Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

ILMU JIWA: MODAL GURU DALAM MEMBIMBING ANAK DIDIK

sumber : merdeka.com

Oleh: Siti Laila ‘Ainur Rohmah


Menjadi seorang guru itu sebuah profesi mulia yang mengemban amanah besar untuk mendidik serta mentransfer ilmu di sekolah kepada anak didik sebagai bekal kehidupan di masa depan. Maka tak heran jika guru termasuk unsur terpenting dalam pendidikan di sekolah. Guru yang pandai, bijaksana, penuh keikhlasan serta memberikan sikap positif terhadap pekerjaannya, maka akan dapat membimbing anak-anak didiknya dengan baik dan mendapat respon positif dari mereka. Sebaliknya, jika guru yang tidak bijaksana dan tidak ikhlash dalam menunaikan peerjaannya akan berdampak negatif baik dari segi arti maupun kemanfaatan pendidikan bagi anak didik.

Hal yang tidak boleh dilupakan juga bagi seorang guru bahwasanya anak datang ke sekolah untuk belajar, belum tentu atas dasar kemauannya sendiri, tetapi kemungkinan hanya sebatas memenuhi keinginan orang tuanya. Anak didik di posisi ini bahkan tidak merasakan kebutuhan pelajaran yang diberikan kepadanya, karna dia hanya sekadar menjalankan tugas yang seharusnya dia lakukan seperti mendengarkan dan memperhatikan pelajaran yang diterangkan oleh guru. Di sisi lain, ada anak yang bahkan enggan mengikuti pelajaran tapi dia tidak mampu mengungkapkannya. Sehingga membuatnya terdiam dan terpaksa untuk duduk mendengarkan penjelasan guru dengan hati yang terbuka. 

Seandainya guru menyadari hal-hal itu, maka ia akan berusaha memperbaiki sikap jiwanya terhadap tugas berat yang dipilihnya serta meningkatkan kemampuannya untuk dapat melaksanakan tugas pendidikan dengan baik. Di samping itu, seorang guru penting untuk meningkatkan pengetahuannya tentang berbagai ilmu yang diperlukan dalam tugasnya serta lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran, termasuk pembinaan karakter anak didik menjadi perhatian bagi guru di sekolah. 

Masalah lain yang juga perlu difahami oleh guru, bahwa hubungan murid dan guru tidak hanya dari faktor-faktor di atas, melainkan juga terdapat faktor-faktor dari luar yang tidak disadari oleh guru tersebut, yaitu pengaruh keadaan yang sedang dihadapi masing-masing guru dan murid di sekolah, serta keadaan yang sedang dihadapi keduanya di luar sekolah. Misalnya ada anak yang mempunyai pengalaman pahit di rumah karena tindak kekerasan dan kekejaman orang tuanya, sehingga ketika di sekolah dia memantulkan rasa negatifnya itu kepada guru yang dalam fikirannya dikira sama dengan orang tuanya. Akibatnya anak tersebut akan bersikap acuh tak acuh terhadap pelajaran yang diberikan oleh guru bahkan dia pun ikut memberontak terhadap peraturan sekolah.

Guru jangan sampai menghadapi kelakuan dan sikap anak didik dengan keras atau dengan cara yang bahkan menambah rasa kebenciannya terhadap guru di sekolah. Namun, alangkah lebih baiknya guru dapat bersikap dengan lapang dada dan berusaha memahami latar belakang sikap anak didiknya, agar dapat dibantu untuk mengatasi kesulitan yang mungkin sedang dialaminya baik dalam belajar di sekolah maupun hubungannya dengan orang tua. Meskipun di sisi lain guru pun mungkin mempunyai latar belakang dan persoalan yang menjadi pengaruh terhadap pekerjaannya baik dari faktor eksternal dan internal guru itu sendiri. 

Berbagai masalah dan rintangan dapat terjadi dalam mencapai tujuan pendidikan yang direncanakan. Maka semua masalah baik yang terdapat pada anak didik maupun guru seharusnya diketahui, dimengerti dan datasi dengan baik dengan bekal ilmu jiwa dengan berbagai cabangnya yang perlu dikuasai oleh guru. Hubungan antara guru dan anak didik hendaknya berdasarkan pengertian dan kasih sayang, sehingga mereka hormat dan sayang kepada gurunya, bukan malah takut bahkan membenci. Dari hubungan yang baik inilah mampu membantu kecintaan anak terhadap pelajaran yang diberikan kepadanya sehingga akan berdampak juga pada hasil pendidikan yang jauh lebih baik. 


Pondok Pesantren Darun Nun Malang

 Referensi : Daradjat, Zakiah. 1996. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Bulan Bintang.




Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar