Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

BUKAN PAHLAWAN APALAGI KORBAN, DIA PELAKU PELECEHAN SEKSUAL!

Oleh: Ahmad Maulana S

Buat para fans fanatik bang Ipul, tak sadarkah kalian? bahwa yang kalian idolakan pernah dipidana karena melakukan pelecehan seksual dan pencabulan terhadap remaja laki-laki yang ia sebut sebagai “rekannya” dan kasus tersebut sudah terbukti secara sah dan meyakinkan di pengadilan. Tak hanya itu, bang Ipul juga terjerat kasus penyuapan yang dilakukannya kepada panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk pengurusan kasus asusila. Akhirnya oleh majelis hakim, bang Ipul dijatuhi vonis 8 tahun dikurangi remisi 30 bulan.

Bang Ipul resmi bebas dari kurungan pada hari kamis, 2 September 2021 sekitar pukul 09.00 WIB. Melihat tayangan tentang bebasnya bang Ipul di berbagai media sosial yang disambut bak pahlawan sepulang dari medan perang, seolah mengharumkan nama bangsa dan negara. Bucket yang ia pegang serta kalung bunga yang ia kenakan tepatkan perspektif media dalam mengemas liputan, hingga nampak seperti pahlawan, bahkan korban? Menarik untuk dibahas tentang glorifikasi kebebasan bang Ipul.

Teruntuk para fans fanatik bang Ipul, memang benar kalau “tidak ada orang baik yang tak punya masa lalu dan tidak ada orang jahat yang tak punya masa depan”, tapi  kalian terlalu berebihan dalam menyambut kedatangan idolamu. Bebas dari penjara seharusnya menjadi momen intropeksi diri dari kesalahan yang pernah dilakukan, memohon ampun atas kesalahan, bukan malah disambut dengan kemewahan. Ditambah lagi beberapa media penyiaran yang berlomba-lomba menghadirkan bang Ipul untuk mengisi acaranya. “Bukannya diedukasi malah difasilitasi untuk manggung?” memang trend media penyiaran indonesia saat ini adalah mengundang bintang tamu yang lagi viral karena hal bodoh. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan menormalisasi pelecehan seksual.

Menyaksikan kondisi ini, saya sangat prihatin dengan keadaan mental si korban, setiap kali melihat televisi ataupun media sosial selalu dicekoki muka bang Ipul. Untungnya warganet peka akan hal ini, mereka bereaksi keras mengecam ironi penyikapan kasus pelecehan seksual di tengah masyarakat. Bahkan di antara mereka ada yang mengajukan petisi agar bang Ipul di banned dari berbagai acara televisi, YouTube, serta di dunia entertainment. Hal ini dilakukan untuk mengamankan kondisi mental korban pelecehan seksual serta menghindari rasa trauma korban terhadap kejadian yang telah menimpanya.

Harus ada empati yang lebih dalam kasus penangangan pelecehan seksual seperti ini. Penanganan kasus belum fokus pada kebutuhan korban dan rehabilitasi pelaku. Dengan adanya opsi kurungan, permasalahan kekerasan seksual dianggap selesai. Padahal, yang lebih penting adalah pemulihan atas dampak psikologis yang dialami korban. Untuk itu, sangat diperlukan jaminan perlindungan atas hak penanganan serta pemulihan bagi korban kekerasan seksual di Indonesia. Melalui RUU PKS, diharapkan kasus kekerasan seksual memperoleh penanganan yang tepat agar terakomodasinya kebutuhan korban serta terciptanya akses keadilan yang nyata bagi mereka. Semoga pemerintah Indonesia melalui DPR segera mengesahkan RUU PKS agar korban kekerasan seksual memiliki kepastian hukum atas tindak pidana yang dilakukan oleh para pelaku. Say No To Sexual Harassment!



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar