Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Refleksi Nilai Juang R.A Kartini

Sumber foto: sdmu-sangpencerah.info

Oleh: Siti Rahmatillah

Belajar dari sosok inspirasi wanita Indonesia dan juga sosok yang dikenal sebagai pejuang hak wanita.  Bagaimana jejak perjuangannya? Beliau merupakan pejuang sejati, tak kenal lelah dan putus asa. Seorang wanita cerdas yang mempunyai pandangan bahwa perempuan juga merupakan salah satu unsur penggerak peradaban suatu bangsa. Dari gigih perjuangannya, hanya satu yang menjadi tujuan utamanya, yaitu menjadikan kaum perempuan sebagai kaum yang terpelajar, berpendidikan, dan berkualitas.

Dari R.A Kartini kita belajar bahwa menjadi perempuan harus memiliki:

Semangat juang yang tinggi

Sudah sering kali beliau berusaha untuk membujuk ayahnya untuk melanjutkan pendidikan di Belanda, namun tetap saja dilarang. Langkah beliau tidak cukup sampai di situ saja. Berbagai cara ia lakukan, bertukar pikiran dengan sahabat penanya di Belanda, surat menyurat dan lain sebagainya. Ia bukan hanya memikirkan bagaimana hak perempuan tetapi ia juga memikirkan bagaimana situasi dan kondisi bangsanya. Ia sangat gigih dalam belajar. Berbagai buku yang dikirimkan oleh kakaknya yang belajar di Belanda habis dibacanya. Sehingga dari hal inilah lahir pemikiran-pemikiran bagaimana caranya ia menumbuhkan ekonomi di daerahnya yang pada saat itu mengalami penurunan. Hingga akhirnya lahirlah keinginan untuk memajukan kesejahteraan intelektual dan perekomomian..

Pelopor Peradaban Bangsa

Beliau merupakan sosok yang cerdas. Hal yang paling berkesan dari beliau adalah rasa ingin tau yang cukup tinggi. Buku adalah teman sejatinya, tempat ia berinteraksi dengan segala persoalan yang menjadi pertanyaan dari pemikirannya. Tak ada yang lain yang ingin ia capai ; melainkan menciptakan generasi perempuan yang cerdas. Alasan kenapa harus demikian? Karena peran perempuan sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana perempuan menjadi pengatur Rumah Tangga yang baik, perekenomian yang baik dan yang paling penting adalah bagaimana peran ibu mampu melahirkan dan mendidik anak-anaknya untuk menjadi generasi-generasi yang cerdas. Hal ini tentu bisa diwujudkan apabila kaum perempuan itu diberikan ruang untuk berpendidikan. Bukan dengan tujuan menyaingi laki-laki tetapi dengan tujuan adanya keseimbangan. Hal tersebutlah yang menjadi esensi atau hal yang mendasar dari perjuangan R. A Kartini.

Sebut saja melalui surat-suratnya yang dibukukan dengan judul "Habis Gelap Terbitlah Terang" mampu merubah pola pikir masyarakat Indonesia pada saat itu; katakanlah sekolah khusus  perempuan yang didirikannya berkembang di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Sehingga atas dasar itulah ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional dan tanggal kelahirannya 21 April di tetapkan sebagai hari Kartini. Sehingga ada hikmah juga bagi kaum laki-laki, bahwasanya jangan pernah tutup mata dan hati akan pentingnya peran wanita terhadap peradaban bangsa. Ingat! dibalik anak yang cerdas terdapat didikan seorang Ibu yang luar biasa. Sudah saatnya bagi kaum laki-laki untuk berhenti di barisan menyakiti. Mulailah berada di barisan menyayangi dengan sepenuh hati.

Dari nilai juang R.A Kartini juga kita belajar bahwa “Tidak ada kata jenuh untuk terus menggali. Tak pernah putus asa untuk terus bermimpi. Yakinkan pada diri bahwa keinginan yang tulus dari hati semesta akan ikut turut mengamini; Habis gelap terbitlah terang.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar