Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Berbeda Dalam Persaudaraan, Bersaudara Dalam Perbedaan


Lihat gambar sumber
Sumber : mubadalah.com

    Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki berbagai yang memang punya banyak suku dan bahasa. Bahasanya kira kira ada 750 Bahasa lokal,walaupun sekarang sudah mau mati, tapi ada banyak juga yang masih bertahan. Tidak ada cara yang paling baik, yang paling efektif agar bangsa dan mengembangkan tidak lain yaitu toleransi. Hal yang kadang-kadang menyebabkan orang sukar toleransi ialah ia mau mengakui dirinya yang paling benar. Kalau dia beragama, dia mengkl aim agamanya yang paling benar. Boleh saja boleh bersikap itu tetapi juga diberi hak orang lain untuk bersikap yang sama. 

    Toleransi artinya mentolerir atau memberikan kebebasan. Memberikan kebebasan bukan berarti bebas semaunya namun ada batasanya. Batasnya adalah selama dia tidak terkait dengan ibadah atau agama. Kita sebagai umat Islam jangan terlalu cepat menghakimi orang longgar atau lemah agamanya. Semisal kepada pemerintah atau pejabat pejabat, semisal terhadap bupati, jika buoati diundang maka seharusnya kepada umat Islam, kristiani, hindu, budha  bahkan kepada nasrani bahkan kepada orang tidak beragama sekalipun, bupati tersebut harus tetap hadir. Bukan hadir karena keinginan pribadi,  tapi hadir sebagai kepala daerah yang harus mengayomi semua agama, dengan catatan hadir memberikan sambutan sebagai kepala daerah. 

    Memberikan penghormatan kepada warga negara yang berbeda agama tapi dengan catatan tidak boleh ikut beribadah. Orang muslim diundang diacara umat kristiani, maka panitia acara harus paham agama tamu yang diundang, begitu juga sebaliknya. Semisal Kabupaten atau wilayah yang minoritas muslim misalnya di Bali dan kebetulan yang menjadi bupati adalah seorang kristiani, lalu umat muslim akan mengdakan peringatan Maulid, maka tidak masalah bupati tersebut dating dalam acara untuk memberi sambutan.  Idul fitri misalnya kalau mau bupati datang ya tidak masalah untuk memberi sambutan yang penting tidak terkait dengan agama. Sebagai seorang bupati mengatakan dalam sambutanya misalnya  bahwa sebagai bupati Bali dan sebagai pribadi, “Meskipun saya non muslim saya mengapresiasi dan memberikan kebebasan seluas-luasnya, negara memberikan kepada kaum muslimin yang ada di tempat ini untuk beribadah ketika tiba.”  Namun waktu salat jangan disuruh juga salat bapak bupatinya.

    Jadi toleransi itu batasanya adalah berkaitan dengan muamalah, berdagang, politik, ekonomi. Dalam hal demikian itu maka kita boleh bekerja sama. Tapi kalau sudah berkaitan dengan ibadah, maka tidak boleh. Jelas sekali aturannya “lakum dinukum waliyadin” bagiku agamaku bagimu agamamu. 



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar