Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MARI SEPAKAT KULIAH ONLINE LEBIH ASYIK DIBANDINGKAN KULIAH TATAP MUKA

Oleh: Muhammad Hadiyan el Ihkam

Sejak diberlakukan kuliah secara online, mahasiswa dan dosen mempunyai pengalaman baru dalam hal perkuliahan. Biasanya mereka melakukan perkuliahan secara tatap muka, kini perkuliahan tersebut harus dilakukan secara online. Alasan utama yang menjadikan perkuliahan harus online adalah karena covid-19 masih terus menginfeksi semua orang hingga saat ini. Namun, ada beberapa dosen yang memberikan perkuliahan secara tatap muka dengan “sembunyi-sembunyi”.

Adaptasi kebiasaan baru, imbas dari adanya corona, membuat semua aktivitas sehari-hari menjadi berubah, termasuk mahasiswa dan dosen. Mahasiswa yang biasanya pagi-pagi harus berangkat menuju kampus, kini tidak lagi dilakukan. Cukup hanya bermodalkan laptop atau smartphone dan jaringan maka dapat melakukan perkuliahan. Mereka juga tidak repot-repot membawa buku ke sana ke mari. Hal ini dikarenakan, dosen memberikan materi melalui softfile maupun short video. Berbeda dengan mahasiswa, dosen harus benar-benar bisa mengoperasikan perangkat media pembelajaran, karena perkuliahan dilakukan secara daring maka tidak mungkin dosen tidak bisa mengoperasikan perangkat pembelajaran. Minimal beliau-beliau bisa “bermain” WhatsApp.

Terlepas dari itu semua, ternyata ada beberapa keasyikan yang terjadi selama perkuliahan daring. Keasyikan itu sebenernya relatif. Artinya tidak semua orang merasakan keasyikan yang dimaksud di sini. Langsung saja, keasyikan yang dimaksud adalah sebagi berikut:

1.     Pertama, kuliah bebas di mana aja. Eh tunggu, bebas di sini bukan berarti bebas di mana aja. Tidak mungkin kan kuliah di dalam kamar mandi, kalian lagi bermain sabun, maksudnya mandi. Tidak lucu juga ketika zoom, lupa mute, ternyata kedengaran aktivitas klean selama di water closet.

Kuliah bebas di mana asalkan tempatnya bersih dan pantes ketika diliat dosen. Contohnya, di kamar tidur. Sah sah aja kuliah via Zoom di kamar tidur. Tetapi tolong, tolong banget, itu kamarnya dikondisikan. Minimal kamarnya keliatan bersih, tidak berantakan atau minimal lagi daerah belakang kalian tidak ada benda aneh-aneh seperti celana pendek, daleman dan teman kalian yang usil. Yang kasian adalah dosennya. Udah nyaman ngejelasin materi, eh tau-tau terganggu ngeliat backgroud Zoom salah satu mahasiswanya. Satu-satunya tempat ternyaman ketika zoom adalah di kamar, tapi jangan lupa matikan video dan voicenya. Wkwkwk… asyikkan??

2.      Kedua, bisa kuliah sambil melakukan hal lain. Bagi mahasiswa yang kuliah sembari membantu orang tuanya, perkuliahan daring merupakan salah satu solusi. Lagi disuruh membantu orang tua dan pas dengan jadwal kuliah maka sabi dong kuliah sambil membantu orang tua. Kalau mau lebih sopan lagi, minta izin ke dosen bahwa belum bisa on cam dikarenakan masih membantu orang tua.

Tetapi nih, ada oknum mahasiswa juga, ada jadwal kuliah malah beralasan lagi sibuk. Ketika diliat lagi sibuk mabar game online sama temen-temennya. Ada juga yang beralasan lagi ngantuk berat karena semalem begadang. Ada lagi yang beralasan sambil ngerjain tugas mata kuliah yang akan dikumpulin. Yang paling parah adalah ketika kuliah online off cam tetapi lupa mute voice dan si mahasiswa ini dengan asyiknya ghibahin dosen killer yang sedang memberikan kuliah. Duh, entah apa yang bakal terjadi sama mahasiswa itu.

3.      Ketiga, materi dapat disimak ulang. Dosen ngejelasin panjang lebar tapi klean gak sengaja ketiduran atau klean lagi pengen pup. Tenang semua masalah pasti ada solusinya. Selain liat catatan temen, solusinya adalah mendengarkan rekaman video perkuliahan yang ditinggalkan tadi. Bagi mahasiswa yang punya niatan bener-bener pengen memahami materi, cara ini bisa menjadi penghilang rasa sebelnya karena ketinggalan penjelasan dosen. Namun, yang menjadi masalah adalah ketika dosen sedang ngejelasin materi tapi beliau lupa tidak merekam video perkuliahan itu. Ya.. solusi yang lain adalah nanya ke temen atau kalau mau nanya ke dosen langsung juga boleh. Siapa tau karena banyak nanya ke dosen klean menjadi dapat A. :v

4.      Keempat, menjadi mengenal platform video teleconference. Zoom dan Google Meet bisa dibilang platform video teleconference yang paling banyak digunakan. Selain karena free akses, dua platform tersebut juga mudah dioperasikan. Imbas dari seringnya memakai video teleconference membuat para mahasiswa menjadi kreatif. Ambil contoh Zoom, di dalam Zoom terdapat fitur mengganti background atau filter. Ada mahasiswa dengan tingkah kocaknya menggunakan filter seperti berubah jadi alien atau makhluk-makhluk aneh lainnya. Hadeh… tetapi seenggaknya dengan kelakukan mahasiswa seperti itu menjadi hiburan dikala pusing ngadepin materi perkuliahan. Gimana klean tertarik kuliah online terus? atau klean merindukan kuliah tatap muka?

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar