Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

AMAR BIN LUHAY: SANG TOKOH AGAMA YANG TERSESAT


Oleh: Muhammad Fajar Maulana

Pada zaman setelah peniggalan Nabi Ismail A.S, masih banyak dari bangsa arab yang berpegang teguh dengan ajaran Nabi Ismail A.S bahkan, banyak dari mereka yang mulai berdakwah menyebarkan ajaran agama yang mereka yakini dan menyerukan untuk menyembah Allah SWT dan beragama seperti yang di ajarkan oleh Nabi Ismail A.S.

 Sehingga pada jangka waktu yang lama, banyak dari mereka yang melupakan fitrah yang telah tertanam pada diri mereka, dan melupakan ajaran yang telah dibawa oleh oleh para Nabi, yaitu menyembah Allah dan menegakan Syariat-syariatnya. Dan hanya Sebagian kecil dari mereka yang masih menjaga ajaran suci yang telah diwariskan oleh paran Nabi Dan Rasull.

Pada suatu ketika, datanglah seorang yang bernama: Amr Bin Luhay, pemimpin Bani Khoja’ah yang sangat terkenal dengan kejujuran dan semangat dalam hal perkara agama, sehingga banyak orang yang mencintainya sebab, budi pekerti yang baik di dalam dirinya. Sehingga mereka menyatakan bahwasanya Amr Bin Luhay adalah seorang Ulama besar bahkan dianggap Sebagian dari Wali-wali Allah Swt.

Kemudian, di suatu hari Amr Bin Luhay melakukan perjalanan ke kota Syam, dan dia melihat para penduduk kota itu menyembah para berhala-berhala, maka terlintaslah dalam hatinya untuk membenarkan hal tersebut dan menganggap itu adalah suatu kebenaran karena, Syam adalah kotanya para Rasull dan tempat turun-nya kitab-kitab samawiyah.

Setelah beberpa waktu, maka pulanglah Amr Bin Luhay dan dengan Hubal (Nama berhala) di atas punggungnya, dan diletaknlah berhala tadi di Tengah-tengah Ka’bah yang mulia, kemudian mendeklarasikan kepada Orang-orang Mekah untuk menyekutukan Allah SWT maka, mereka pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Amr Bin Luhay. Akan tetapi, Orang-orang Madinah tidak menghiraukan dan mengikuti Orang-orang mekah karena mereka sangat berpegang teguh dengan ajaran Nabi Ismail a.s.

Ada tiga Berhala dibandingan dengan berhala yang lainya:

1.    Mannah, yang diletakan di dekat laut merah

2.    Latta, yang diletakan di kota Toif

3.    Nguza, yang diletakan di salah satu lembah pohon kurma

Dengan adanya berhala yang besar ini, maka semakin banyak orang yang menyekutukan Allah Swt, dan di setiap rumah para penduduk di kota Hijaz memiliki Berhala-berhala kecil yang mereka jadikan sebagai tiruan kecil dari ketiga berhala besar itu.

            Dikisahkan konon Amr Bin Luhay memiliki pengawas dari Bangsa Jin, dan mengabarkan kepada-nya bahwasanya patung-patung tersebut adalah warisan dari kaumnya Nabi Nuh a.s. yang bisa menjadi pelindung dan mengkabulkan sekala hajat dan permintaan. Kemudian Amr Bin Luhay mulai menyebarkan ajaranya yang sesat dan menyekutukan Allah tersebut ke berbagai negri Arab, dan ketika datang waktu haji maka didoktinlah semua jama’ah haji untuk mengikutinya bahkan sampai keliling kepada Qabilah-qabilah, kemudian di setiap Qabilah terdapatlah berhala-berhala yang menjadi sesembahan mereka.

            Dan,pada waktu itu Masjidil Haram penuh dengan berhala-berhala. Dalam sejarah disebutkan banyak sekali Berhala-berhala yang terdapat di sekitar Ka’bah sehingga pada Saat Fathul Makkah (pembukaan kota Makah) yang dilakukan oleh Nabi Muhhamad SAW dan para sahabat, maka terdapat tiga ratus tiga puluh (330) Berhala, yang dihancurkan oleh Nabi dan para Sahabatnya dan mengeluarkan-nya dari Masjid kemudian membakarnya.

            Fenomena seperti inilah yang tergambar pada zaman Jahiliyah dahulu, tersebar seruan menyekutukan Allah Swt yang disebabkan karna godaan dari Iblis laknatullah alaih yang ditiupkan di dalam hati manusia guna untuk menjerumuskan ke dalam murka-nya Allah Swt dan kelak akan menjadi teman yang kekal abadi bersamanya di dalam api neraka Allah Swt Naudzhu billah min dzalik.

 

Sumber Refrensi ; Kitab Arrahiqul makhtum/imam soffiyudin Al-mubarokafury



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar