Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

NILAI KONSELING KELUARGA DALAM KITAB UQUDULUJJAIN


Oleh Ahmad Maulana S

Rumah tangga adalah pembahasan pokok yang terdapat dalam kitab Udulujjain. Pola pemikiran terkait rumah tangga yang dijabarkan oleh Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam kitab tersebut diulas dan dijelaskan secara singkat serta jelas dengan disertai contoh-contoh praktis. Dalam kitab Uqudulujjain ini mengandung manfaat yang besar sebagai bekal dan pedoman dalam mengarungi bahtera rumah tangga dalam mewujudkan rumah tangga yang sakinah mawaddah dan rahmah. Syaikh Nawawi Al-Bantani merumuskan empat pasal tentang rumah tangga, diantaranya, pasal tentang hak istri pada suami, pasal tentang hak suami pada istri, pasal tentang haramnya seorang istri sholat di luar rumah, dan pasal tentang keharaman seorang laki-laki melihat wanita lain yang bukan muhrim, begitupun sebaliknya.

Pasal pertama dan kedua menjelaskan tentang hak-hak istri kepada suami dan hak-hak suami kepada istri yang harus dipenuhi. Seorang istri hendaknya selalu merasa malu terhadap suami. Artinya, selalu tawadlu’ kepada perintah suami dan tidak berani menentang suami, wajib taat kepada suami sepanjang tidak mengarah kepada perbuatan maksiat. Begitupun suami, banyak hal yang harus dipenuhi terhadap istri seperti, menggauli istri dengan baik dan layak, penuh kasih sayang, memberikan nafkah lahiriyah dan batiniyah, membayar mas kawin, dan masih banyak lagi. Pada pasal pertama kitab uqudulujjain makna dan nilai konseling keluarga yang terkandung adalah saling mengetahui hak-haknya. Dengan demikian akan terjalin keluarga yang harmonis serta meminimalisir terjadinya konflik dalam keluarga.

Pasal ketiga menerangkan tentang keutamaan sholat di rumah bagi seorang istri dari pada sholat di luar rumah. Dalam pasal ini, adanya larangan bagi seorang istri sholat di luar rumah adalah dikhawatirkan menimbulkan fitnah dan supaya terjaga dari gangguan laki-laki lain yang ukan mahromnya. Nilai konseling yang terkandung adalah rasa saling pengertian karena semakin terjaganya rasa saling pengertian maka semakin besar rasa cinta dan kasih sayang yang terwujud dalam rumah tangga. Sehingga, keharmonisan dalam rumah tangga semakin terjaga.

Pasal keempat menerangkan tentang keharaman seorang laki-laki melihat wanita lain yang bukan muhrim, begitu juga sebaliknya, wanita diharamkan melihat laki-laki lain yang bukan muhrimnya. Tidak hanya keharaman dalam memandandang yang bukan muhrim, termasuk juga haram menyentuh lawan jenis yang bukan muhrimnya. Keharaman tersebut yang dapat dijadikan nilai dari konseling. Bagi seseorang yang sudah terikat dalam hubungan pernikahan, jelas melihat lawan jenis yang bukan muhrimnya sudah pasti haram. Hal ini dikarenakan khawatir timbul hawa nafsu kepada orang lain yang bukan muhrim, sehingga bisa menyebabkan ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Jika dalam hubungan rumah tangga memperhatikan hal tersebut maka tidak akan hadir orang ketiga yang mengancam kekokohan rumah tangga. 




Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar