Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MODUS PENIPUAN LEWAT PANGGILAN TELEPON


Oleh: Alvian Izzul Fikri
Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, penipuan semakin marak terjadi dengan berbagai inovasi trik atau modus yang ditawarkan pelaku untuk menjerat si calon korbannya. Salah satu perantara yang sering dipakai oleh pelaku adalah lewat panggilan telopon seluler dan pengiriman pesan singkat (SMS), walaupun sekarang sudah ada banyak media sosial modern, seperti halnya Whatsapp, Telegram, dll. Akan tetapi masih banyak dari kita yang hampir menjadi korban dari penipuan lewat panggilan telepon dan SMS karena tidak memahami dan mengenali modus yang ditawarkan oleh pelaku.
Berangkat dari kejadian yang menimpa mahasiswa di salah satu Universitas di Malang. Di mana ia hampir menjadi korban penipuan lewat telepon dari seseorang yang mengaku telah menemukan barangnya, beberapa saat setelah ia mengumumkan di media sosial pribadinya tentang hilangnya dompet yang ia miliki beserta isinya.

Pada kesempatan kali ini penulis ingin berbagi informasi mengenai trik atau modus yang ditawarkan pelaku untuk menjerat si calon korbannya :

Pertama, melakukan panggilan menggunakan telefon seluler/biasa. Walaupun pemakaian media sosial sudah menjadi umum di masyarakat,  Pelaku tidak akan menggunakannya sebagai media untuk menghubungi si calon korban, akan tetapi ia akan melakukannya lewat telepon seluler karena dirasa lebih aman daripada memakai media sosial. Di mana pelaku mengatasnamakan bahwa dirinya tidak mempunyai media sosial dengan dalih dia hanyalah pekerja yang tidak punya smartphone, sehingga si calon korban tidak bisa mengetahui kondisi barang yang hilang, biasanya pelaku mengaku bahwa dirinya adalah sopir truk. 

Kedua, meminta kepada korban untuk menyebutkan rincian barang yang hilang. Pelaku akan mencoba menanyakan barang-barang yang hilang dengan dalih konfirmasi barang yang hilang tersebut.  Bahanyanya ketika pelaku mendapatkan informasi tentang barang yang kalian miliki, maka kalian sebenarnya membuka akses bagi pelaku untuk mengetahui lebih detail barang kalian, sehingga kalian akan semakin yakin bahwa pelaku adalah penemu barang kalian yang hilang. 

Contoh kejadian yang sering terjadi adalah ketika pelaku meminta informasi tentang nomor polisi dari kendaraan yang korban miliki, maka pelaku akan mengetahui detail dari jenis kendaraannya, dari warna, jenis, tahun pembuatan sampai dengan tanggal masa berlaku STNK, dengan ia mencarinya lewat website https://info.dipendajatim.go.id/index.php?page=info_pkb kalau kenadaraan tersebut di wilayah Jawa Timur. Maka jangan sampai kita memberitahukan detail dari barang kita yang hilang.

Ketiga, meminta transfer uang. Setelah pelaku mendapatkan informasi akan barang tersebut, maka ia akan meminta agar si calon korban mentransfer uang dengan dalih biaya ongkos kirim barang yang hilang. Berapapun nominal uang yang diminta oleh pelaku, baik kecil maupun besar jangan sampai membuat kalian terhasut akan besarannya sehingga membuat anda mempercayainya. 

Keempat, membuat suasana terkesan terburu-buru. Pelaku akan mencoba menghadirkan suasana dimana ia sedang dalam keadaan tergesa-gesa, dengan tujuan untuk tidak memberikan waktu berfikir kepada si calon korban. Yang sering terjadi di lapangan, pelaku biasanya mengaku sebagai sopir truk di mana ia akan memberitahukan bahwa ia sedang dalam perjalanan dan akan melanjutkan perjalanan jauh, maka ia akan meminta si calon korban untuk segera memberikan alamat serta mentransfer uang. Sehingga si calon korban tidak diberikan waktu untuk berfkir jernih. Sehingga mudah terhasut dengan tipu daya yang dibuat oleh pelaku.
Maka dengan kita mengetahui serta memahami akan trik/modus yang biasa ditawarkan oleh pelaku penipuan, akan menjadikan kita untuk lebih berhati-hati ketika menerima panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar