Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Cerai Haram Nggak ? Kalau Cerai, Lantas Jodoh Kita Siapa?



Harisq

Kita sering mendengar kalimat berikut “ udah nikah aja, rezeki akan kebuka lebar kalau udah nikah”. Untuk menjawab atau menanggapi kalimat tersebut yakni kunci yang pertama adalah mampu. Tetapi memang di dalam Al Quran terdapat rezeki-rezeki khusus yang Allah berikan kepada orang yang menikah. Allah berjanji apabila seseorang sudah menikah maka akan ditambah rezekinya. Tapi sebelumnya kita merasa belum mampu maka kita boleh atau pending dulu menikahnya, sampai kita merasa mampu. Namun beda lagi ketika ia belum mampu, semisal belum ada pekerjaan tetap namun ia berjanji akan berusaha dengan sekuat tenaga agar bisa nantinya ketika menikah sanggup memenuhi kebutuhan keluarganya.

Menikah adalah sesuatu yang sakral, maka kita tidak boleh bermain-main atasnya. Karena bisa saja hubungan rumah tangga itu bisa retak dan berujung pada sesuatu yang dinamakan dengan perceraian. Perceraian memang hukumnya boleh namun adalah perbuatan yang dibenci Allah. Bahkan beberapa kondisi atau hal cerai itu menjadi wajib. Semisal suami dhalim atau melakukan KDRT maka itu boleh cerai, istri dan anak tidak dinafkahi selama 3 bulan.

Kita jangan berpikiran bahwa jodoh itu adalah orang yang sudah ditentukan ini, dan kalau bukan ini berarti bukan jodoh kita. Jodoh itu ialah siapapun yang kemudian kita ketemu kita cocok, ada perasaan senang ketika melihatnya, dan itu pilihan kita ditambah kita sudah merasa mampu maka itulah jodoh kita. Maka tidak ada istilah jodoh kita sudah kelewat. Dikatakan kelewat itu dikarenakan kita belum matang atau belum siap, karena kita masih bekerja, merintis karir. Maka dari situlah syarat syarat menikah harus dipenuhi dahulu atau sudah matang. Kalau ingin menikah ya serius ingin mencari pasangan hidup, berdoa dan berusaha maka Insya Allah akan ditunjukkan jalan oleh Allah SWT. Maka tidak ada istilah jodoh sudah kelewat. Jadi jodoh itu bukan ditentukan orangnya missal jodohnya si Fulan adalah Fulanah.

Kita memang tidak diperbolehkan pacaran, tapi juga tidak boleh menikah tanpa kenal. Ada kasus semisal kita merasa si A adalah jodoh kita, namun kita tidak dapat restu dari orang tuanya, itu jodoh atau bukan? Idealnya memang pernikahan itu direstui oleh kedua rang tua sebagai walinya. Namun dalam sebagian madhza, wali itu tidak dijadikan syarat dan rukun pernikahan. Hal tersebut untuk menunjukkan bahwa orang tua kalau anaknya sudah menemukan jodohnya dan baik orangnya maka ia harus merestui, jangan menghalang-halangi. Namun ketika bermadzab Syafi’i maka kita harus ada wali, karena itulah kita harus memperjuangkan. Memperjuangkan si dia untuk jadi jodoh aja bisa, masa memperjuangkan orang tua merestui ndak bisa. Kalau memang orangnya baik-baik, maka bisa diperjuangkan. Tinggal cara kita memperjuangkanya, dan bagaimana caranya ?

Pertama, jangan hanya banyak bicara namun lebih ke tindakan. Tunjukkan bahwa calon kita itu adalah pilihan terbaik kita. Dengan datang ke rumahnya, bertutur kata yang baik, memeperlihatkan kalau kita sudah siap menikah. Kedua, kalau berbicara atau menjelaskan pada kedua orang tua harus dengan adab atau tata krama yang baik, agar orang tau semakin yakin. Kalau tidak bisa melalui perkataan maka bisa dengan sikap. Karena terkadang orang tua itu menilai dengan emosi. Semisal kita berbicara dengan orang tua sambil mijitin kakinya dan berbicara dari hati ke hati maka Insya Allah diterima. Kalau gagal lagi, maka ngomong lewat orang yang dihormati sama orang tua. Misalnya lewat Kyai, Habib, Ustadz atau tokoh masyarakat. Karena kadang sesuatu itu akan diterima kalau yang ngomong itu adalah orang yang dihormati.

Jodoh itu kaitanya dengan dua hal, yang pertama yakni usaha. Dan yang kedua jodoh itu ada di tangan Tuhan makanya kita perlu dengan yang dinamakan doa. Maka dari itu kita perlu mendoakan diri kita sendiri agar mendapatkan jodoh terbaik. Gimana doanya ? di Al Quran banyak sekali doa-doa yang diajarkan misalnya

رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

Yang artinya Ya Allah  janganlah Engkau membiarkan aku hidup jomblo (sendiri) dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. Bagaimana kalau tidak bisa berdoa dengan bahasa arab ? solusinya ialah pakai bahasa apapun, karena doa terbaik adalah doa yang dibacakan dengan tulus. Kita berdoa dengan sedetail detailnya boleh karena kita punya Tuhan yang maha besar. Semisal “Ya Allah jodohkan saya dengan Dilan Ya Allah”.  Karena Allah sudah membukakan jalan ud’uni berdoalah maka akan Allah kabulkan. Yang penting kalau doanya sudah jelas minta Dilan namun tidak dikasih Dilan, maka kita harus tawakal dan bersyukur. Karena ketentuan Allah itu adalah yang terbaik buat kita.

Sudah menjadi tradisi di masyarakat kalau ada perempuan yang sudah berumur 24 belum menikah maka akan disebut sebagai perawan tua. Namun sebagai perempuan jangan terpengaruh dengan omongan-omongan tersebut. Jangan berfikir kalau teman teman kalian sudah gendong anak sedangkan aku kok belum. Kemampuan itu tidak ada ukuranya, umur tidak mempengaruhi, dan kitalah yang lebih tau diri kita sendiri. Kita tau kita udah siap atau belum untuk menikah, bahkan seumur hidup kalau tidak menikah tidak apa-apa kok. Banyak ulama’ yang tidak menikah, dan kalau merasa diri kita tidak mampu. Ada pertanyaan yang sering menghantui para pemuda diumur 24 tahun ke atas, “ kapan nikah ?” jangan bingung ketika ditanya seperti itu, kita cukup menjawab doakan saja ya, supaya kita banyak yang mendoakan.

Sebaiknya doa itu sendiri diimbangi dengan  hal-hal yang bisa mendukung doa kita, disamping usaha kita juga bisa memperbanyak sedekah. Membahagiakan hati orang lain itu bisa membuat orang mendoakan kita. Berziarah atau bersilaturahmi kepada saudara-saudara kita, itu juga mempermudah jodoh kita. Ziarah kubur, kita meminta wasilah atau melalui perantara kekasih Allah. Atau yang paling top itu ialah doa orang yang terdzalimi, jadi kalau ingin doanya cepet diijabah cari orang yang terdzalimi hehe.

Diolah dari penjelasan Habib Husein Ja'far


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar