Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Masa Bodoh atau Bodo Amat?

Source: Compasiana.com 

Oleh Uzmatul Ulya

Sering kali kita mendengar kata “Ah, bodo amat” atau “Ah masa bodoh” dari teman atau orang-orang di sekitar kita. Lantas apa sejatinya kata ”masa bodoh” atau “bodo amat” itu?. Menurut KBBI, masa bodoh adalah kata afektif untuk menyatakan tidak senang hati; terserahlah; sesukamulah: begini tidak mau, begitu tidak mau, tidak peduli apa-apa; tidak memperhatikan sama sekali; acuh tak acuh; tidak ikut memikirkan perkara orang lain. Sedangkan kata “bodo amat” tidak terdapat dalam KBBI. Namun, seringkali dipakai dalam konteks yang sama ketika mengatakan “masa bodoh.”

Mark Manson, penulis buku best seller berjudul “The Subtle Art of Not Giving a F*ck” yang diterjemahkan menjadi “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat” membahas tentang konsep masa bodoh terhadap hal-hal yang menghalangi kita dalam mencapai sesuatu yang kita inginkan. Sebuah seni untuk memprioritaskan hal-hal penting yang berarti, serta masa bodoh tentang hal sepele yang dianggap tak perlu.

Lantas bolehkah kita mengucapkan kata “masa bodoh” atau “bodo amat”? Mengucapkan kata masa bodoh atau bodoh amat boleh saja, namun alangkah lebih baiknya kita melihat konteks apa yang dibicarakan, dengan siapa kita mengatakannya, serta dalam situasi apa kata tersebut diucapkan.

Seperti yang telah dikatakan Mark Manson dalam bukunya, terkadang kita butuh konsep bodo amat untuk hal-hal yang mampu menghalangi kita dalam mencapai tujuan. Misalnya, ketika kita ingin melakukan sesuatu (kebaikan) kemudian ada yang menghujat kita, maka kita perlu menerapkan konsep bodo amat ini dengan mengabaikan perkataan orang yang mampu melemahkan kita dalam berbuat kebaikan dan tetap melanjutkan apa yang telah menjadi tujuan kita. Dengan begitu kita tidak akan mudah terpengaruh dengan perkataan-perkataan orang lain yang mampu melemahkan tekat kita untuk meraih apa yang kita inginkan.

Selain itu, konsep bodo amat juga dapat kita terapkan ketika kita melihat urusan orang lain yang bukan menjadi urusan kita. Kita tidak perlu ikut campur dengan urusan orang lain yang berkaitan dengan pribadi atau privasinya. Dengan begitu kita akan terhindar dari sifat suka menggunjing, iri hati, dan dengki.

Namun demikian, ada kalanya kita tidak boleh mengucapkan atau menerapkan konsep bodoh amat dan masa bodoh. Salah satunya dalam hal tolong-menolong. Kita tidak boleh bodo amat atau acuh-tak acuh ketika melihat orang lain yang memerlukan bantuan. Dalam hal ini, konsep bodo amat sangat tidak dianjurkan. Islam menganjurkan untuk saling peduli antar sesama serta saling tolong-menolong, seperti yang terkandung dalam Q.S Al-Maidah Ayat 2 “…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dalam berbuat dosa dan permusuhan.

 


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar