Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

RESENSI NOVEL THE PISBAK KARYA VINCENT FIDELIS

Source image: https://www.wattpad.com/story/121916946-the-pisbak-sudah-terbit-di-gramedia


Oleh : Hilwah Tsaniyah

Identitas

Judul               : The Pisbak

Pengarang       : Vincent Fidelis

Penerbit           : Bhuana Sastra

Tahun terbit    : 2019

Tebal halaman : 319 halaman

ISBN               : 978-623-216-256-3

Sinopsis

Novel ini merupakan kisah dari kejadian nyata sang penulis sekaligus tokoh utama yang bernama Vincent bersama beberapa teman tongkrongannya yang diberi nama The Pisbak yang mana alur cerita, waktu, dan nama tokohnya sudah dimanipulasi. Tongkrongan tersebut berisi sekumpulan cowok remaja Bekasi yang dicap bandel dan dianggap remeh oleh orang sekitar mereka mulai dari teman, guru, bahkan orang tua. Namun, mereka bisa membuktikan bahwa mereka bisa sukses dengan cara mereka masing-masing.

Awal novel ini menceritakan tentang bagaimana kehidupan keluarga Vincent yang seru dan lucu serta bagaimana Vincent kecil bersama keluarganya. Kemudian berlanjut saat dia masuk SD. Saat kecil, Vincent adalah seorang anak cina gendut yang dibully oleh teman-temannya. Hingga suatu ketika saat dia dibully oleh Anthony yang memiliki bnetuk tubuh seperti Vincent saat itu. Setelah dibully Vincent berusaha mengejar dan berhasil menangkapnya. Sebelumnya, Vincent tidak pernah berhasil menangkap orang yang membullynya. Namun karena kali ini orangnya adalah Anthony, Vincent dapat menangkap dan menonjok perutnya. Sempat berpikir bahwa setelah kejadian itu hidupnya akan tenang, namun itu hanya berlangsung satu hari saja, keesokan harinya ia didatangi oleh ibunya Anthony. Ketika ibunya bertanya tentang kejadian tersebut, Vincent hanya terdiam dan ibunya hanya berkata untuk tidak mengulangi hal itu kepada anaknya.

Saat masuk SMP, Vincent melanjutkan sekolah di satu yayasan yang sama ketika dulu dia SD. Maka dari itulah Vincent langsung dikenal sebagai anak pembuat onar dan bandel bersama dengan anggota gengnya Kevin, Gregi, dan Aloy. Mereka berempat selalu mengambil tempat duduk paling belakang karena mereka bisa tidur dan mengobrol. Menurutnya kenakalan yang dilakukannya saat SMP adalah hal yang wajar dilakukan. Menurutnya kejahatan yang paling parah adalah saat jajan di kantin, ambil gorengan lima tapi bayarnya hanya untuk dua gorengan. Sampai pada suatu kenakalan yang benar-benar paling parah adalah saat ketiga teman satu gengnya mencuri barang-barang milik teman sekolahnya. Vincent memang tidak andil dalam kejahatan itu, namun karena Vincent mengetahui dan tidak melaporkan hal tersebut, akhirnya mereka mendapatkan SP1 (surat perinagtan pertama) dari sekolah dan banyak lagi kenakalan-kenakalan saat smp yang Vincent lakukan bersama teman-temannya.

Masuk pada masa-masa saat Vincent SMA diisi dengan kisah kekompakan persahabatan, cerita cintanya, serta perjuangan untuk membuktikan bahwa dia tidak seburuk dan sebodoh yang guru, teman, bahkan orang tuanya kira. Hal itu dibuktikan dengan keterimanya Vincent di FITB ITB dan lulus UTUL UGM dengan jurusan Teknik Industri. Lalu ada kevin yang diterima di Geologi UI dan Bagas di vokasi UI lewat jalur SIMAK.

Kelebihan Novel

Kelebihan dari novel ini adalah covernya yang lucu dan warnanya yang cerah sehingga membuat pembaca tertarik untuk membeli serta sinopsis dan prolognya yang unik dan menarik membuat pembaca penasaran bagaimana kelanjutan isi ceritanya.

 




Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar