Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Bersihkan Dan Pakai Hatimu Dengan Benar

Sumber foto: https://bincangsyariah.com/zikir-dan-doa/doa-agar-diberikan-hati-yang-bersih/

Oleh: Muhammad Naufal Hanafiah

Dalam kehidupan, hati merupakan salah satu unsur penggerak manusia dalam melakukan sesuatu. Para ulama berbeda pendapat mengenai letak atau posisinya. Sebagian ulama berpendapat bahwa qolbu adalah unsur tidak terindra bersifat spiritual,bukan jantung yang di dada ataupun akal yang di dalam otak, namun punya hubungan erat antara jantung, otak,indera dan syaraf manusia, sebagian lagi berpendapat bahwa hati terletak di jantung yang memiliki hubungan tidak terlihat dengan kehendak dan perbuatan manusia dengan dalil-dalil. Sebagaimana dalam beberapa riwayat seperti riwayat Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad SAW ketika kecil pernah dibelah dadanya oleh malaikat dan mengambil hatinya untuk dibersihkan, juga sabda Rosulullah tentang taqwa dengan menunjuk nunjuk dada. 

Di sini penulis lebih condong pada pendapat yang kedua yaitu bahwa hati terletak di jantung yang memiliki hubungan tidak terlihat dengan kehendak dan perbuatan manusia dengan dalil-dalil. Karena secara pengalaman dan segala peristiwa yang berhubungan dengan perasaan, pasti terasa lebih dalam dada, contoh ketika cinta kita dikhianati, ketika kita dihina, atau kehilangan seseorang, pasti yang terasa sesak dan sakit adalah dalam dada dengan posisi biasanya kita memegang dada atau menepuk nepuknya. Ketika kita mengalami hal-hal tersebut seakan dada kita rasanya sesak dan sakit yang bahkan dapat mempengaruhi atau memberi efek pada tubuh kita.

Berbicara mengenai hati, hatipun ternyata ada istilah bersih dan kotor, tergantung pemakaiannya dan manusia seringkali tidak menfungsikan hati dengan baik sehingga terjadi disfungsi hati. Mengutip dari tausiah Habib Novel alaydrus, "kenapa kalau mata kemasukan debu atau kotoran, pasti langsung terasa tidak enak? telinga ketika kemasukan air atau hewan pasti langsung nggak enak dan terasa?,begitu juga ketika kita tlusupen, pasti langsung kerasa tidak enak, mengapa? karena semuanya sering dipakai, tapi hati kita? kemasukan kotoran yang unlimited kok tidak kerasa nggak enak dan biasa saja? sebab hati kita jarang dipakai".

Kita jarang sekali memakai hati dengan baik dan justru mengisinya dengan kotoran dan penyakit, ketika azan berkumandang, dengan santainya kita menunda nunda, begitu juga membaca qur'an begitu malas karena merasa sudah bisa dan "ah nanti ajalah", melihat tetangga senang kita malah merasa iri dan tidak suka, ketika orang lain berbuat baik kita katakan "alah cari muka, pencitraan sok baik", ketika berbuat baikpun, kita berharap dipuji orang, bahkan bermaksiatpun tanpa rasa ragu dan gelisah.

            Hati penuh sesak oleh kotoran dan penyakit sampai sampai kita tak merasa tidak enak atau risih dengan kotoran yang unlimited pada hati kita. Dengan dunia saja kita peduli setengah mati, terhadap raga kita senantiasa menghidupi namun entah mengapa kita jarang sekali menghidupi hati yang akhirnya mati dan merubah kita menjadi manusia keji, naudzubillah min dzalik, lebih baik Allah binasakan sang hati daripada hati ini bergelimang cinta yang fana tanpa memberi kasta tertinggi untuk Allah dan Rosulnya. Sebagaimana sabda Rasulullah, Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh ini ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh dan jika rusak, maka rusaklah seluruh anggota tubuh. Ketahuilah ia adalah hati.” (HR. Al-Bukhari)

Maka dari itu perbanyak memakai hati dengan baik supaya ketika hati kita kotor langsung terasa serta mudah untuk dibersihkan dan mengisinya dengan ketaqwaan. Diantara obat hati dalam tembang yang diciptakan Sunan  Bonang ada lima, yaitu membaca Al Quran, melakukan Shalat malam, berkumpul dengan orang soleh, perbanyak puasa dan Dzikir malam.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar