Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

GOSOK GIGI KETIKA PUASA? BATAL?


Oleh: Alvian Izzul Fikri

Bulan Ramadhan adalah bulan di mana diwajibkannya berpuasa bagi setiap orang yang beriman. Di mana di bulan yang suci ini, setiap amal perbuatan akan dilipatgandakan pahalanya di sisi Allah SWT karena keagungannya, yang membuat orang-orang mukmin bersemangat untuk meraihnya dengan memperbanyak amal perbuatan baik di bulan suci ini, dari memperbanyak membaca Al-Quran, bersedekah, serta ibadah sunnah yang hanya ditemukan pada bulan ini.

Puasa di bulan Ramadhan adalah merupakan ibadah yang paling besar pahalanya, di mana orang-orang yang beriman menaruh perhatian besar terhadap amalan-amalan serta ibadah-ibadah yang meningkatkan kualitas puasa untuk meraih derajat takwa, serta perkara-perkara yang membatalkannya. Salah satu perkara yang menyebabkan batalnya puasa adalah memasukkan benda kedalam lubang yang tujuh, salah satunya adalah mulut, tentu makan dan minum merupakan kegiatan yang sudah jelas-jelas akan membatalkan puasa, lalu bagaimana dengan bersiwak? Ataupun gosok gigi?

Kebersihan merupakan perkara yang penting untuk diperhatikan karena kebersihan akan menuntun kita kepada keimanan. Pun demikian juga dengan kebersihan mulut dan gigi, di mana Rasulullah menganjurkan kepada umat Islam untuk bersiwak di setiap akan menunaikan sholat, dengan tujuan zhohir untuk membersihkan gigi dan mulut kita serta menjaga kenyamanan bagi orang lain di saat bersama mereka.

Abdur Rozaq Al-Kindy dalam kitabnya “Al-Mufathiraat At-Tibbiyah Al-Mu’asarah” menjelaskan

اتفق الفقهاء -رحمهم الله تعالى - على جواز السواك للصائم في أول النهار، واختلفوا في حكم السواك للصائم بعد الزوال

Artinya : Para Ulama Fiqih -Rohimahumullah- bersepakat tentang diperbolehkannya bersiwak bagi seseorang yang berrpuasa di awal hari (zawal). Terdapat perbedaan penetapan hukum  di dalam penggunaan siwak bagi seseorang yang berpuasa setelah zawal. (Abdur Rozaq Al-Kindy, Al-Mufathiraat At-Tibbiyah Al-Mu’asarah, Darul Hakikah Al-Kauniyah, Malaysia; Halaman 196).

Dari redaksi di atas dapat kita pahami bahwasanya penggunakan siwak ketika bulan Ramadhan pada saat sebelum zawal (tergelincirnya matahari yang menunjukkan telah masuk waktu shalat dhuhur) diperbolehkan. Akan tetapi, ulama berbeda pendapat tentang masalah waktunya, di mana ada yang hanya memperbolehkan memakai siwak sepanjang hari dan ada yang hanya memperbolehkan sampai sebelum zawal. 

Imam Abu Hanifah

Orang yang berpuasa diperbolehkan untuk bersiwak baik di pagi hari maupun siang hari , baik dengan memakai siwak yang basah maupun yang kering.

Imam Malik

Beliau memperbolehakan bersiwak pada waktu pagi hari maupun siang hari, akan tetapi hanya memperbolehkan menggunakan siwak yang kering, dan makruh hukumnya menggunakan siwak yang basah, karena ditakutkan ada sesuatu yang tertelan kedalam tenggorokan.

Imam Syafii

Memakai siwak di siang hari setelah zawal pada saat berpuasa baik di bulan Ramadhan maupun diluar bulan Ramadhan merupakan perkara yang makruh.

Imam Hambali

Orang yang berpuasa diperbolehkan untuk menggunakan siwak sebelum zawal, baik menggunakan siwak yang kering ataupun yang basah akan tetapi tidak boleh  melakukan siwak setelah zawal.

Syeikh Imaduddin Al-Bantani dalam karyannya “Al-Fikrah An-nahdliyah” menjelaskan bahwa beberapa ulama kontemporer menyamakan presepsi tentang pemakaian siwak dan membersihaan gigi dengan pasta di dalam kesunnahannya pada pagi hari setelah bangun dari tidur dan ketika mulut mulai berbau, dengan syarat kita harus memperhatikan air dan juga pasta gigi yang masuk ke dalam mulut kita agar tidak masuk kedalam wilayah tenggorokan. Jikalau masih terdapat bau dari pasta tersebut ataupun rasa tidak membatalkan puasa selama sudah dipastikan bahwa pasta tersebut sudah habis di mulut.

Pada saat berpuasa membersihkan gigi dengan bersiwak maupun sikat gigi merupakan perkara yang tidak membatalkan puasa selama tidak ada sesuatu yang masuk ke dalam tenggorokan. Wallahualam.  

 

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar