Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.



Pecundang layaknya sampah

Oleh : Suci Rezkika

Melangkahkan kaki menyusuri pinggiran jalan

Payah.......

Bodoh....

Pecundang.....

Terkadang hidup membuatmu seperti  sampah

Yah...... memang tak  mudah menelan pahitnya hidup ini

Yang membuatku semakin malas dengan drama-drama yang bermunculan

Ku tendang kerikil-kerikil dipinggiran jalan

Pikiran yang kosong layaknya sampah

Yahhh... sampah...

Sampah yang tersungkur, terombang ambing, terinjak tanpa salah

Langkah semakin goyah dan tak terarah

Menyusuri jejak entah  hinggaa mana

Langkah semakin jauh tubuh kian melemah

Entah.... mencari suatu yang tak berarti

Menanti suatu yang pasti

Tolong.... aku lelah....

Semangat pun sulit untuk ku gapai..

Aku....

Aku  nyerah....

Nyerah akan drama yang berkelanjutan

Serasa orang tak ada yang mempedulikanku lagi...

Semua orang terlihat semu... hanya merusak angan-anganku saja

Maaf......

Mungkin semua  membenci dengan aku yang sekarang

Yang tidak asik, tidak ceria sangat pemalas.. tak memiliki semangat hidup seperti dulu kala

Seperti sampah.... dan sangat bodoh...

Jangan kau tanyakan mengapa denganmu...

Karena semua telah pergi dan tak berguna

Membawa perih tak bertepi

Semuanya pun telah mati...rasa pun mati.

Kenapa..?

Salahkah aku membenci semua ini...?

Drama-drama yang menggoyakkan mimpiku

Mencerai beraikan rantai kedekatan

Merenggut asa dalam hati

Bolehkah aku mempersalahkan semua ini kepada jagat saya ini..?

Sudah.... cukup...

Ingat..... ada rasa cinta yang tertanam dalam hati

Rasa cinta sang pencipta seluruh jagat raya ini

Kasih dan sayangnya tak terhinggal luasnya

Jadi kudoakan kamu lebih kuat dan kokoh atas perjuangan ini

Ku doakan kamu cepat sembuh dari depresi syaiton yang menyeretmu

Kamu bisa... kamu hebat..

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar