Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

JANGAN ASAL PILIH PESANTREN

Sumber gambar : https://bincangsyariah.com/kalam/setelah-libur-lebaran-jangan-lupakan-empat-hal-ini-saat-santri-kembali-ke-pesantren/

Muhammad Rian Ferdian

            Santri dan Pesantren adalah salah satu kekhasan Islam di Indonesia yang tidak ada di belahan dunia lain. Istilah Pesantren sendiri merupakan adaptasi dari kata pe-shastri-an yang dalam bahasa Sanskerta adalah tempat orang yang mempelajari Shastra (Kitab suci). Pesantren saat ini telah mengalami kemajuan yang begitu pesat, tak kurang dari empat juta anak di Indonesia setiap tahunnya mendaftar untuk belajar di Pondok Pesantren.

            Pemerintah Republik Indonesia sendiri saat ini tengah memberikan perhatian khusus terhadap pondok pesantren. Salah satunya adalah dengan ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Penetapan Hari Santri Nasional ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap para ulama, santri dan pondok pesantren yang memilliki peranan besar dalam perjuangan merebut kemerdakaan Republik Indonesia dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penetapan tanggal 22 Oktober sendiri sebagai Hari Santri Nasional merujuk pada ditetapkannya seruan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang dipimpin oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari bersama para ulama dan santri dari pondok pesantren di berbagai penjuru Indonesia yang mewajibkan setiap muslim untuk membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan NKRI dari serangan penjajah. Maka untuk mengenang, meneladani, dan mempertahakan NKRI perlu ditetapkannya Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober.

            Dengan kemajuan yang cukup pesat dari pondok-pondok pesantren yang ada di Indonesia serta pergaulan remaja di Indonesia yang semakin mengerikan, membuat banyak dari para orang tua ingin memondokkan putera-puterinya di Pondok Pesantren. Akan tetapi dengan minimnya pengetahuan tentang pondok pesantren membuat banyak dari para orang tua asal memasukan putera-puterinya ke Pesantren, dengan kata lain “yang penting anaknya mondok”. Padahal untuk memasukan anak ke pondok pesantren perlu pertimbangan yang matang. Siapa kiyainya atau gurunya, bagaimana sanad keilmuannya, kitab apa saja yang dipelajari, dan masih banyak lagi.

            Dengan pertimbangan yang matang dalam memilih pesantren, diharapkan akan mencetak santri-santri yang ‘alim dengan sanad keilmuan yang jelas, memiliki karakter yang baik karena melihat langsung bagaimana akhlak kiyai dalam kesehariannya, kitab-kitab yang dipelajaripun kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama ahlu sunnah wal jamaah, karena hal ini akan berdampak banyak terhadap jalan berfikirnya, dan tentu agar mencetak para santri yang memiliki nasionalisme yang tinggi, cinta tanah air dan bansa dan siap untuk tetap mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

            Maka sebelum memasukan putera-puterinya ke Pondok Pesantren, alangkah baiknya para orang tua bertanya terlebih dahulu kepada orang-orang yang memahami bagaimana dunia pondok pesantren, seperti para kiyai atau ustad terdekat. Bahkan mungkin para orang tua bisa survei terlebih dahulu ke pesantren yang putera-puterinya akan belajar di sana, agar para orang tua tidak salah atau asal-asalan dalam memilih pesantren untuk anak-anaknya. Sehingga putera-puterinya akan menjadi santri-santri terbaik, santri-santri yang siap berjuang untuk agama, nusa dan bangsa. 





Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar