Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

BENCHMARKING PP. DARUN NUN: BELAJAR LITERASI KE PP KREATIF BAITUL KILMAH

Oleh Siti Rahmatillah

Sabtu, 19 Februari 2022, Pondok Pesantren Darun Nun mengadakan kegiatan Benchmarking ke Jogja, salah satu tempat yang dikunjungi adalah Pondok Pesantren Kreatif Baitul Kilmah. Pondok Pesantren Kreatif Baitul Kilmah Terletak di wilayah Pajangan, Kecamatan Bantul Kabupaten Yogyakarta. Pondok Pesantren ini terkenal dengan literasi penerjemahan. "Kunci nerjemah itu cuma tiga, komitmen, intensif dan Istiqomah" ucap santri yang menjadi narasumber saat dialog interaktif berlangsung.

Tak hanya lihai di bidang penerjemahan, tetapi mereka juga lihai di bidang literasi sastra dan karya non-fiksi lainnya. "Intinya nulis itu harus mulai, berani dan legowo (menerima) dengan berbagai masukan dan kritikan" Ucap Kang Kafi.

Bagi santri Pondok Pesantren Kreatif Baitul Kilmah menulis itu adalah identitas, tujuan dan kehidupan "hidup mu itu harus bermanfaat, salah satunya caranya dengan kreatif, nulis dan berkarya" Dawuh K.H Aguk Irawan. Salah satu santrinya beliau juga mengatakan "Kami di sini, malu klo tidak nulis, tujuan mu opo ke sini klo ga nulis".

Hal yang menarik lagi, mereka bisa menghasilkan buku dan menerjemahkan beberapa kitab itu tidak hanya semangat, tetapi berani dan nekad. Bagi mereka tulisan yang bagus itu adalah tulisan yang selesai. Yang penting selesai, urusan bagus atau tidaknya belakangan.

Jika tulisan mereka sudah selesai, mereka mendiskusikannya. Bukan hanya berdiskusi di lingkungan internal santri, tetapi mereka berani membuka ruang diskusi di luar pesantren, sehingga mereka mendapatkan masukan dan kritikan. Dari ruang diskusi tersebut mereka bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan tulisannya.

Ternyata masalah yang menjadi penghambat dalam menulis adalah terlebih dahulu membebani diri bahwa tulisan harus bagus. Sehingga tidak akan selesai-selesai. Kebanyakan dari kita berdebat panjang dengan isi kepala sendiri sebelum akhirnya memutuskan untuk mempublikasikan, seperti halnya terlintas hal-hal seperti ini "kira-kira bagus ga ya ini, ah kayaknya ga deh" hapus lagi, nulis lagi akhirnya capek dan tidak selesai. Semangat berkarya sobat nun J



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar