Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KONFLIK BERKEPANJANGAN ISRAEL DAN PALESTINA

Source image: Ilustrasi-Konflik-Palestina-Israel.jpg (640×360) (idtoday.co)

Oleh Fitriatul Wilianti

Kehidupan masyarakat sosial tidak akan lepas dari istilah konflik. Sebuah konflik dapat terjadi karena adanya pertemuan antar dua atau lebih suku bangsa dalam suatu wilayah (pemukiman), kemudian terjadi kontak atau interaksi antara mereka, baik interaksi langsung secara fisik atau melalui lambang i(simbol-simbol). Dengandemikian, sebagai masyarakat sosial yang memiliki unsur kebudayaan, interaksi-interaksi tersebut juga dapat berakhir dengan pertentangan atau perselisihan. Kondisi-kondisi sosial seperti ini selalu terjadi karena terdapat kepentingannyang iberbeda-beda idalam masing-masing kelompok atau etnis idalam masyarakat tersebut. iDan ikarena ikepentingan-kepentingan yang berbeda itulah yangimenjadikan imasing-masing pihak ingin mengklaim wilayah atau daerah kekuasaannya agar lebih memperkuat kedudukan mereka sebagai sebuah komunitas kuat idanitidak bisa diganggu gugat[1].

Timur tengah merupakan sebuah wilayah yang secara politis dan budaya termasuk dalam benua Asia. Yang didalamnya negara-negara atau daerah-daerah dikenal sering berselisih (sering terjadi konflik). Beberapa negara yang saat ini berselisih di timur tengah yaitu ada negara Arab Saudi dan Iran, Arab dengan Israel Kemudian yang saat ini sedang hangat-hangatnya adalah konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Konflik antara Israel dan palestina sudah bermula sejak tahun 1800 akhir. Konflik antara Israel dan Palestina mulai terjadi ketika pasca Perang Dunia I. Yang dimana negara Inggris sebagai pemenang Perang Dunia I memberikan wilayah kepada bangsa Yahudi dalam Deklarasi Balfour (1917)[2]. Dalam peristiwa itu, bangsa Yahudi menganggap bahwa kawasan Palestina merupakan tanah air mereka. Dan disisi lain, masyarakat Islam Palestina mempunyai pendirian tersendiri terkait masalah wilayah tersebut[3]. i

Oleh karenanya, sejak saat itu konflik antara Israel dan Palestina dimulai dan masih terjadi sampai sekarang ini. Konflik Israel dan Palestina adalah suatu konflik yang paling lama berlangsung di wilayah Timur Tengah selain Perang Salib. Konflik antara kedua negara ini tida hanya terlihat dari kejadian lima atau sepuluh tahun kebelakang. Akan tetapi konflik ini sudah merambah ke dunia internasional. Dalam pandangan dunia, konflik berkepanjangan antar Israel Palestina ini selalu menjadi bahan perbincangan yang aktual dan selalu dibahas. Adapun suatu tindakan yangisudah dilakukan oleh dunia internasional yaituidenganimenjadikan peristiwa ini sebagai isu hangat yang aktual dan selalu pantas untuk dijadikan berita. Sehingga hal tersebut tidak hanya sebagai cara agar dunia tahu apa yang terjadi mengenai konflik antara Israel dan Palestina akan tetapi juga agar semakin banyak pihak lain yang dapat memberi solusi (Herman dan Nurdiansa. 2010: 155).

Berdirinya negara Israel telah memunculkan masalah berkepanjangan antara Israel dan Palestina, karena dalam sejarahnya tanah Israel merupakan tanah Kan’an yang kemudian menjadi tanah Palestina. Maksudnya adalah bahwa negara Israel telah didirikan dalam kawasan negeri Palestina. Masalah kedua negara ini akhirnya menimbulkan masalah besar dalam dunia Islam karena terkait dengan perebutan wilayah Baitul Maqdis. Keberhasilan bangsa Israel dalam mendirikan negara pada kawasan Palestina dibantu oleh kekuatan gerakan pemikiran dan ideologi yang diberi nama Zionisme. Gerakan Zionisme inilah yang telah menyulut api konflik berkepanjangan dan menjadikan permusuhan turun-temurun di tanah Palestina yang isampai sekarang masih bergejolak[4]. (Satrianingsih. 2016: 173-174).

Zionisme adalah suatu aliran yang diciptakan oleh orang-orang Yahudi untuk kembali ke Palestina yang didasarkan pada nama agama, dimana Palestina memiliki makna yang sangat penting dalam hal agama dan sejarah bangsa Yahudi[5]. Oleh karena iitu mereka mempunyai cita-cita mendirikan sebuah negara yang bernama Israel di tanah Palestina melalui perantara aliran zionisme tersebut[6]. Secara umum penyebab terjadinya konflik antara Israel dan Palestina adalah sebagai berikut:

1.     Perebutan kota Yerusalem i\yang menurut bangsa Yahudi adalah kota suci

      Pada Tahun 1897 orang-orang Yahudi ingin kembali ke Tanah Yang telah dijanjikan oleh tuhan mereka (tanah Palestina)[7]. Dan harapan mereka untuk dapat kembali ke “Tanah yang iDijanjikan" tersebut dan mendirikan negara Israe suatu isaat nanti disana tidak pernah hilang dipikiran orang-orang Yahudi. Oleh karenanya Aliran Zionisme telah dipupuk di berbagai pusat Diaspora (penyebaran) di sepanjang sejarah, Hingga pada abad ke-19 M, banyak orang Yahudi yang datang ke Palestina untuk bermukim di kota Yerusalem, Tiberias, dan \Safed[8]. Sebagian dari mereka dikenal dengan bangsa Yahudi Halukah (amal) yang dibantu oleh dukungan dana dari luar negeri. Kerinduan orang-orang Yahudi untuk kembali ke Zion amat kuat di antara mereka yaitu orang-orang Yahudi Rusia dan Eropa Timur, mereka banyak menderita akibat berbagai penganiayaan oleh negara luar[9]. 

 

2.      Inggris Memfasilitasi bangsa Yahudi untuk menduduki Palestina

      Keinginan bangsa Yahudi untuk menguasai Palestina tidak ihanya karena keyakinan dari pernyataan agama bahwa negara palestina adalah tanah yang telah dijanjikanituhan. Tetapi juga karena ada campur tangan pihak lain, yaitu karena Inggris mengeluarkan pernyataan agar bangsa Yahudi bebas memasuki dan perlahan-lahan menguasai Palestina. Sedangkan bangsa Palestina sendiri tidak bisa melakukan perlawanan (menolak) keputusan Inggris, karena secara tidak langsung negara Palestina adalah di bawah kepemimpinan Inggris dan termasuk dalam golongan negara dengan militer yang lemah. Karena itulah Inggris memberikan tawaran kepada orang-orang Israel untuk mulai menduduki beberapa wilayah yang ditawarkan pada mereka.

3.      Dibentuknya organisasi HAMAS sebagai organisasi pembela Palestina

      Walaupun tidak mendapatkan perhatian dari pemerintahan dunia, bukan berart bangsa Palestina hanya berdiam diri dan tidak melakukan perlawanan apapun. Akan tetapi ada sebuah gerakan yangitelah mereka bentuk untuk mengerahkan segala daya upaya untuk menyatukan rakyat iPalestina idan imembela idiri idari iserangan iorang-orang iIsrael. iGerakan iini idinamai iHamas. Hamas ini dibentuk atas dasar ikeinginan balas dendam dan menghancurkan bangsa Israel. Hamas adalah gerakan (organisasi) terbesar di antara gerakan-gerakan Muslim Palestina lainnya.

4.      Menguasai Ekonomi melalui penaklukan kota Yerusalem

      Kota Yerusalem adalah kota yang mempunyai kandungan sejarah yang cukup menarik bagi seluruh kalangan, teruma bagi turis-turis pewisata rohani. Oleh karenanya, kota Yerusalem dianggap sebagai kota yang sangat berpotensi untuk menaikkan devisa negara dari sektor pariwisata. Karena alasan itulah, bangsa Israel memfokuskan keinginan mereka untuk menguasai kota Yerusalem atas dasar mereka akan mendapatkan banyak keuntungan jika berhasil menguasai dan mengembangkan kota Yerusalem sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di dunia yang akan banyak dikunjungi pariwisata. dengan mereka menguasai dan menduduki kotaYerusalem/Palestina, maka bangsa mereka akan memperoleh banyak pemasukan dari kota Yerusalem tersebut. Keuntungan ini dianggap sangat penting untuk membangun negara mereka agar lebih baik lagi di bidang politik dan kemiliteran[10].

5.      Faktor Politik

      Alasan lain penyebab peperangan antara Palestina dan Israel ini adalah karena adanya unsur politik yang amat kental. Kedudukan Israel telah dianggap sebagai pemerintahan yang paling baik diantara keseluruhan negara-negara disekitarnya. Oleh karena itu, langkah selanjutnya adalah untuk melanjutkan perjuangan pengembangan negara yaitu dengan cara iuntuk  terus menguasai wilayah-wilayah kecil yang berpotensial seperti Palestina contohnya. Dengan menguasai wilayah Palestina ini dapat menunjukkan bahwa Israel merupakan negara yang paling hebat, baik dari segi militer atau dari segi angkatan bersenjata yang terbaik.

 

 



[1] Situmorang, iHandri iPutra iJaya. iDkk. iAnalisis iWacana iKritis iVan iDijk iTerhadap iBerita iSerangan iTentara iIsrael iDi iJalur iGaza iPada iHarian iKaltim iPost. Hlm. 124.

[2] ihttps://www.islampos.com/deklarasi-balfour-batu-loncatan-negara-yahudi-di-palestina-53019/

[3] ihttps://www.icc-ibcc.org/2021/03/awal-mula-terjadiinya-konflik-antara-israel-dengan-palestina/.

[4] Satrianingsih, iAndi. iSejarah iZionisme iDan Berdirinya iNegara iIsrael. iDalam iJurnal iAdabiyah. iUniversitas iMuhammadiyah iMakassar. Tahuni2016. Hlm 173-174.

[5] ihttps://www.kompasiana.com/panjiharyadi/5a3110c2caf7db32e700b332/memahami-zionisme-awal-mula-konflik-israel-palestina

[6] Noor, iYusliani. iSejarah iTimur iTengah i(Asia iBarat iDaya). iPenerbit: iOmbak. iYogyakarta, i2014. Hlm. 322.

[7] ihttps://www.kompas.com/tren/read/2021/05/17/160000165/3-alasan-mengapa-konflik-israel-palestina-sulit-didamaikan

[8] ihttps://www.kompasiana.com/acengimam/54f6b2eda33311de5b8b4680/sejarah-yahudi

[9] ihttps://www.kaskus.co.id/thread/5dae9dd1b84088620e244ce6/selayang-pandang-tentang-zionisme-dan-protokol-zionis

[10] ihttps://hukamnas.com/penyebab-perang-israel-dan-palestina




Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar