Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Ojo Dumeh : Pesan Singkat Sarat Makna

Sumber :images.contant.co.id


Oleh : Siti Laila ‘Ainur Rohmah


Ada dua kata “Ojo Dumeh” yang menjadi jimat (pegangan hidup) bagi orang Jawa dalam menjalani kehidupan di dunia. Kata “Ojo” berarti “jangan” dan “Dumeh” yang berarti “mentang-mentang”. Jika digabungkan kata tersebut mempunyai makna “jangan mentang-mentang”. Hal ini mungkin sering kita dengar yang dulu merupakan falsafah lama orang Jawa, namun terkadang  masih minim dalam pengaplikasiannya. 

Ojo Dumeh mengajarkan kepada manusia untuk tidak berlebihan dan semena-mena kepada yang lain dalam berperilaku. Berlebihan disini bisa dalam bentuk kecantikan, ketampanan, kekayaan, profesi, dan sebagainya. Misanya ada ungkapan “Ojo dumeh sugih ngino marang sing mlarat (jangan mentang-mentang kaya menghina orang miskin), ojo dumeh nduwe pangkat dhuwur iso sakpenak e dewe (jangan mentang-mentang punya jabatan yang tinggi bisa seenaknya sendiri). Sehingga pesan “Ojo Dumeh” ini bisa sebagai introspeksi diri.

Kata “Ojo Dumeh” ini mengarah ke makna agar manusia mampu berperilaku seimbang dengan predikat yang dibawanya dengan jiwa kemanusiaan yang tetap harus dijaga. Sehingga orang yang menerapkan falsafah ini senantiasa menganggap orang lain di posisi yang sama dalam hal manusiawi, turut melaksanakan aturan, dan menghormati hak-hak orang lain. Mereka lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. Misalnya jika jadi seorang pemimpin, maka laksanakanlah tugas dan amanah dengan baik tanpa berbuat semena-mena sendiri. Dengan itulah timbul nilai etis yang baik di mata masyarakat karna kepemimpinannya patut dijadikan teladan. Begitupun sebaliknya, jika seorang pemimpin berlaku semena-mena, maka citranya pemimpin menjadi negatif dan tidak dipercaya lagi oleh masyarakat sekitar. 

Dari penjelasan di atas menunjukkan betapa bagusnya jika manusia mampu memegang prinsip “ojo dumeh” dalam kehidupannya dengan sesama makhluk. Apalagi jika pesan ini tertanam dalam sanubari masing-masing dalam kaitannya kepada sang Pencipta. Maka setiap langkahnya, akan selalu diliputi rasa waspada dimanapun berada, karena yang dikaruniai di dunia ini hanyalah titipan sementara yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Wallahu A’lam…

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

 


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar