Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Dihyah Al-Kalbi: Sahabat Nabi Yang Dijelma Malaikat Jibril

Sumber : pinterest


Oleh: Dihyat Haniful Fawad


Dihyah bin Khalifah bin Farwah bin Fadhalah Al-Kalbi radhiyallahu ‘anhu ialah salah satu dari banyaknya sahabat Nabi saw yang telah lama masuk Islam. Al-Kalbi merupakan penisbatan terhadap salah satu kabilah yang bertempat di bagian utara Jazirah Arab, yaitu kabilah Al-Kalb.

Dihyah Al-Kalbi adalah salah seorang sahabat yang sangat menghormati dan menyayangi Nabi Muhammad saw. Ia berkali-kali memberikan hadiah kepada Nabi saw, bahkan sebelum dirinya memeluk Islam. Ia mengakui akan keesaan Allah dan kerasulan Muhammad tepat sebelum terjadi perang Uhud. Walaupun demikian, ia belum ikut menjadi pasukan kala terjadi perang Uhud. Perang Khandaq adalah perang pertama kali yang diikuti olehnya.

Dalam fakta sejarah disebutkan bahwa Dihyah Al-Kalbi merupakan salah satu sahabat Nabi yang memiliki paras sangat tampan. Bahkan ketika malaikat Jibril menjelma menjadi manusia, Malaikat Jibril menyerupai Dihyah Al-Kalbi. Hal itu merupakan salah satu karunia yang diberikan Allah kepadanya dan tidak dimiliki oleh sahabat Rasulullah lainnya. Diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i dengan sanad yang shahih dari Yahya bin Ya’mur dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma:

كان جبريل يأتي النبي صلى الله عليه وسلم في صورة دحية الكلبي

“Malaikat Jibril AS mendatangi Nabi saw dalam rupa Dihyah Al-Kalbi”

‘Awwanah bin Al-Hakam berkata, “Manusia yang paling tampan rupanya, ialah seseorang yang Malaikat Jibril AS datang dalam bentuk rupanya, yakni Dihyah”.

Dalam Hadits lain dijelaskan:

عن جبير رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال عُرِضَ عَلَيَّ الأَنبياءُ فإذا موسى ضَربٌ من الرجالِ كأنه من رجال شَنُوءَةَ  ورأيتُ عيسى ابن مريم عليه السلام فإذا أَقْرَبُ مَن رأيتُ به شَبَهًا عُروَةُ بْنُ مَسعُودٍ ورأيتُ إبراهيم صلواتُ اللهِ عليه فإذا أقربُ من رأيتُ به شبها صاحبُكم يعني نَفسَه ورأيتُ جبريلَ عليه السلام فإذا أَقرَبُ مَن رأيتُ به شبهًا دحية (مسلم الإسراء برسول الله صلى الله عليه وسلم 395/1)

Dari Jabir ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Telah diperlihatkan kepadaku para Nabi, maka aku melihat Musa AS adalah seorang lelaki yang kuat, seakan-akan dia adalah lelaki dari kaum Syanu’ah. Dan aku melihat Isa ibn Maryam AS dan yang paling mirip dengannya di antara yang pernah aku lihat adalah Urwah ibn Mas’ud. Dan aku melihat Ibrahim AS dan yang paling mirip dengannya di antara yang pernah aku lihat ialah sahabat kalian –yaitu diri beliau sendiri- dan aku juga melihat Jibril AS dan yang paling mirip dengannya di antara yang pernah aku lihat adalah Dihyah” (HR. Muslim).

Dan adapun Hadits lain dari Abu Utsman, ia berkata, “Telah diberitakan kepadaku bahwa Malaikat Jibril datang kepada Nabi saw, dan Ummu Salamah sedang bersama beliau. Maka, dia pun berbicara lantas berdiri sehingga Nabi saw pun berkata kepada Ummu Salamah, ‘siapakah ini?’ –atau seperti ucapan beliau- lantas Ummu Salamah pun berkata: ‘ini adalah Dihyah’. Ummu Salamah berkata, ‘Demi Allah, sungguh aku mengira bahwa ia adalah Dihyah, sampai aku mendengar khutbah Nabi saw yang mengabarkan bahwa dia adalah Malaikat Jibril”. (HR. Bukhari)

Ada riwayat lain yang menceritakan ketika orang-orang kafir sudah kembali dari tragedi perang Khandaq dalam keadaan kalah, pada saat itu juga Nabi sedang kembali menuju Madinah. Di tengah perjalanan, Nabi didatangi oleh Malaikat Jibril yang menunggang keledai putih dan mengenakan sorban yang terbuat dari sutra. Pada saat itu, Malaikat Jibril menjelma menyerupai Dihyah Al-Kalbi kemudian berpesan kepada Nabi saw, “Berjalanlah menuju arah Bani Quraidhah” Nabi kemudian memberikan seruan kepada para sahabat, “Barang siapa yang mendengar dan taat, maka jangan melakukan shalat Ashar sebelum sampai di wilayah Bani Quraidhah”.

Sebelum Nabi dan para sahabat melaksanakan salat di Bani Quraidhah, salah satu sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad Saw. Ia bertanya tentang alasan Dihyah Al-Kalbi menemui Nabi dengan menunggang keledai putih dan mengenakan sorban yang terbuat dari sutra. Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya ia adalah Malaikat Jibril–yang menjelma Dihyah Al-Kalbi–. Ia lebih dulu sampai Bani Quraidhah untuk menakut-nakuti penduduk di sana.”

Dihyah Al-Kalbi juga memiliki keistimewaan lain, yakni mampu menguasai berbagai bahasa dengan baik, khususnya bahasa Romawi. Oleh karenanya, Rasulullah saw mengutusnya dan mempercayainya untuk menemui Raja Romawi. Melalui perantara Dihyah Al-Kalbi, Rasulullah saw menitipkan pesan agar Raja Romawi dan para pengikutnya memeluk agama samawi yang dibawa oleh Muhammad Saw yaitu agama Islam.

Di antara para pembesar Romawi yang ditemui Dihyah Al-Kalbi ialah Raja Hirakla yang merupakan seorang Nasrani. Pada saat itu, Raja Hirakla akan melakukan ibadah di tanah Al-Quds, setelah ia memenangkan pertempuran melawan pasukan Persia. Bersamaan dengan Raja Hirakla, Dihyah Al-Kalbi juga sampai di Al-Quds. Tidak berselang lama dari pertemuan keduanya, Dihyah Al-Kalbi pun segera memberikan surat dari Rasulullah saw yang dititipkan kepadanya. Setelah menerima surat tersebut, Hirakla bertanya kepada Dihyah Al-Kalbi tentang sifat-sifat Nabi Muhammad Saw. Menurut sebagian riwayat, disebutkan bahwa Raja Hirakla tidak menerima ajakan untuk masuk Islam, hanya karena khawatir dimusuhi kaumnya sendiri dan menyebabkannya kehilangan posisi tertinggi di kerajannya.

Setelah Nabi dipanggil oleh Allah Swt., Dihyah Al-Kalbi turut serta melanjutkan misi Nabi saw di bawah kekhalifahan Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab. Bahkan ia juga ikut membela Islam dalam pertempuran Yarmuk, melawan pasukan Romawi yang terjadi pada tahun 15 H. Sebagaimana para sahabat yang lain, di akhir usianya ia juga memilih untuk meninggalkan Madinah dan berpindah ke Damaskus. Dihyah Al-Kalbi tinggal di desa Mazzeh, Damaskus, dan tutup usia di sana pada masa pemerintahan Mu’awiyah.

Sumber referensi:

https://harakah.id/dihyah-al-kalbi-sahabat-kepercayaan-nabi-yang-wajahnya-dijelma-malaikat-jibril/

https://kisahmuslim.com/1612-dihyah-bin-khalifah.html

https://almanhaj.or.id/3796-dihyah-bin-khalifah-al-kalbi-radhiyallahu-anhu-malaikat-jibril-menjelma-dalam-rupanya.html


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar