Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Larangan Belanja Pakai Kantong Plastik, Apakah Jadi Solusi ?




Oleh : Ahmad Jaelani Yusri

Pagi hari itu, seperti kebanyakan orang. Aku menggerakkan kakiku melangkah menuju warung terdekat. Setelah memilih beberapa barang untuk dibeli, akhirnya aku menuju meja kasir untuk membayar itu semua. Ibu yang berada di kasir sontak bertanya “ Tanpa plastik apa enggak mas?”sambil menatapku dengan serius. Lalu kujawab “iya bu pake plastik”.

Tetiba,“lain kali bawa kantong sendiri ya mas”Jawabnya dengan nada tinggi dan bermuka agak jutek. Dengan malu, akhirnya aku tetap mengambil plastik tersebut.

Dari pengalamanku yang baru saja dialami menjelaskan bahwa kesadaran masyarakat untuk mengurangi pemakaian plastik sebenarnya sudah muncul dan sudah ada tindakan. Aktivitas masyarakat yang tinggi tentunya akan menghasilkan limbah yang banyak pula. Terutama dari kegiatan pemasaran. Terlebih lagi di jaman sekarang ini, pemasaran lewat online tentu membutuhkan packing yang membuat pesanan aman sampai tujuan. Jual-beli online sudah menjadi kebiasaan di masyarakat kita. Tentunya limbah plastik sekali pakai dari packing juga akan meningkat seiring intensitas jual-beli yang tiada henti.

Kita tau bahwa plastik merupakan matetrial yang sulit untuk terurai baik itu di tanah maupun diperairan. Bila dibakarpun akan menimbulkan residu berupa asap yang mengganggu pernapasan. Dan cara terakhir ini sering menjadi alternatif yang agak sedikit positif ketimbang membuangnya di perairan. Lalu apa saja yang bisa kita lakukan sebagai orang-orang awam ?

Cara sederhana untuk menanggulangi sampah plastik yang terus menggunung adalah Re-Use yaitu menggunakan kembali kantong plastik yang sudah dipakai. Cara ini sebenarnya sangat terbilang sederhana. Tak perlu rumus, tak perlu usaha yang besar dan tak perlu uang yang banyak. Dari kantong plastik yang terus menerus dipakai ulang tentu akan mengurangi plastik-plastik yang berkeliaran di selokan, taman, jalanan dan kebun-kebun. Jika hal ini terus didawankan, maka resiko pencemaran akan semakin berkurang.

Berkaca akan perkara plastik, kembali lagi ke masalah etika. Dalam ranah ini adalah etika lingkungan. Etika lingkungan merupakan alternatif menyelamatkan lingkungan, sumber daya alam dan ekosistem. Etika lingkungan adalah refleksi kritis tentang norma dan nilai atau prinsip moral yang dikenal umum selama ini dalam kaitannya dengan lingkungan hidup.Lalu etika lingkungan juga merupakan kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya. Dengan begitu etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga.

Sadar atau tidak, kehidupan kita tak bisa lepas dari lingkungan yang kita tempati. Jika kita baik terhadapnya, maka lingkungan akan berbuat baik pada kita sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an Surah al-Isra Ayat 7:

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ

Artinya: Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,




Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar