Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MEREALISASIKAN HARMONISASI ANTARA TUBUH, AKAL, DAN JIWA DALAM DIRI MUSLIMAH

1514732480875250609clipart-kartun-muslimah.med.png (300×300) (clker.com)


Oleh: Izzat Imaniya

Menjadi seorang wanita sangatlah mulia dalam agama Islam, ia mudah untuk memasuki Surga dari pintu manapun yang dikehendakinya. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya zaman, banyak diantara mereka  lepas dari sifat perempuan yang identik dengan sikap yang sopan, tutur kata yang indah serta cara berpakaian yang baik. Sebagai seorang muslimah yang cerdas, kita harus bisa menyelaraskan diri antara penampilan lahir dengan penampilan batin. Karena, tiadalah perhiasan yang lebih indah untuk seorang wanita selain hati bersih yang diiringi dengan adab atau perilaku yang baik. Dalam hal ini, seorang wanita harus paham atas apa yang dilaukannya dalam menyelaraskan penampilan lahir dan batin tidak lepas dari ajaran Islam, sehingga tubuh, akal, dan jiwa yang terdapat dalam diri muslimah mendapatkan hak-haknya. Memberikan hak-hak terhadap tubuh, akal, dan jiwa merupakan upaya bagi seorang muslimah dalam menjaga dirinya dan menyelaraskan antara sifat lahir dan batin yang dimilikinya. Maka dari itu, seorang muslimah hendanya memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

Menjaga Kesehatan Tubuh

Dalam melakukan kegiatan sehari-hari, seorang muslimah hendaknya memiliki tubuh yang sehat. Tubuh yang sehat sangat menunjang dirinya dalam melakukan ibadah dengan sempurna. Untuk mendapatkan tubuh yang sehat, seorang muslimah bisa mendapatkannya dengan cara olahraga, menjaga kebersihan tubuh, berpakaian yang bersih serta makan dan minum dengan sederhana atau scukupnya. Allah SWT berfirman dalam surat Al A’raf ayat 31 yang artinya “Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tida menyukai orang yang berlebih-lebihan”. Dalam ayat ini, Allah memerintahkan manusia agar tidak berkebih-lebihan dalam makan dan minum. Jika kita mengikuti nafsu dalam makan, dapat memberikan dampak negatif untuk kesehatan tubuh. Misalnya, seseorang yang sering mengkonsumsi glukosa dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan penyakit diabetes.

Maka dari itu, saran dari ahli gizi untuk memakan makanan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna sangat tepat atau serah dengan perintah Alla agar tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum. Selain melalui olahraga, maan dan minum yang cukup, kesehatan tubuh dapat juga dilakukan dengan menjaga kebersihan atau keindahan tubuhnya. Seorang wanita muslimah, hendaknya selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungannya, terlebih lagi jika dalam keadaan haid. Dalam memperindah diri, seorang wanita muslimah tidak harus berpakaian yang mewah, menggunakan pakaian yang tertup dan sopan akan terlihat lebih indah dihadapan umat muslim dan dihadapan Allah, selain itu menggunakan pakaian yang tidak mewah atau sederhana akan menghindarkan dirinya dari dari tabarruj sebagaimana yang dilakukan para wanita pada masa jahiliyah.

Berilmu Untuk Menjaga Akal

Pada zaman Rasulullah, terdapat seorang sahabiyah yang memiliki kedudukan tersendiri disisi Rasulullah dan sahabat-sahabat lainnya seperti Umar bin Khattab. Namanya adalah Asy-Syifa’ binti Abdullah, ia adalah wanita yang terkenal dengan kepandaian serta kebaikannya sejak zaman jailiah, ia memiliki kepandaian dalam menulis, membaca serta melaukan pengobatan dengan cara ruqyah. Ia mengabdikan diri kepada Allah dengan mengajarkan ilmu yang dimilikinya kepada wanita-wanita Islam. Dari Asy-Syifa’ binti Abdullah atau yang terkenal dengan nama Ummu Sulaiman, sebagai seorang wanita Muslimah kita bisa mengambil pelajaran bawa disamping adab atau akhlak yang baik, ilmu juga merupakan perhiasan bagi seorang manusia.

Ummu sulaiman yang hidup pada masa Rasulullah dengan fasilitas terbatas memiliki semangat yang tinggi untuk mengamalkan ilmunya dan terus mempelajari apa yang belum diketahuinya. Maka, dizaman yang semakin berkembang ini tidak ada alasan bagi seorang muslimah untuk bermalas-malasan menuntut ilmu, teknologi yang semakin canggih telah terfasilitas untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Karena dengan ilmu yang dimiliki oleh seorang wanita muslimah sangat berpengaruh dalam penentuan kualitas suatu generasi, ilmu yang tinggi bukan untuk menyaingi karir suami, akan tetapi untuk mencetak generasi yang Rabbani. Dengan ilmu yang dimiliki, seorang wanita muslimah juga akan mengerti apa yang harus dilakukannya dalam bersosialisasi berdasarkan ajaran agama Islam.

Menjaga Kesehatan Jiwa Dengan Ibadah Kepada Allah

Wanita muslimah tidak akan pernah lupa dengan kewajibannya untuk beribadah kepada Allah. Dalam sebuah Hadis dikatakan bahwa “Jika seorang wanita melakukan sholat lima waktu, puasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, serta menaati suaminya, niscaya akan dikatakan padanya masuklah ke dalam Surga dari pintu manapun yang engkau kehendaki”. Berdasarkan hadist tersebut,  sangat mudah bagi seorang wanita untuk mendapatkan Surga, dengan mendirikan sholat fardhu, puasa, dapat juga disertai dengan sholat sunnah rawatib dan nafilah, berdoa tanpa putus kepada Allah selain melakukan ibadah lainnya seperti zakat untuk menyucikan harta, serta bersadaqoh untuk menentramkan jiwa. Dalam surat Ali ‘Imran, Allah SWT berfirman :

لن تنالوا البر حتى تنفققوا مما تحبون و ما تنفقوا من شيء فإن الله به عليم

Dalam kitab Shafwatu Tafasir dijelaskan bahwa  ayat tersebut memiliki makasud sebagai berikut:

لن تكونوا من الأبرار و لن تدركوا الجنة  حتى تنفقوا من أفضل أموالكم, وما تبذلوا من شيء في سبيل الله فهو محفوظ لكم تجزون عنه خير الجزاء.

            Tidaklah seseorang menjadi bagian dari orang yang berbuat kebaikan, dan tidaklah seseorang bisa menjangkau Surga sampai kalian menginfakkan sebaik-baik harta kalian, dan apa yang dikorbankan atau diberikan dari sesuatu pada jalan Allah, maka Allah akan memberikan kalian sebaik-baik balasan. Maka dari itu, sebagai seorang musluimah hendaknya kita meringankan tangan untuk mebantu sesama manusia dari harta yang kita miliki, karena harta yang diinfakkan kepada orang lain dengan ikhlas karena Allah tidak akan berkurang, melainkan Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Akan tetapi, bershodaqoh bukan hanya dalam bentuk membantu secara materil saja, kita bisa bershodaqoh dengan cara memebrikan bantuan jasa atau sekedah menimbulkan rasa bahagia dalam diri manusia. Itulah beberapa hak-hak yang bisa dilakukan untuk menjaga tubuh, akal, dan jiwa agar kita bisa menyelaraskan diri penampilan lahir dengan pebampilan batin.   



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar