Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

SISTEM HUKUM TATA NEGARA ISLAM




A. Adib Dzulfahmi

 Sumber Foto: https://bincangsyariah.com/khazanah/perbandingan-gaya-kepemimpinan-dinasti-umayah-dengan-kekhalifahan-sebelumnya/

Islam adalah Agama yang paling memikirkan umat/penganutnya lebih dari agama lainnya. Agama islam termasuk didalamnya aturan untuk setiap perilaku manusia. Misalnya saja ketika akan tidur, Islam mengatur bagaimana tata cara sebelum tidur, saat tidur, hingga setelah bangun tidur. Lalu apakah Islam juga mengatur hukum dalam tata negara? 

Jawabannya Tidak. Lalu bagaimana dengan sistem tata negara khalifah? Bukankah itu hukum tata negara islam? Untuk mengetahui penjelasan jawaban tersebut, mari kita simak pembahasan tentang Politik Islam dibawah ini.

Politik Islam

Politik dalam bahasa arab disebut siyasah yang secara bahasa bermakna pemerintahan, mengatur, mengayomi, menjadikan sesuatu lebih baik, memperbaiki, membawa kepada yang lebih baik, dan islah. Politik dalam islam, masuk pada pembahasan fiqh siyasah. Islam pada mulanya tidak memiliki konsep politik pemerintahan yang utuh, namun dalam islam terdapat unsur-unsur dasar etika yang bisa membuat sebuah negara tetap berjalan baik. Contohnya yaitu pelantikan atau baiat yang mana peristiwa ini dilukiskan dalam Al-Quran surah Al- Fath ayat: 18.

لَّقَدْ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنِ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ ٱلشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِى قُلُوبِهِمْ فَأَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَٰبَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).”

Dalam islam pada masa rasulullah pernah terjadi baiat. Dan baiat ini sama seperti penyerahan sebuah mandat dan ketika dalam konteks negara maka yaitu penyerahan kekuasaan dan kewenangan yang diberikan kepada calon terpilih demi meresmikan dan mengukuhkan posisi serta tanggung jawabnya.

Selain itu pula ada konsep musyawarah yang dibawa oleh islam sebagai instrumen dasar dalam pengambilan sebuah keputusan, hukum, aturan, undang-undang, dan lain sebagainya. Yang mana dilukiskan dalam al-Qur’an surah Ali Imran ayat 159:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِين

Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”

  1. Kedudukan Politik dalam Islam

Terdapat tiga pendapat di kalangan pemikir muslim tentang kedudukan politik dalam syariat islam. Yaitu :

  • kelompok yang menyatakan bahwa Islam adalah suatu agama yang lengkap. didalamnya terdapat sistem ketatanegaraan atau politik. Kemudian lahir sebuah istilah yang disebut dengan fikih siasah (sistem ketatanegaraan dalam islam) yang merupakan bagian integral dari ajaran islam. Lebih jauhkelompok ini berpendapat bahwa sistem ketatanegaraan yang harus diteladani adalah sistem yang telah dilaksanakan oleh nabi Muhammad SAW dan oleh para khulafa al-rasyidin yaitu sitem khilafah.

  • kelompok yang berpendirian bahwa Islam adalah agama dalam pengertian barat. Artinya agama tidak ada hubungannya dengan kenegaraan. Menurut aliran ini nabi Muhammad hanyalah seorang rasul, seperti rasul-rasul yang lain bertugas menyampaikan risalah tuhan kepada segenap alam. Nabi tidak bertugas untuk mendirikan dan memimpin suatu Negara.

  • menolak bahwa Islam adalah agama yang serba lengkap yang terdapat didalamnya segala sistem ketatanegaraan, tetapi juga menolak pendapat bahwa islam sebagaimana pandanagan barat yang hanya mengatur hubungan manusia dengan tuhan. Aliran ini berpendirian bahwa dalam islam tidak terdapat sistem ketatanegaraan, namun terdapat seperangkat tata nilai etika bagi kehidupan bernegara.

  1. Asas-asas Sistem Politik Islam

  • Hakimiyyah Ilahiyyah 

Hakimiyyah atau memberikan kuasa pengadilan dan kedaulatan hukum tertinggi dalam sistem politik Islam hanyalah hak mutlak Allah.

وَهُوَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ ٱلْحَمْدُ فِى ٱلْأُولَىٰ وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَلَهُ ٱلْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya: “Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhakdisembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, danbagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (Al-Qasas: 70)

Hakimiyyah Ilahiyyah membawa pengertian-pengertian Bahwasanya Allah Pemelihara alam semesta yang pada hakikatnya adalah Tuhan yang menjadi pemelihara manusia, dan tidak ada jalan lain bagi manusia kecuali patuh dan tunduk kepada sifat Ilahiya Nya Yang Maha Esa Bahwasanya hak untuk menghakimi dan mengadili tidak dimiliki oleh siapapun kecuali Allah.

  • Risalah 

Risalah berarti bahwa kerasulan beberapa orang lelaki di kalangan manusia sejak Nabi Adam hingga kepada Nabi Muhammad saw. adalah suatu asas yang penting dalam sistem politik Islam. Melalui landasan risalah inilah maka para rasul mewakili kekuasaan tertinggi Allah dalam bidang perundangan dalam kehidupan manusia. Para rasul meyampaikan, mentafsir dan menterjemahkan segala wahyu Allah dengan ucapan dan perbuatan. 

Dalam sistem politik Islam, Allah telah memerintahkan agar manusia menerima segala perintah dan larangan Rasulullah saw. Manusia diwajibkan tunduk kepada perintah-perintah Rasulullah saw dan tidak mengambil selain dari pada Rasulullah saw. untuk menjadi hakim dalam segala perselisihan yang terjadi di antara mereka. Firman Allah:

مَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنْ أَهْلِ ٱلْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ كَىْ لَا يَكُونَ دُولَةًۢ بَيْنَ ٱلْأَغْنِيَآءِ مِنكُمْ ۚ وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمْ عَنْهُ فَٱنتَهُوا۟ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Artinya: “Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikanAllah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untukAllah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin danorang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” (Al-Hasyr:7)

  • Khilafah 

Khilafah berarti perwakilan. Kedudukannya di atas muka bumi ini adalah sebagai wakil Allah. Oleh karena itu, dengan kekuasaan yang telah diamanahkan ini, maka manusia hendaklah melaksanakan undang-undang Allah dalam batas yang ditetapkan. Di atas landasan ini, maka manusia bukanlah penguasa atau pemilik tetapi hanyalah khalifah atau wakil Allah yang menjadi Pemilik yang sebenar-benarnya.

  1. Prinsip-Prinsip Dasar Politik Islam 

  • Musyawarah

Asas musyawarah yang paling utama adalah berkenaan dengan pemilihan ketua negara dan orang-orang yang akan menjawab tugas- tugas utama dalam pentadbiran ummah. Asas musyawarah yang kedua adalah berkenaan dengan penentuan jalan dan cara pelaksanaan undang-undang yang telah dimaktubkan di dalam Al- Quran dan As-Sunnah. Asas musyawarah yang seterusnya ialah berkenaan dengan jalan-jalan bagi menentukan perkara-perkara baru yang timbul di kalangan ummah melalui proses ijtihad.

  • Keadilan

Prinsip ini adalah berkaitan dengan keadilan sosial yang dijamin oleh sistem sosial dan sistem ekonomi Islam. Dalam pelaksanaannya yang luas, prinsip keadilan yang terkandung dalam sistem politik Islam meliputi dan merangkumi segala jenis perhubungan yang berlaku dalam kehidupan manusia, termasuk keadilan di antara rakyat dan pemerintah, di antara dua pihak yang bersebgketa di hadapan pihak pengadilan, di antara pasangan suami isteri dan di antara ibu bapa dan anak-anaknya.kewajiban berlaku adil dan menjauhi perbuatan zalim adalah di antara asas utama dalam sistem sosial Islam, maka menjadi peranan utama sistem politik Islam untuk memelihara asas tersebut. Pemeliharaan terhadap keadilan merupakan prinsip nilai- nilai sosial yang utama kerana dengannya dapat dikukuhkan kehidupan manusia dalam segala aspeknya.

  • Kebebasan

Kebebasan yang diipelihara oleh sistem politik Islam ialah kebebasan yang makruf dan kebajikanyang sesuai dengan Al–Qur’an dan Hadist.Menegakkan prinsip kebebasan yang sebenarnya adalah tujuan terpenting bagi sistem politik dan pemerintahan Islam serta menjadi asas-asas utama bagi undang-undang perlembagaan negara Islam.

  • Persamaan 

Persamaan di sini terdiri daripada persamaan dalam mendapatkan dan menuntut hak, persamaan dalam memikul tanggung jawab menurut peringkat-peringkat yang ditetapkan oleh undang-undang perlembagaan dan persamaan berada di bawah kuat kuasa undang- undang.

  • Hak menghisab pihak pemerintah 

Hak rakyat untuk menghisab pihak pemerintah dan hak mendapat penjelasan terhadap tindak tanduknya.Prinsip ini berdasarkan kepada kewajipan pihak pemerintah untuk melakukan musyawarah dalam hal-hal yang berkaitan dengan urusan dan pentadbiran negara dan ummah.Hak rakyat untuk disyurakan adalah bererti kewajipan setiap anggota dalam masyarakat untuk menegakkan kebenaran dan menghapuskan kemungkaran.

  • Diwajibkan untuk memperkuat tali silaturahmi 

Dikalangan kaum muslimin di dunia dan untuk mencegah semua kecenderungan sesat yang didasarkan pada perbedaan ras, bahasa, ras, wilayah ataupun semua pertimbangan materealistis lainya serta untuk melestarikan dan memperkuat kesatuan Millah Al-Islamiyyah

  • Kedaulatan tertinggi atas alam semesta dan hukumnya hanya berada di tangan Allah semata

Hal ini artinya, Allah Swt sebagai pemilik alam semesta merupakan puncak segala hukum dan keputusan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya yaitu Allah pada posisi tertinggi lalu dibawahnya yaitu nabi Muhammad Saw sebagai utusan Allah kemudian dibawahnya ada posisi khalifah sebagai perwakilan dari umat manusia. Dalam hal hukum artinya hukum yang ada pada al-Qur’an dan Hadist adalah hukum tertinggi dalam politik islam, barulah kemudian dibawahnya ada hukum lainnya yang dibuat oleh manusia dan tidak boleh bertentangan dengan hukum yang lebih tinggi (al-Qur’an dan Hadist)

Kesimpulan

Setelah pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Islam tidak memiliki sistem hukum tata negara nya sendiri, namun didalam Islam terdapat dasar-dasar untuk sistem hukum tata negara, seperti: musyawarah, keadilan, kebebasan, persamaan, bai’at dan lain sebagainya yang telah dibahas sebelumnya. Dan sistem hukum tata negara Khalifah tidak bisa menggambarkan Islam sepenuhnya meskipun sistem Khalifah lahir dari Islam. Hal ini merumuskan bahwa setiap negara yang mayoritas muslim tidak harus menganut sistem tata negara Khalifah melainkan bisa lainnya, namun tetap harus mengkedepankan dasar-dasar negara yang tidak bertolak belakang dengan agama Islam.




Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar