Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Nilai Moral dalam Film The Wind Rises (2013)


Sumber: Studio Ghibli

Oleh: Hidayatun Na

(A little spoiler)

Ketika angin bertiup, ia membawamu padaku

        Bagi saya, The Wind Rises (Kaze Tachinu) adalah film Habibie dan Ainun versi Jepang. Tak hanya mengisahkan kisah nyata seorang insinyur bernama Jiro Horikoshi dalam merancang pesawat perang jepang Mitsubishi A5M dan A6M pada masa perang dunia ke-2, tetapi film ini juga mengisahkan perjalanan cintanya yang dramatis. Mimpi dan cintanya sama-sama dimulai ketika angin bertiup, mungkin itulah sebabnya judul film ini adalah The Wind Rises. Film garapan sutradara Hayao Miyazaki dari studio Ghibli ini dirilis pada tanggal 20 Juli 2013 dan diadaptasi dari manga berjudul sama yang berasal dari cerita pendek karya sastrawan Jepang, Tatsuo Hori. Meski telah dirilis 9 tahun yang lalu, film ini tetap indah dan apik untuk dinikmati. Terlebih lagi, Joe Hisaishi juga menjadi komposer untuk soundtrack film ini dengan instrumen andalan yang berjudul Un Voyage, atau A Journey. Tak mengherankan jika film ini mendapatkan banyak pengargaan dan apresiasi di seluruh dunia. Film garapan Ghibli mana yang tak bagus? Karya Miyazaki memang tak bisa diragukan lagi kualitasnya. 

        Selain itu, nilai moral yang terkandung di dalamnya juga menjadi alasan mengapa Kaze Taziru adalah sebuah Masterpiece! Nilai ini sangat baik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Apa saja nilai-nilai utama yang terdapat dalam film tersebut? Berikut ringkasannya:

1. Mimpi sebagai kunci
Sumber: The Wind Rises (2013)

        Sedari kecil, Jiro yang suka membaca majalah berbahasa Inggris, telah terinspirasi dari seorang insinyur aeronautika asal italia bernama Giovanni Battista Caproni yang membuatnya bercita-cita menjadi seorang perancang pesawat terbang untuk memajukan negaranya seperti Caproni. Mimpi itu selalu Jiro pegang erat hingga ia dewasa. Caproni yang selalu hadir dalam mimpinya seolah berperan sebagai tutor sekaligus motivator. Mimpi-mimpinya bersama Caproni tersebut telah membawa Jiro terbang di atas pesawatnya sendiri, bahkan sebelum hal itu terjadi di kehidupan nyata. Dari jiro, kita akan belajar bahwa setiap orang pasti memiliki impiannya masing-masing. Dengan mimpi, kita mampu membuka kunci kemustahilan menjadi mungkin, dan keyakinan yang besar atas apa yang kita cita-citakan akan mengantarkan kita pada apa yang kita impikan. Jadi, jangan berhenti bermimpi, meski seringkali realita mengikis keyakinan tersebut. Selama impian terus kita pegang, selama itu pula kita akan terus hidup. 

2. Nilai kerja keras
Sumber: The Wind Rises (2013)

        Setelah bermimpi, jangan pernah lupakan kerja keras untuk mewujudkannya. Hal inilah yang juga dilakukan oleh Jiro. Setelah Jiro mendapatkan ide sayap pesawat yang terinspirasi dari ikan tenggiri ketika jam makan siang, ia langsung mengembangkan ide tersebut. Di antara teman-temannya yang lain, Jiro dikenal sangat rajin belajar, mengimbangi bakat dan kemampuan akademis yang ia miliki. Jiro tak berhenti pada mimpi, sekuat tenaga ia berusaha mewujudkan impiannya. Kerja kerasnya telah membuatnya menjadi salah satu mahasiswa yang dikirim ke Jerman untuk belajar membuat pesawat dan telah mengantarkan Jiro menjadi insinyur muda di perusahaan pesawat militer. Bahkan, di malam hari, Jiro tetap belajar untuk menyempurnakan karyanya meski teman-temannya yang lain terlelap dalam tidur. Rancangan pesawatnya tak berhasil begitu saja, ia juga pernah mengalami kegagalan. Tetapi Jiro pantang menyerah, ia terus melakukan evaluasi atas karyanya. Kita mengerti bahwa kegagalan terasa sangat pahit. Tetapi dari kegagalan dan kesalahan itulah, kita harus bangkit, terus berusaha keras, dan belajar untuk menjadi lebih baik. 

3. Nilai kepedulian sosial
        
        Sejak kecil, Jiro adalah anak yang baik dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Ia berani membela orang lain yang lemah dan tertindas, meskipun ia harus berkelahi dan terluka. Bahkan, ia tak ragu menolong orang yang baru dikenalnya ketika terjadi gempa, dan tak segan-segan memberi makan anak-anak yang terlantar. Kepeduliannya terhadap sesama telah membuat Jiro disukai oleh orang-orang di sekitarnya. Ia tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan negara tercintanya. Meski menolong orang lain memerlukan pengorbanan dari diri sendiri, percayalah bahwa kebaikan yang kita lakukan pun akan kembali kepada diri kita nantinya. Jadi, jangan pernah berhenti berbuat baik, ya!

4. Nilai kesetiaan terhadap pasangan
Sumber: The Wind Rises (2013)

        Nilai kesetiaan dari kisah cinta dalam film ini adalah kisah cinta yang berkelas. Kisah cinta Jiro Horikoshi dan Nahoko Satomi bermula ketika mereka menaiki kereta yang sama. Selain dipertemukan oleh angin, Jiro dan Nahoko juga di-jatuh-cintakan oleh bait puisi yang sama. Jiro adalah cinta pertama naoko, begitupun sebaliknya. Meskipun telah berpisah selama beberapa tahun, angin mempertemukan mereka kembali, sebagaimana angin telah menumbuhkan benih-benih cinta di antara keduanya. Jiro yang awalnya stres karena pekerjaan, kembali menjadi ceria dan mendapatkan banyak inspirasi untuk karyanya karena kehadiran Nahoko. Benih cinta di antara keduanya terus bertumbuh meskipun Jiro tahu Nahoko memiliki penyakit TBC dan tak memiliki waktu hidup yang lama. Jiro melamar Nahoko di depan ayahnya, dan akan menikahinya meskipun ia harus menunuggu lama sampai kondisi kesehatan Nahoko membaik. Suatu hati, ketika Jiro sedang sibuk bekerja, begitu tahu Naho mengalami pendarahan di paru-paru, ia langsung bergegas untuk menemui kekasihnya. Bahkan, rasa cintanya yang begitu dalam telah membuat air mata Jiro menetes di atas kertas kerjanya ketika ia berada dalam perjalanan menyusul Nahoko. Sebaliknya, demi bisa hidup dengan Jiro, Nahoko juga berjuang untuk kesembuhannya. Setelah menikahn pun, Nahoko selalu melayani suaminya dengan baik, ia selalu menyambutnya dengan dengan senyuman hangat, memberi dukungan, dan terus menguatkan Jiro. Atas dukungan tersebut, Jiro berhasil meluncurkan pesawat rancangannya sehingga di akui oleh dunia.

        Sebenarnya, banyak nilai penting lain yang dapat dipelajari dari film ini. Tetapi ini adalah nilai utama yang saya tangkap selama saya menonton mahakarya ini. Bagi teman-teman yang belum menonton, film ini sangat direkomendasikan, terutama bagi pecinta anime bergenre slice of life. Selamat menonton!

Le vent se leve, Il faut tenter de vivre
The wind is rising! We must try to live! 
(Paul Valery)

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar