Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Rasulullah Isra’ Mi’raj dengan Jasad atau Ruh Saja ?(Gus Baha’)


C:\Users\User\Downloads\WhatsApp Image 2022-02-26 at 10.20.50.jpeg
Sumber : doc.pribadi

Oleh : Daiyatul Choirot

سُبْحنَ الَّذِي اَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي برَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ايتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْر


Rata-rata para ulama’ mengatakan bahwa asal mula isro’ itu sebagai hiburan dari Allah SWT untuk nabi Muhammad SAW, atau Allah SWT memberi pelipur lara saat nabi Muhammad mengalami dua (2) kesusahan, saat Nabi Muhammad berada di kota Makkah dan beliau menjadi minoritas ditempat tersebut karena beliau memiliki penduduk yang sedikit saat itu, dan satu-satunya yang menjadi garansi beliau tidak terbunuh oleh kaum kafir Quraisy adalah paman beliau yaitu Abu Tholib, dan saat itu juga beliau tertolong oleh kasta beliau yang tinggi karena istri beliau yaitu sayyidah Khodijah, akan tetapi orang yang setia menjadi pelopor akan jihad nabi yang selalu ada di belakang nabi yaitu pamannya dan istrinya meninggal dunia sampai dinamakan ‘Amul Huzni pada saat itu atau disebut juga dengan tahun kesedihan, bahkan kalau dilihat dari ilmiah psikologis kejiwaan nabi saat itu terguncang, disamping itu nabi Muhammad saat itu juga mengalami petualangan intelektual, atau petualangan ilmiah.

 Saat itu nabi Muhammad diperkenalkan oleh Allah watak para nabi, atau karakter para nabi bahkan tradisi-tradisi para nabi, dan sehingga di hadist shohih diterangkan bahwasanya saat nabi Muhammad menambatkan Khimar atau Buroq di batu yang dulu digunakan para nabi digunakan untuk mencancang atau mengikat para Khimar disaat itupun bahkan dimulai dar hal-hal yang sepele seperti halnya saat nabi Muhammad mencancang atau mengikat hewan tersebut disamakan dengan nabi-nabi terdahulu, kemudian memulai mi’raj pun sama dengan nabi-nabi terdahulu itu sesuai dengan ta’rifat ma’rifiyah atau yang menyangkut dengan aqidah firqoh (kelompok). 

Menurut ahli sunnah yang mengingkari isro’ itu kafir karena isro’ itu merupakan dzukiro bil qur’an padahal yang disepakati ulama’ itu yang isro’ atau artinya yang menungkiri isro’ itu kafir karena dzukiro bil qur’an kemudian mi’roj sendiri menurut keyakinan ahli sunnah itu terjadi setelah terjadi itu merupakan bi ruhihi wa jasadihi jami’an faqod atau bi ruhihi wa jasadidi faqod, kalau menurut Nahdlotul Ulama’ saat misyawaroh besar di Jombang yaitu yang disahkan menggunakan kitab al-kawakibul lama’ah kaeangan mbah fadholi itu kita mengikuti yang bi ruhihi wa jasadihi, kemudian saat mi’raj pun di hadist-hadist diterangkan bahwasanya nabi Muhammad SAW bertemu dan berdialog dengan nabi-nabi, seperti Nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi Isa, Nabi Idris.

Mungkin itu sedikit cuplikan dari kisah Isro’ Mi’roj.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar