Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Menjajaki Penyesalan


Sumber: Dokumen Pribadi


Oleh: Moh. Rizal


Pada kumpulan sesak memori yang kembali tampak
Aku teringat
Merasakan pilunya sakit, pedih terbias hujan
Dalam malam, sepi terbalut dingin mencekal kepergian

Di sanalah aku

Meratap, mengingat dalam sesal
Memintal ingatan, menata harapan
Pada hati yang kebas, setelah sekian lama
Yang hanya menjadi relung sepi, seolah mati

Ramai hanya sekadar lewat
Riuh tak membekas
Tempat impian, seolah hanya kehausan
Yang tak akan reda hausnya

Aku di sana
Yang peluhku butuh untuk dibasuh
Hasrat yang telah runtuh
Tubuh yang rindu pelukan
Hati yang telah kaku, mendamba kasih tak bertepi

Rindu membara, diredam ego
Menjalar, mengakar tak tahu ujungnya
Menyiksa, mengingatkan khilaf
Yang tersadar setelah ratusan purnama 

Buah yang jatuh tak sehausnya jauh
Meninggalkan pohon, menggelinding pergi
Dedaun pohon membekas embun sepanjang tahun
Merana, meranggas, mengering

Angin membawa kabar

Mengapa pergi?
"tak tau, terbawa angin segar saja"
Sahut buah, yang tumbuh, berbatang, berakar kokoh  
Lalu mengapa menangis?
"mendengar kabarmu itu"

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar