Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

LOGIKA PENDIDIKAN: Metode Ceramah I (Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan)


LOGIKA PENDIDIKAN:

Metode Ceramah I (Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan)

Oleh: A. Adib Dzulfahmi

Sepanjang sejarah pendidikan, metode ceramah adalah salah satu cara pengajaran tradisional yang paling lama digunakan dalam proses belajar mengajar dari tingkat paling dasar sampai perguruan tinggi mengingat sifatnya yang sangat praktis lagi efisien bagi model pengajaran yang materi dan jumlah peserta didiknya banyak. Boleh dikatakan setiap orang yang telah mengenyam bangku pendidikan formal maupun non formal atau mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah ataupun selainnya pasti telah mengerti dan merasakan metode pengajaran tersebut. Dan metode ini sudah terbukti berabad-abad dari masa sebelumnya telah mengantarkan banyak kesuksesan dalam proses transfer ilmu.

Ceramah dari aspek bahasa adalah penuturan atau penerangan secara lisan oleh guru terhadap peserta didiknya di dalam kelas. Alat interaksi yang terutama dalam hal ini adalah “berbicara". Dalam ceramahnya kemungkinan guru menyelipkan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang diajarkan. Sementara kegiatan belajar peserta didik yang paling utama adalah mendengarkan dengan teliti dan mencatat pokok-pokok penting yang dikemukakan oleh guru.

Seorang pendidik pun dalam hal ini bisa saja mengabaikan pertanyaan-pertanyaan peserta didik, karena metode ceramah bukanlah tanya jawab walau kadang muncul pertanyaan dari peserta didik, namun bukan itu pelaksanaan yang sebenarnya. Metode ceramah apabila dinilai dari aspek istilah menurut Armai Arif adalah cara menyampaikan sebuah materi pelajaran dengan cara penuturan lisan kepada peserta didik atau khalayak ramai. Pengertian ini mengarahkan bahwa metode ceramah menekankan pada sebuah pemberian materi pembelajaran dengan cara penuturan lisan. Lisan dijadikan sebagai alat utama dalam menggunakan metode ceramah untuk mengajarkan sebuah materi pembelajaran pada peserta didik. Bila proses penyampaian itu yang diandalkan oleh guru adalah penuturan lisan, maka guru harus betul-betul memperhatikan kemampuan suara dan tekniknya dalam penggunaan metode ceramah ini.

Dan menurut Abuddin Nata, metode ceramah adalah penyampaian pelajaran yang dilakukan oleh guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung di hadapan peserta didik. Ceramah dimulai dengan menjelaskan tujuan yang ingin dicapai, menyingkap garis-garis besar yang akan dibicarakan, serta menghubungkan antara materi yang akan disajikan dengan bahan yang telah disajikan. Ceramah akan berhasil apabila mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh dari peserta didik, disajikan secara sistematik, menggairahkan, memberikan kesempatan kepada peserta didik. Pada akhir ceramah perlu dikemukakan kesimpulan, memberikan tugas kepada peserta didik serta adanya penilaian akhir.

Dari penjelasan tentang ceramah di atas, dapat ditegaskan kembali bahwa yang dimaksud dengan metode ceramah dalam pembelajaran adalah salah satu metode pendidik dalam menyampaikan atau transfer materi pembelajaran dengan penuturan lisan secara langsung kepada peserta didik dan bisa disertai dengan penggunaan media untuk membantu peserta didik untuk tetap fokus, mencapai kompetensi dan menuntaskan indikator pembelajaran yang telah ditetapkan agar peserta didik dapat memiliki pemahaman dan menerapkannya dalam kehidupan sesuai dengan ajaran Islam.

Metode ceramah ini adalah metode yang sering kali digunakan untuk mentransfer ilmu pengetahuan. Dan tentu kembali pada dasar manusia yang tidak sempurna begitu pula dengan ide, hasil rancangan, pemikiran, ataupun metode yang diciptakan oleh manusia tidaklah sempurna. Dan oleh karena itu pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Metode ceramah memiliki kelebihan yang memungkinkan dapat dipergunakan oleh guru dalam mengajarkan materi di setiap kegiatan pembelajaran. Mengetahui kelebihan metode ini menjadi langkah awal bagi seorang guru dalam mempertimbangkan penggunaannya sekaligus mempersiapkan bahan-bahan terkait. Ada beberapa kelebihan metode ceramah dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, yaitu:

Pertama, guru menguasai arah pembicaraan seluruh peserta didik di dalam kelas. Guru juga dapat lebih memperbanyak dan memperluas cakupan materi. Guru juga bisa dengan bebas memberikan penekanan pada suatu materi yang mana dikira hal itu memang sangat penting untuk dipahami sepenuhnya oleh peserta didik. Kalau kelas sedang berdiskusi, sangatlah mungkin bahwa seorang peserta didik mengajukan pendapat yang berbeda dengan anggota kelompok yang lain, hal ini dapat mempengaruhi suasana dan diskusi jadi berkepanjangan bahkan sering menyimpang dari pokok bahasan. Tetapi pada metode ceramah hanya guru yang berbicara, maka ia dapat menentukan sendiri arah pembicaraan.

Kedua, organisasi kelas sederhana. Dengan ceramah, persiapan satu-satunya bagi guru adalah buku catatannya. Pada seluruh jam pelajaran ia berbicara sambil berdiri atau kadang-kadang duduk. Cara ini paling sederhana dalam hal pengaturan kelas, jika dibandingkan dengan metode demonstrasi dimana guru harus mengatur alat-alat. Atau dibandingkan dengan kerja kelompok, dimana guru harus membagi kelas ke dalam beberapa kelompok, ia harus merubah posisi kelas.

Ketiga, guru mudah menggorganisasikan tempat duduk peserta didik/kelas. Pengorganisasian tempat duduk peserta didik menjadi persoalan penting untuk diperhatikan guru pendidikan agama Islam. Ketertiban tempat duduk peserta didik dalam penggunaan metode ceramah dapat menjadikan suasana pembelajaran lebih tertib dan nyaman. Dengan metode ceramah yang digunakan oleh guru pendidikan agama Islam, maka pengorganisasian tempat duduk peserta didik lebih mudah dikontrol dan ditertibkan.

Keempat, dapat diikuti oleh jumlah murid yang banyak/besar. Terkadang mengajar peserta didik dengan jumlah besar menjadi kendala dalam penyampaian materi. Maka metode yang tepat dipergunakan dalam situasi kelas besar ini adalah metode ceramah. Jadi hal ini perlu diperhatikan oleh guru dalam mengajarkan materi dengan metode ceramah. Metode ceramah lebih efektif dipergunakan dibanding dengan metode lainnya dan inilah sekaligus yang menjadi keunggulannya.

Kelima, lebih mudah mempersiapkan dan melaksanakan metode pendidikan ceramah ini. Persiapan untuk menggunakan metode ini lebih mudah dibanding dengan metode lainnya. Cukup dengan membaca dan membuat kerangka materi sesuai dengan indikator pelajaran, guru sudah dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik. Pelaksanaannya pun tidak rumit hanya menyampaikan saja apa yang telah dipersiapkan tadi kepada peserta didik.

Keenam, biaya lebih murah dan dapat sekaligus untuk murid yang banyak. Penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran tentu tidak memerlukan biaya yang banyak. Sebab alat utama dalam proses penggunaan metode ini adalah lisan yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT. Maka seorang guru yang akan mengajarkan materi dapat saja dengan mudah menggunakan metode ini karena tidak harus dengan biaya yang mahal.

Di samping kelebihan terdapat pula kekurangan dalam metode ceramah. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam penggunaan metode ceramah dalam pengajaran pendidikan agama Islam. Hal yang harus diperhatikan ini merupakan bagian terpenting untuk dihindari sekaligus sebagai kelemahan dari metode ceramah. Terdapat beberapa kelemahan metode ceramah ini dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam, yaitu:

Pertama, guru tak dapat mengetahui sampai dimana peserta didik telah mengerti pembicaraannya. Kadang-kadang guru beranggapan bahwa kalau para peserta didik duduk diam mendengarkan atau sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, berarti mereka telah mengerti apa yang diterangkan guru. Padahal anggapan tersebut sering meleset, walaupun peserta didik memperlihatkan reaksi seolah-olah mengerti, akan tetapi guru tidak mengetahui sejauh mana penguasaan peserta didik terhadap pelajaran itu. Oleh karena itu segera setelah ia berceramah, harus diadakan evaluasi, misalnya dengan tanya jawab atau tes.

Kedua, kata-kata yang diucapkan guru, ditafsirkan lain oleh peserta didik. Dapat terjadi bahwa peserta didik memberikan pengertian yang berlainan dengan apa yang dimaksud oleh guru. Kiranya perlu kita sadari bahwa tidak ada arti yang mutlak untuk setiap kata tertentu.

Ketiga, cenderung membuat peserta didik kurang kreatif dan kurang memberi ruang bagi para siswa untuk mengembangkan kreativitas. Materi yang disampaikan hanya mengandalkan ingatan guru, kemungkinan adanya materi pelajaran yang kurang sempurna diterima oleh peserta didik, serta kesulitan dalam mengetahui sebarapa banyak meteri yang telah dipahami oleh peserta didik, dan pembelajaran cenderung verbalistik dan kurang merangsang.

Keempat, Kurangnya kemampuan guru dalam berorasi yang baik akan membuat peserta didik cepat bosan dan menyebabkan otak dari peserta didik bergerak pasif hingga mengakibatkan mereka mengantuk dan tidak bisa menyerap ilmu yang disampaikan oleh guru.

Oleh karena itu dalam penggunaan metode ceramah ini sebaiknya guru harus mempersiapkan diri dengan matang. Guru harus betul-betul telah menguasai materi dengan baik, dilengkapi dengan penggunaan media, serta menggunakan teknik dan pendekatan pengajaran yang bervariasi untuk mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

Arief, Armai. Pengantar Dan Metodologi Pendidikan Islam. 1st ed. Jakarta: Ciputat Pers, 2002.

Nata, Abuddin. Perspektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran. 2nd ed. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011.

Tambak, Syahraini. “Metode Ceramah: Konsep Dan Aplikasi Dalam  Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.” Jurnal Tarbiyah 21, no. 2 (2014): 375–401.

Wirabumi, Ridwan. “Metode Pembelajaran Ceramah.” Annual Conference on Islamic Education and Thought 1, no. 1 (2020): 111.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar