Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

UTSMAN BIN AFFAN (DZUN NURAINI

link foto : Kaliqrafi Utsman Bin Affan - Bing images

Oleh: Izzat Imaniya

              Nama lengkap Utsman bin Affan adalah Utsman bin Affan bin al-Ash bin Umayyah, bin Abdus Syams bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib, al-Qurasyi al-Umami al-Makki kemudian al-Madani, Abu ‘Amr. Selain dikenal dengan Abu ‘Amr beliau juga dipanggil Abu Abdullah dan Abu Lila.  Ibu Utsman bernama Arwa binti Kriz bin Rabi’ah bin Habib bin Abdus Syams bin Abdu Manaf. Utsman bin Affan dilahirkan pada tahun keenam tahun Gajah. Beliau termasuk salah seorang yang menerima Islam diawal perjalanan dakwah Islam. Beliau adalah orang yang diajak Abu Bakar As- Shiddiq untuk memeluk Islam. Beliau melakukan dua kali hijrah, pertama ke Ethiopia dan yang kedua ke Madinah. Utsman bin Affan menikah dengan Ruqayyah putri Rasulullah. Pernikahannya berlangsung sebelum Muhammad Sallallahu Alaihi wa Sallam diutus meenjadi rasul. Ruqayyah meninggal pada saat berlangsungnya perang badar. Inilah yang menyebabkan beliau tidak ikut serta dalam perang badar karna harus merawat istrinya, akan tetapi tidak lupa atas izin dari Rasulullah.

              Ketika Ruqayya disemayamkan di Madinah, datanglah seseorang yang membawa kabar gembira tentang kemenangan pada perang Badar. Beberapa saat kemudian, Rasulullah menikahkan Utsman bin Affan dengan putrinya yang lain, yaitu Ummu Kaltsum. Ummu Kaltsum meninggal pada tahun 9 H. Para ulama berkata tak ada seorangpun yang menikahi dua anak seorang nabi kecuali Utsman bin Affan. Oleh karena  itu beliau diberi gelar Dzun Nurain (pemilik dua cahaya). Beliau termasuk kalangan sahabat yang pertama kali masuk Islam, orang yang pertama kali melakukan hijrah, salah seorang dari sepuluh orang yang mendapat jaminan surga dari Rasulullah, dan satu dari enam orang disaat Rasulullah meninggal, beliau ridha terhadap mereka dan beliau juga salah seorang sahabat penghimpun Al- Quran (menghafal seluruh Al-Quran didalam hati). Ibnu ‘Ibad bahkan mengatakan, “ Tidak ada seorang khalifahpun yang mengumpulkan Al- Quran kecuali Utsman dan al-Makmun.

               Utsman bin Affan dilantik sebagai khalifah tiga hari setelah disemayamkannya Umar bin Khattab. Diriwayatkan bahwa, pada tiga hari tersebut orang-orang mendatangi Abdurrahman bin Auf untuk meminta nasehat dan pendapatnya. Saat itu tidak ada seorangpun yang mengubah pendapatnya tentang Utsman. Ketika Abdurrahman duduk membaiat Utsman, beliau mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah. Dalam ucapannya saat itu beliau berkata, “Sesungguhnya saya melihat manusia sama-sama menolak kecuali Utsman. Pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan, kota Ray dapat ditaklukkan. Sebelumnya kota tersebut pernah ditaklukkan namun dilepas kembali. Pada pemerintahannya ini banyak masyarakat mengalami penyakit mimisan. Oleh sebab itu tahun itu disebut tahun mimisan ( Sanat Ru’af). Utsman bin Affan juga terkena penyakit ini sehingga beliau tidak bisa menunaikkan ibadah haji. Dimasa pemerintahannya juga ditaklukkan benteng-benteng pertahanan pasukan romawi. Utsman juga mengganti al mugirah, gubernur kufah, dengan Sa’ad bin Abi Waqqash.

            Pada tahun 25 H, Utsman mencopot Sa’ad bin Abi Waqqash dari jabatannya sebagai gubernur dan menggantinya dengan Al Walid bin ‘Uqbah bin Mu’ith. Dia adalah seorang sahabat, saudara sesusu Utsman. Pangkatan inilah yang menjadi bencana untuknya, karena dia dianggap mendahulukan kerabatnya dalam masalah jabatan. Diriwayatkan bahwa Al Walid pernah menjadi imam sholat subuh sebanyak empat rakat sementara beliau dalam keadaan mabuk. Kemudian beliau menoleh ke makmumnya seraya berkata: “ Apakah rakaatnya harus saya tambah?”

            Pada tahun 26 H, Utsman memperluas masjid Haram, dengan memebeli tanah penduduk untuk melakukan perluasan itu. Pada tahun 27 H Mu’awiyah menyerang Cyprus. Dia menyebrang laut bersama pasukannya. Ubadah bin Ash Shamit dan istrinya Ummu Haram binti Milhan Al- Anshariyyah ada dalam rombongan pasukan itu. Ummu Haram terjatuh dari tunggangannya, dan mati syahid disana. Rasulullah pernah mengabarkan tentang tentara ini, Rasulullah juga berdoa semoga dia termasuk salah seorang dari mereka. Dia dikuburkan di Cyprus. Pada tahun itu pula kota Arjan dan Darbijard ditaklukkan. Utsman juga memecar Al-Amr bin Al-Ash dari jabatan gubernurnya di Mesir dan menggantikannya dengan Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarah. Gubernur baru ini pergi dengan pasukannya ke wilayah Afrika, dan dia mampu membuka wilayah darat serta pegunungan-pegunungan Afrika. Setiap orang tentara waktu itu mendapat bagian rampasan perang sekitar seribu dinar, ada juga yang mengatakan tiga ribu dinar.



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar