Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

CHILDFREE: BAGAIMANA SEHARUSNYA SIKAP PASANGAN MUSLIM?

Oleh: Ahmad Maulana S

Istilah Childfree sebenarnya bukan istilah yang baru lahir, sebab tren ini sudah lama berkembang di negara barat seiring dengan meluasnya liberalisme. Istilah ini digunakan bagi pasangan yang enggan memiliki keturunan tanpa adanya gangguan alat reproduksi. Melakukan Childfree artinya enggan memiliki keturunan dengan cara perjanjian sedari awal menyususn pernikahan. Ada banyak alasan yang melatar belakangi pasangan yang memutuskan untuk melakukan Childfree, di antaranya adalah faktor finansial, mental yang tidak siap menjadi orang tua, bahkan alasan lingkungan.

Nah, apakah prinsip Childfree sesuai dengan esensi pernikahan menurut Islam? Telah diketahui bahwa ajaran Islam menganjurkan pengikutnya untuk melangsungkan pernikahan. Dengan melaksanakan pernikahan yang sah diharapkan memperoleh keturunan yang sah dalam masyarakat sehingga kelangsungan hidup dalam rumah tangga dan keturunanya dapat berlangsung jelas, bersih, dan harmonis.

Salah satu esensi dari pernikahan menurut islam adalah untuk memiliki keturunan, hal ini sesuai dengan pesan nabi yang memerintahkan untuk menikahi wanita yang subur, artinya dengan pasangan yang subur ini umat Nabi diperintah untuk melestarikan keturunannya dalam hal ini adalah memiliki anak. Apabila pasangan suami istri telah memutuskan untuk melakukan Childfree padahal secara biologis mereka mampu, maka keduanya telah menyalahi esensi pernikahan. Terlebih bagi para muslimah, hamil dan melahirkan merupakan kodrat mutlak yang perlu diemban.

Selanjutnya, menurut ajaran islam mempunyai anak adalah salah satu kebahagiaan orang tua, hal ini merujuk pada firman Allah QS. Ali Imran ayat 14:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلۡبَنِينَ وَٱلۡقَنَٰطِيرِ ٱلۡمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلۡفِضَّةِ وَٱلۡخَيۡلِ ٱلۡمُسَوَّمَةِ وَٱلۡأَنۡعَٰمِ وَٱلۡحَرۡثِۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسۡنُ ٱلۡمَ‍َٔابِ 

Artinya: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.

Berdasarkan ayat di atas dapat dipahami bahwa anak merupakan salah satu sumber kebahagiaan yang diberikan oleh Allah kepada pasangan suami istri. Anak merupakan permata hati yang Allah berikan kepada mereka yang masih berada dalam fitrah. Para Nabi yang telah berumur tua namun belum dikaruniai anak seperti nabi Ibrahim AS dan nabi Zakariya AS merasa sedih jika tidak mempunyai keturunan dan tidak ada yang meneruskan perjuangan mereka di muka bumi, maka merekapun senantiasa berdo’a kepada Allah SWT agar sesegera mungkin dikaruniai anak dan akhirnya do’a mereka dikabulkan oleh Allah SWT.

Betapa banyak pasangan mandul yang sampai saat ini berusaha memiliki anak. Pasangan yang mandul ini tentu saja sedih karena hidup mereka belum dikaruniai anak. Mereka rela mengorbankan apa saja untuk berobat agar memiliki anak. Beda halnya dengan pasangan yang memutuskan untuk melakukan Childfree, mereka bersembunyi di balik berbagai alasan untuk tidak memiliki anak, padahal mereka mampu melakukanya. Dari sini dapat dilihat bahwa pasangan yang memutuskan untuk melakukan Childfree tidak mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT berikan, terutama nikmat kesehatan organ reproduksi sebagai alat perkembangbiakan manusia.

Menurut hemat penulis, Childfree sebagaimana yang telah dijelaskan di atas hendaknya tidak dilakukan, terutama bagi pasangan yang beragama Islam karena hal tersebut tidak sesuai dengan esensi pernikahan menurut agama islam. 



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar