dan komitmen lebih. Antum juga perlu bersiap nih, bahwa mungkin usaha yang antum lakukan sekarang baru kerasa manisnya di kemudian hari.  Selanjutnya, coba anggap skripsi kaya buat makalah biasa namun agak Panjang makalahnya. Kasih waktu antum dalam sehari untuk fokus ngerjain skripsi, misal dibagi per bab dulu. Kalau kata orang jawa “alon-alon sing penting klakon”[1]. Lebih mantab lagi kalau buat scheduling atau merancang aktivitas sehari-hari mulai bangun tidur hingga tidur lagi. Bukan hanya ngatur kapan skripsian tapi juga ngelakuin hal-hal lain. Hidup antum kan ndak mungkin buat skripsian doang.  

Jangan terlalu memforsir diri antum untuk segera cepat selesai skripsinya. Pertimbangin kemampuan kesehatan dan daya kerja antum, misalnya dalam kondisi apa antum bisa kerja maksimal dan kapan antum butuh istirahat. Kalau kata orang skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. Makanya kerjakan semampunya namun istiqomah insya allah selesai. Selain strategi yang bisa usahain tadi, hal yang nggak kalah penting adalah jangan lupa untuk kasih reward buat diri sendiri setiap lo mencapai suatu pencapaian dalam proses pengerjaan skripsi ini. Misalnya dengan nonton serial favorit antum atau beli makanan kesukaan antum, es krim barangkali. Setelah selesai ngerjain satu bab, ngumpulin data atau setelah revision skripsi.

Kalau diibaratkan skripsian itu ibarat antum ikut lomba lari marathon. Antum harus pinter-pinter buat ngatur kapan antum lari dengan sekencang-kencangnya, kapan ngurangin kecepatan, bahkan kapan antum butuh berhenti buat ambil nafas. Bedanya antum nggak balapan sama siapa-siapa, hanya ada antum, track dan garis finish yang udah nunggu di ujung sana. Ya mungkin ada juga sih tuntutan dari pembimbing atau orang tua. Tetapi tenang aja, dengan merencanakan dan menjaga pola keseharian, antum pada akhirnya akan lulus juga kok.

Terakhir, yang paling tidak boleh ditinggal setelah ikhtiar atau berusaha adalah doa. Yang mana selain kita usaha horizontal (belajar, bimbingan, revisian) kita harus ada usaha vertikal (hubunganya dengan Allah SWT). Allah sendiri yang berfirman dalam Al Quran “Berdoalah kepadaku, niscaya akan aku kabulkan”. Kalau bisa kata Guruku kalau bisa kirim Al Fatihah kepada orang tua, guru dan orang-orang yang pernah mengajari kita tentang ilmu apapun itu. Dengan begitu, selain ilmu yang kita peroleh, semoga kita mendapatkan keberkahan dari mereka semua.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang

[1] Artinya pelan-pelan yang penting dijalani/dilakukan

Sumber Foto: https://i.pinimg.com/564x/eb/03/24/eb03249c7affcf077f26234ac8e56ca9.jpg




Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar