Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MAKAM SYEKH MUDZAKIR YANG TIDAK TENGGELAM

Sumber : pribadi


Oleh : Daiyatul Choirot

Berziarah di makam waliyullah Syekh Mudzakir atau sering kita sebut dan kita kenal dengan mbah Mudzakir ini berbeda nuansa nya dengan berziarah ke makam waliyullah lainnya, selain tempatnya yang berbeda yakni berada ditengah-tengah laut, untuk menuju ke makam waliyullah ini harus menggunakan perahu agar sampai ke tempat, tetapi juga ada jalan alternative lainnya yaitu jembatan kayu yang menghubungkan dari daratan kearah tengah lautan tepat dimana makam tersebut terletak, yang mana untuk menuju kesana para peziarah harus jalan kaki ketika pulang dari pesarean jika tidak ada para tukang ojek yang mangkal dengan jarak tempuh antara kurang lebih sekitar 2 km dari daratan menuju ke lautannya. Makam ini biasanya disebut dengan makam terapung mbah Mudzakir yang terletak di Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung.

Makam keramat ini terletak sekitar 20 meter dari arah utara pulau Blekok, Pulau Blekok ini adalah daratan yang mana dulunya adalah perkampungan warga, akan tetapi qadarullah akibat abrasi kini daratan itu makin terkikis dan terpisah dari desa Bedono Kecamatan Sayung. Dan saat ini daratan tersebut ditumbuhi pepohonan mangrove yang mana didalamnya dihuni oleh burung blekok (kuntul). Makam Syekh Mudzakir ini sendiri hampir setiap saat terkena dampak abrasi dari laut Jawa, akan tetapi pihak pengelola makam masih terus berupaya untuk meninggikan serta melebarkan jalan dan akses menuju makam beserta makamnya, dan Alhamdulillah saat ini kondisi bangunan dan akses sudah mulai membaik dan semakin nyaman ketika menuju ke tempat pesarean.

Dalam cerita sejarah, Syekh Mudzakir ini adalah salah satu pejuang kemerdekaan pada zamannya. Beliau hidup kisaran tahun 1878-1950 Masehi. Beliau berasal dari desa Wringinjajar Kecamatan Mranggen kemudian menyebarkan islam dan menetap di pesisir pantai Sayung tersebut. Konon mbah Mudzakir ini adalah santri dari Kyai atau Mbah Saleh Darat, Semarang. Dulu saat masih zaman Belanda Syekh Mudzakir pernah dikejar-kejar oleh pasukan Belanda, akan tetapi beliau sulit ditemukan lantaran beliau memiliki ilmu Linuwih (Bisa Menghilang). Dan kalau mau ditembak pun, pistol yang dipakai orang Belanda tersebut tidak mampu untuk meletus.

Makam Syekh Mudzakir ini diyakini cukup istimewa, karena meski diatas lautan, makam tersebut hingga kini tidak bisa tenggelam, dan seperti yang telah kita ketahui, makam beliau ini kini dikepung oleh air laut. Sebelumnya bangunan makam ini masih menyatu dengan daratan yang mana yang disebut dengan desa Blekok Dusun Tambaksari, akan tetapi abrasi yang bertahun-tahun mengakibatkan makam tersebut terpisahkan dengan pulau tersebut, dan WaAllahu A’lam sampai sekarang makam tersebut masih kokoh berada ditengah-tengah lautan.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar