Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PESONA MASJID RAYA SUMATERA BARAT, MASJID UNIK YANG TERINSPIRASI DARI HAJAR ASWAD

Oleh: Ahmad Jaelani Yusri

Suatu kesempatan yang patut disyukuri bagiku bisa mengunjungi salah satu ikon dari Sumatera Barat. Provinsi yang terkenal dengan beragam makanan lezat nan memanjakan lidah. Ini adalah pengalaman pertamaku pulang kampung ke tanah leluhur. Oleh karena itu aku berkesempatan untuk mengunjungi salah satu masjid terkenal yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatra Barat.

Masjid Raya Sumatera Barat atau Masjid Mahligai Minang adalah satu dari sekian masjid terunik di Indonesia. Masjid ini tidak memiliki kubah seperti kebanyakan masjid pada umumnya. Sekilas masjid ini sangat lekat dengan rumah adat khas Minangkabau, yaitu Rumah Bagonjong. Tapi pada hakikatnya, bentuk masjid ini terinspirasi dari peristiwa pemugaran ka’bah pada zaman Nabi Muhammad SAW.

Pada saat itu Nabi Muhammad SAW. ditunjuk untuk menyelesaikan polemik pemindahan Hajar Aswad oleh kaumnya.  Perselisihan antar empat kabilah Quraisy hampir saja menimbulkan pertumpahan darah. Mereka berselisih mengenai siapa yang lebih berhak mengangkat dan meletakkan Hajar Aswad.  Dalam situasi genting tersebut, Abu Umayyah bin Mughirah mengusulkan orang pertama yang masuk Masjidil Haram untuk memutuskan perkara. Ternyata Nabi Muhammad SAW. yang terpilih. Dengan bijak, Beliau melangkah menuju tempat penyimpanan Hajar Aswad, membentangkan serbannya, dan meletakkan batu di tengah kain serban serta menyuruh keempat kabilah Quraisy untuk memegang keempat ujung serban. Nah, Oleh karenanya jika dilihat dari tampak atas, Masjid Raya Sumbar memang terlihat seperti bentangan kain yang ditarik keempat sisinya.

Masjid ini dibangun sejak tahun 2007 yang luasnya 18.000 m2  dengan total anggaran mencapai 500 miliar yang diambil dari APBD provinsi. Kerajaan Arab Saudi pernah mengirimkan bantuan 500 miliar namun karena terjadi gempa bumi pada tahun 2009 maka dana bantuan dialihkan untuk reahabilitasi dan rekontruksi di Sumatera Barat. Pembangunannya melalui lima tahap dan berakhir pada tahun 2019. Dirancang tahan gempa dan konon katanya mampu bertahan sampai magnitudo 10 SR. Disamping itu, masjid ini dapat menampung hingga 20.000 jamaah. 

Salah satu yang memanjakan mata adalah interior luar maupun dalam masjid yang dirancang oleh Rizal Muslimin. Masjid ini mempunyai banyak pintu sehingga dijuluki Masjid 1000 Pintu Angin. Dari luar terdapat ornamen kaligrafi dengan ukiran songket segitiga di mana ketika malam akan bersinar cantik diterpa lampu pemancar. Jika kita melihat ke dalam maka kita akan melihat mihrab berbentuk Hajar Aswad bulat telur menjorok ke dalam. Di samping mihrab juga terdapat kolam ikan koi yang menjadi daya tarik tersendiri. 

Masjid ini memang sangat iconic dan menjadi tempat wisata religi selain tempat ibadah. Tak heran jika pelataran masjid ini selalu tak lepas dari pengujung yang mengabadikan momen mereka. Ada juga pasangan muda-mudi romantis yang sedang mengambil foto prawedding dengan busana adat yang meriah. Tentunya pemandangan ini dapat menjadi tusukan batin bagi para jomblo yang tak kunjung mendapatkan pasangan hehehe.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar