Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

INSTRUKTUR SEBAGAI PILAR PENGGERAK IMM

Oleh: Fitriatul wilianti

IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) merupakan sebuah organisasi gerakan mahasiswa Islam yang juga menjadi organisasi otonom muhammadiyah yang bergerak dibidang keislaman, kemahasiswaan dan kemasyarakatan. Sebagai organisasi otonom penggerak Muhammadiyah IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) harus mampu melahirkan kader-kader baru yang unggul juga menjadikan kader-kader lama sebagai kader yang mampu menggerakkan Mahasiswa Muhammadiyah dalam rangka mengembalikan tujuan awal berdirinya Muhammadiyah. Berdirinya muhammadiyah bertujuan untuk "menegakkan dan menjujung tinggi Agama islam sehingga terwujudnya masyarakat islam yang sebenar-benarnya".

Dilihat dari tujuan berdirinya Muhammadiyah diatas, IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) merupakan salah satu penggerak yang diamanahkan dalam mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. Dalam hal ini IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah)  harus mampu mengkoordinisir kader-kader didalamnya untuk ikut aktif di setiap kegiatan dalam IMM tersebut.

Salah satu unsur penting didalam IMM yaitu adanya Instruktur. Instruktur berdasarkan penjelasan didalam SPI (Sistem Perkaderan Ikatan), bertugas sebagai pengonsep, pelaksana dan penentu jalannya perkaderan utama yaitu Darul Arqom Dasar (DAD). Selain itu masih banyak tugas instruktur di sebuah pergerakan dalam ikatan Mahasiswa Muhammadiyah antara lain sebagai contoh dan tauladan bagi para kader baru.

 Dalam hal ini instruktur harus mampu menanamkan nilai-nilai dalam trilogi dasar yang menjadi Visi dan Misi dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yaitu seperti menanamkan nilai-nilai, pertama: Kereligiusitasan yaitu harus mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan yang sesuai dengan ajaran dalam konsep kemuhammadiyahan contohnya seperti: Akhlaqul karimah, tertib dalam menjalankan ibadah, menanamkan dakwah islam amar ma’ruf nahi mungkar, dan lain-lain. Kemudian yamg kedua: keintelektualitasan, dalam hal ini kader-kader atau instruktur penggerak ikatan mahasiswa Muhammadiyah harus mampu menjadi generasi unggul yang kritis sehingga dapat menerapkan nilai-nilai dalan kemuhammadiyahan contohnya: kemampuan bersikap rasional dan logis, ketekunan dalam kajian dan  pengembangan ilmu pengetahuan, pengembangan kemampuan  memanajemen waktu dalam segala aktifitas, terbuka terhadap pandangan baru, memiliki tanggung jawab sosial dengan mengembangkan kesadaran ilmiah, mampu brinovasi atau memunculkan ide-ide atau pandangan baru yang belum pernah dimunculkan sebelumnya, dan lain-lain. Kemudian yang terakhir Humanitas (Kemasyarakatan) disini kita juga harus mampu memahami lingkungan dan seluruh kegiatan sosial dan kemasyarakatan sehingga dari sini kita bisa menyebarluaskan tujuan awal Muhammadiyah dalam lingkungan masyarakat, contohnya: bersikap agamis dan senantiasa yakin dan percaya terhadap cita-cita yang ingin diraih,  rasa solidaritas yang tinggi terhadap lingkungan sosial, sikap kepemimpinan sosial dan kemasyarakatan, bersikap kritis terhadap diri dan lingkungan, berpribadi sesuai ajaran muhammadiyah, dan lain-lain.

Dari penjelasan trilogi umum muhammadiyah diatas, instruktur harus mampu menerapkan dan menanamkan dalam diri sifat-sifat dalam trilogi dasar tersebut sehingga jika sudah mampu menanamkan dalam diri sendiri, pasti juga akan mampu menanamkan dan mentransfer dalam diri orang lain atau pada diri kader-kader baru yang akan menjadi penerus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Selain menerapkan trilogi tersebut dalam perkaderan formal seperti DAD (Darul Arqam Dasar) kepada setiap kader baru, instruktur juga harus mampu mengkader atau membina kader-kader baru diluar perkaderan formal contoh seperti silaturrahim atau diskusi-diskusi rutin non formal dalam hal pendekatan antar kader baru dengan instruktur sehingga dalam hal ini instruktur akan lebih mudah mengenali kader dan akan lebih mudah mendekati dan membimbing kader baru.

Sebagaimana tujuan awal adanya ikatan mahasiswa Muhammadiyah yaitu untuk "Mengusahakan terbentuknya akademisi islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah". Dalam hal ini instruktur sangat berperan penting dalam hal perkaderan kader-kader baru dengan cara membimbing dan membina peserta yang akan menjadi kader. Selain penanaman sifat-sifat dalam trilogi dasar diatas instruktur juga harus memiliki sikap kritis, cerdas, berani mengambil resiko, unggul dan juga berakhlak mulia. Sehingga mampu menciptakan kader unggul yang sesuai dengan harapan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). karena jika instrukturnya cerdas dan pandai dalam mengkoordinisir dan membina kader pasti dari situ kader yang dihasilkan akan unggul dan berkualitas. Lain jika instrukturnya kurang pandai dan tidak cukup dalam membimbing kader maka kader baru juga akan kurang paham tentang apa itu kemuhammadiyahan dan tujuan-tujuan awal adanya ikatan mahasiswa Muhammadiyah.

Sebagaimana dalam istilah-istilah yang sudah tidak jarang lagi dalam media seperti (Instruktur adalah nyawa perkaderan, instruktur sebagai penentu denyut nadi perkaderan, dan lain lain). Dan semoga kita semua sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang sedang menjalani TOT (Training Of Trainer) sekarang ataupun kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang lain, mampu menjadi instruktur yang profesional dan menjadi uswah hasanah dalam perkaderan seperti yang dijelaskan diatas sehingga mampu  menciptakan kader-kader baru yang berkualitas, unggul, dan cerdas sebagai penggerak Mahasiswa Muhammadiyah dan mampu mewujudkan tujuan-tujuan awal muhammadiyah.  Aamiin ya Robbal Aalamin.



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar