Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Doa Untuk Mayyit Tidak Sampai di Akhirat

Oleh Hariski Romadona S

Ternyata ada benarnya juga kalau ada orang yang mengatakan bahwasanya doa untuk mayyit orang Islam itu tidak akan sampai ke akhirat.

Malam minggu tiba dan para jomblo sedang memikirkan mau ngapain ketika malam seperti ini tiba. Dan akhirnya Abdul mengajak Gus Dani untuk ngopi di tempat biasa. Kebetulan ia juga ingin curhat tentang yang menjadi keresahanya saat itu.

“Gus aku mau curhat Gus, “kata Abdul kepada Gus Dani memulai curhatnya

“Iya Dul, gimana-gimana? Aku siap mendengarkanya dengan khusyu’” Jawab Gus Dani sambil agak sedikit tersenyum.

“Seminggu yang lalu adalah 1000 harinya kematian pakdhe saya Gus. Saya sama keluarga ke sana untuk melaksanakan dzikir fida’. Usai acara, saya mendengar orang-orang kampung sana lagi nongkrong dan mengatakan kalau doa untuk mayyit itu tidak akan samapai ke akhirat Gus. Itu bid’ah.” Kata Abdul.

Gus Dani terkekeh mendengarnya.

“Kok tertawa Gus? emang ada yang lucu ta ?” Abdul sedikit marah

“Eh maap Dul, Bukan begitu maksudku. Sebenarnya ada betulnya juga orang-orang itu” Kata Gus Dani

Abdul pun terkaget-kaget.

Astaghfitullah Gus. Serius, Gus? Doa untuk mayit di akhirat itu nggak bakal sampai ? Njenengan niku tiang NU lho Gus” tanya Abdul.

“Iya Dul, beneran doa mayyit di akhirat itu tidak akan sampai.” Gus Dani meyakinkan

 “Lho, bukanya kalau meninggal itu yang jadi bekal itu tiga Gus? Doa anak sholeh, amal jariyah, dan ilmu yang bermanfaat selama di dunia. Itu kan hadis shoheh Gus?” Tanya Abdul penasaran.

Gus Dani tersenyum.

“Gini Dul, tak kasih inpo. Biar ndak salah paham kita. Sebelumnya, kamu sudah tau belum sih apa arti alam akhirat itu?” Tanya Gus Dani

“Ya tau lah Gus, anak SD juga tau” Abdul terkekeh

“Apa coba artinya?” Tanta Gus Dani

“Alam akhirat adalah alam sesudah alam dunia Gus” Jawab Abdul yakin

“Kan salah kan kamu, bukan itu artinya Dul” Kata Gus Dani

“Ya Allah. Kalau begitu apa dong Gus artinya?” Abdul penasaran

“Makanya kalau ngaji jangan tidur mulu Dul-Dul. Alam sesudah alam dunia itu masih ada alam sebelum sampai ke alam akhirat. Yakni ada alam kubur, alam barzah yang mana disebut dengan alam perantara. Alam perantara artinya di mana masih ada orang yang hidup dan ada orang yang sudah mati. Beda dengan alam akhirat” Kata Gus Dani.

Abdul terlihat bingung mendengar penjelasan Gus Dani

“Jadi alam akhirat itu, adalah alam sesudah kiamat terjadi. Alam di mana tidak ada satu makhlukpun hidup. Bahkan malaikat sekalipun. Semua yang ada di sana pastilah mengalami kematian.”Imbuh Gus Dani

“Lalu hubunganya dengan doa apa Gus?” Tanya Abdul

“Ya berarti karena di alam akhirat semua makhluk sudah meninggal, maka ketika ada yang nyeletuk doa untuk mayyit tidak sampai ada benarnya. Ya memang benar sih. Soalnya kan sudah tidak ada satupun makhluk yang hidup untuk mengirim doa. Semua doa dan amal ketika di akhirat sudah tidak berlaku lagi, dikarenakan pintu atau catatan amal sudah ditutup. Jangankan mendoakan orang lain, untuk diri sendiri saja sudah ndak bisa” Kata Gus Dani

“Wohhh begitu Gus” Abdul tertawa dan tidak ada lagi perasaan jengkel terhadap pembicaraan waktu itu. Ia kesal serasa dikerjain.

“Trus Gus, kalau gitu seharusnya sudah tidak ada lagi perdebatan antara yang masih tahlil dengan tidak Gus? Tanya Abdul penasaran.

“Yang jadi perdebatan itu caranya Dul. Bahwa orang yang menolak amalanmu itu nggak sepakat sama caranya itu mungkin. Yang pakai 7 hari, 40 hari, 100 hari, atau 1000 hari. Tidak sepakat di bagian itu saja, kalau soal doa untuk mayit, bahkan yang Wahabi pun juga melakukannya.”

 “Hah? jangan bercanda lah Gus masalah kayak gini ni. Jangan sembarangan lho” Kata Abdul

Gus Dani mengakak

“Lho aku serius ini Dul. Aku kan pendengar setia ngajinya Gus Baha. Beliau pernah ngendikan, Kalau doa untuk mayyit itu ndak ada, maka sholat jenazah itu juga ndak ada. La wong isi bacaan dalam sholat jenazah itu prinsipnya adalah doa untuk mayyit. Kan wahabi juga melakukan sholat jenazah.” Kata Gus Dani

“Kalau begitu yang dibilang sama orang-orang bid’ah-bid’ah itu apa Gus?” tanya Abdul

“Dari segi caranya Dul. Ada yang menganggap itu bagian dari amalan ibadah. Seperti amalan rukun islam yang harus ada syarat rukunya. Yang satu menganggap bahwa doa untuk mayyit bisa dikombinasi pakai banyak cara dan model. Golongan ini menilai bahwa ibadah itu banyak cara dan modelnya (lebih cair). Yang menjadi masalah itu golongan yang merasa lebih baik dari yang lain. Selain itu, kalau tidak saling memusuhi ya fine-fine aja kok”. Kata Gus Dani

Abdul terheran-heran dan membatin dalam hati, kok seluas ini ya ilmu Gus Dani

“Sebenarnya amalan untuk mayyit itu banyak cabang-cabngnya Dul, bukan hanya doa saja” kata Gus Dani

“Cabang gimana Gus? kayak pohon brarti ada cabangnya ? hehe” Kata Abdul

“Ya semisal ternyata Pakdhemu punya utang, la yang ngelunasi kamu. Atau juga ketika Pakdhemu punya nadzar semasa hidupnya, lalu kamu yang menggantikanya.” Kata Gus Dani

Abdul hanya manggut-manggut

“Pada intinya, semua itu menandakan bahwa semua muslim dari aliran apapun percaya kalau doa untuk mayyit itu sampai, karena si mayyit kan masuh di alama barzah, belum di akhirat.” kata Gus Dani

“Muantep bener Gus, aku sekarang jadi paham soal beginian. Matur suwun Gus” kata Abdul

“Nggeh sami sami Dul. Ini aja aku juga dapet dari ngajinya Gus Baha’. Makanya Dul kalau nonton youtub jangan hanya yang jedag jedug aja Dul. Ya diselingi dengan nonton yang pengajian agar hati ini tidak kering” Pungkas Gus Dani

“Nggeh Gus, sami’na wa atho’na.”

Mereka bedua menyeruput kopi yang sudah dingin karena saking asiknya mengobrol.




Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar