Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Mengapa Produk China Lebih Murah dari Produk Lokal


Ahmad Jaelani Yusri

Berbelanja di Onlineshop di era ini mungkin sudah menjadi kebutuhan. Di samping praktis dan mudah, situasi pasca pandemi dan juga cuaca menjadikan orang malas bepergian untuk belanja di pasar konvensional. Barang-barang di onlineshop pun terkadang lebih miring harganya ketimbang barang di jual di toko konvensional, belum lagi jika marketplace tersebut menawarkan promo dan gratis ongkir, sudah pasti membuat pembeli berlama-lama belanja lewat gawainya.

Tapi pernahkah kita berpikir mengapa kebanyakan barang-barang di onlineshop lebih laku ? Salah satu faktornya adalah barang yang murah dan juga berkualitas. Hal ini bisa kita temukan pada barang-barang produksi negara tirai bambu. Lalu kenapa bisa begitu? Dengan harga yang terlampau murah namun dapat menyaingi brand-brand terkenal dari negara barat. Oleh  karena itu marilah kita telaah bersama-sama alasan produk china menjamur di pasaran dengan harga yang miring tanpa mengurangi kualitas barangnya.

1. Upah Kerja Yang Rendah

Di Negara China, upah minimum kerja sangatlah rendah. Dalam kasus yang terjadi di lapangan, pengeluaran untuk upah pekerja bahkan hanya mencapai 20 persen dari total biaya produksi. Sehingga  hal ini membuat tenaga kerja protes meminta kenaikan upah kerja. Dengan begitu barang yang diproduksi harus menjangkau pasaran yang luas sehingga untuk mendapatkan keuntungan yang optimal

2. Bahan Baku Yang Melimpah

Negara China mampu memenuhi kebutuhan sumber daya alamnya sendiri seperti bahan mineral logam, bijih plastik, kain tekstil. Tercatat china memproduksi lebih dari 90 % mineral logam dunia sebagai bahan baku industri dan juga memproduksi 10 % bijih plastik dunia sedangkan untuk tekstil China juga memproduksi 43% kebutuhan tekstil di seluruh dunia. Tak hanya itu,  pabrik-pabrik di China memesan bahan mentah dengan volume yang sangat besar dalam produksi sehingga mendapat harga dasar yang tak terlalu mahal. Lalu biaya alokasi pengolahan limbah yang rendah sehingga secara tidak langsung mempermudah pabrik-pabrik tersebut.

3. Kebijakan Pemerintah yang Mendukung.

Faktor penting lainnya, pemerintah mendukung pelaku bisnis dengan dumpling yaitu barang yang diekspor ke luar negri dijual di bawah harga pasar dalam negeri atau produksi. Tujuan dumpling yakni merebut pasar serta mengacaukan persaingan harga. Pemerintah China juga mengizinkan produsen menggunakan “penipuan dagang”. Seperti mematok tarif yang tidak seimbang. Misalnya jika tarif 2,5 persen untuk barang yang diekspor ke amerika, maka barang yang masuk ke china dari amerika tarifnya jadi 25 persen, 

4. Nilai Shiping yang Murah 

Shiping atau pengapalan adalah proses fisik pengangkutan barang dan kargo melalui darat, udara, dan laut. Selain itu juga artinya adalah pemindahan barang menggunakan kapal. Nilai shiping di China sangat murah dibanding negara lain seperti amerika serikat. Padahal, mereka sama-sama tergabung dalam universal Postal UNIOn. Hal ini terjadi karena sistem UPU yang membagi negara-negara anggotanya ke dalam kategori berdasarkan tingkat perkembangannya untuk menentukan tarif kompensasi layanan. China masih masuk dalam kategori negara transisi sementara AS adalah negara target. Itulah yang membuat barang dari china ke AS lebih murah ketimbang barang antar negara bagian china. Tak ayal inilah yang terkadang membuat kita geleng-geleng dengan ongkos kirim dari China yang sangat murah layaknya ongkir di daerah jabodetabek.

Banyaknya produk china yang murah dan berkualitas  janganlah  menjadikan kita konsumen yang hanya bisa memakai tanpa membuat. Tentu selayaknya kita harus bersaing dan menjadi produsen yang aktif dan juga mendukung produk-produk lokal dan umkm setempat. 

Sumber : Narasi Newsroom

    Datasaurus


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar