Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PEREMPUAN HARUS SELALU BENAR?

 

Oleh Binti Rohmatin Fahimatul Yusro

Perempuan Harus Selalu Benar?

 

            Perempuan harus selalu benar? Relate nggak sih? Ahaha. Anggapan seperti ini tentunya sudah menjadi hal yang sangat familiar. Di berbagai aspek sosial yang melibatkan bercampurnya laki-laki dan perempuan, seolah laki-laki harus selalu mengalah, harus selalu mengikuti apa yang menjadi kehendak perempan. Dan ya, Dalam kehidupan real, perempuan selalu benar, hehe. “Apakah perempuan memang selalu benar?”

            Dalam statement “perempuan selalu benar”, walaupun seorang perempuan itu tidak memiliki kekuatan sihir atau kekuatan supranatural yang tidak terbayangkan, perempuan memiliki fakta-fakta unik. Di antaranya yaitu jika dibandingkan dengan laki-laki, perempuan lebih unggul dalam menerjemahkan isyarat emosi ataupun kondisi sekitar. They have ability to see the minds in the eyes guys, so jika seorang perempuan melihat suatu hal, walaupun belum ada sumber rujukan yang jelas, walaupun belum terkumpul fakta-fakta yang aktual tajam dan terpercaya, mereka bisa banget mengambil ‘hipotesis’ yang kemungkinan besar akan berakhir pada pernyataan ‘benar’.

            Alasan saintis yang menunjang bahwa perempuan selalu benar adalah bahwa “women have double X chromosemes, high level of estrogen hormone and genetic variants on chromosomes”. Intuisi seorang perempuan itu kuat, jago banget buat forum ghibah dengan jargon “ghibah is fakta tertunda”. Walau bagaimanapun, firasat-firasat yang dimiliki perempuan layaknya tidak diabaikan begitu saja. Setiap perempuan memiliki jiwa-jiwa intel seperti Mbak Kinan. Apalagi perempuan tersebut ialah ibu kita. Jikapun tetap ngeyel, seringkali akan berujung pada “harusnya dengerin apa yang dibilang ibu deh”.

 

“Perempuan tidak selalu benar kok...”

Perempuan tidak selalu benar, hanya saja kepekaan tinggi dan jiwa-jiwa ekspresif yang yang dimiliki perempuan selalu mendorong mereka untuk merasa paling benar. Tentang ‘peka’, dalam sebuah podcast Raditya Dika, dikatakan bahwa sebenarnya laki-laki itu sebenarnya bukan tidak peka sih, hanya saja laki-laki sering mengabaikan hal-hal kecil. Dan ketika laki-laki lupa akan hal kecil tersebut yang menurut perempuan cukup berharga, maka terjadilah fight yang berkesimpulan “perempuan selalu benar”.

Stigma perempuan selalu benar, terkadang didukung oleh keputusan laki-laki yang memilih untuk diam. Artinya, stigma ini mengindikasikan bahwa komunikasi antara laki-laki dan perempuan belum memunculkan jalan tengah terbaik. Mungkin ada baiknya sih ketika laki-laki memilih untuk mengalah, yaitu agar tidak menimbulkan perdebatan lebih panjang. Well, perempuan sebenarnya ingin dimengerti kok. Terlepas dari kepribadian perempuan yang selalu logis ataupun sebaliknya, setangguh-tangguhnya ataupun secengeng-cengengnya perempuan, mereka sama-sama selalu ingin dimuliakan, diistimewakan. PR nih buat laki-laki untuk bisa mencari jurus jitu menghadapi konsekuensi kebawelan perempuan.

 

            See!  Everyone makes mistakes.

            Women always right = X

            Men always wrong = X

           

           

 

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar