Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Puisi Tuhan II

Sumber : https://www.instagram.com/p/CUl4o9vB9lL/?utm_medium=copy_link


Oleh : Ilman Mahbubillah

Pada lampu kota juga temaram yang tak kunjung padam
Kutemukan tuhan di pelantaran
Ia sedang asyik mengutik gitar kecilnya, melantuntkan beberapa nada sumbang,
Selepas itu menadahkan topi ke beberapa orang

Pada pergantian lalu lintas, juga pancar silau kendaraan
Kutemukan tuhan di emperan
Ia melepas penat beralas koran, dengan gerobak yang ia tatap hingga terpejam
Yang sesekali menggigil karena dinginnya senandung malam

Pada tinggi gedung-gedung kota, riuh nyanyian swastamita juga nol titik tiga
Kutemukan tuhan sedang berorasi
Dengan pelantang di tangan sebelah kanan, rokok ketenangan
Juga suara yang serak sedikit keberatan

Tuhanku ada di mana-mana, di lumut-lumut selokan, atap-atap mall jogja, peluru para aparat,
sampai bual para keparat
Tuhanku adalah garapan film a24, lukis sureal para pelaku moral, lirik lagi bon jovi, sampai
caci maki para napi.

Tuhanku bukan yang bangga digaungkan ribu umat, Tuhanku bukan yang dibela begitu ketat,
Tuhanku juga bukan yang dilecehkan dengan khidmat

Jika kau tanya aku, Siapa Tuhanku?.
Maka ia adalah semua hal yang kau anggap ambigu
Pada setiap sajak puisi tuhanku

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar