Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

DIRIKU DAN IMAJINASI ORANG-ORANG DI DALAMNYA

 

Oleh: Siti Fathimatuz Zahro’

 

Aku adalah tipe orang yang suka berbicara dengan diri sendiri. Seolah dalam diriku ada dua orang yang sedang berbicara. Beberapa hari lalu, ada obrolan dalam diriku dengan tokoh diriku sendiri dan seseorang yang bernama Fifi. Dia seorang teman dari teman ku. Tempat tinggal kita lumayan jauh. Aku berada di kota dan dia di kabupaten. Sebelumnya aku tidak pernah ngobrol dengan dia. Sekedar say hallo pun seingatku tidak. Jangankan say hallo, berjumpa dengannya pun aku tidak pernah. Ya begitulah aku dan diriku. Siapapun akan tetiba menjadi tokoh dalam obrolan di dalam diriku. Entah kenal ataupun sekedar tahu tokoh itu. Obrolan beberapa hari lalu adalah sebuah imajinasi, yang mana aku sedang berada di sebuah tempat umum dan secara tidak sengaja aku bertemu dengan Fifi. Seperti orang pada umumnya yang mana ketika bertemu secara tidak sengaja dengan orang yang dikenal maka akan secara spontan menunjukkan ekspresi terkejut dan kemudian menyapanya dengan excited.

"Hai fi.. lagi ngapain?" begitulah sekiranya aku menyapa. Namun siapa sangka jika respon yang diberikan Fifi bukan respon yang sama seperti yang aku berikan. Dia mendongakkan kepala kemudian menatap orang yang baru saja menyapanya dan kemudian dia menangis. Sebuah respon otomatis, aku memeluknya dan menanyakan dengan kalimat mengapa. Bukan jawaban yang aku terima melainkan air mata sesenggukan yang aku dengar. Semakin eratlah aku mendekapnya dan mengelus punggungnya. Sekiranya agar mampu meredakan emosinya dan memberikan rasa nyaman serta nyaman. 

 Entah mengapa imajinasi ku saat itu menceritakan hal tersebut. Ada banyak hal yang aku imajinasikan sebagai penyebab kesedihannya. Perihal ibunya yang pernah aku dengar dari kawanku, jika beliau sedang sakit dan Fifi lah yang merawatnya. Penyebab kedua yakni ia merasa posisinya sebagai kakak tergeserkan oleh sosok temannya yang lebih dekat dengan adik perempuannya.

Tidak sekali dua kali dalam diriku terjadi obrolan-obrolan spontan seperti itu. Bahkan terkadang tokoh didalamnya lebih dari dua orang. Hahahaha entah apa yang terjadi dalam diriku. Pernah suatu ketika aku menuliskan apa yang aku rasakan ini dalam tugas kuliah psikologi klinis karena aku pernah khawatir jika ini ada sebuah hal yang tidak umum hehehehe.  

Ketika tetiba tersadar maka aku akan berkata kepada diriku "Hei... apa yang sedang kamu obrolkan?" dan kemudian obrolan-obrolan itu juga akan terhenti dengan sendirinya hahahahah.Obrolan-obrolan ini terjadi secara sadar dan bahkan diriku yang sesungguhnya juga ikut menjadi tokoh di dalamnya.

Inti dari tulisan ini adalah kebiasaanku dan topik beberapa hari yang lalu tentang Fifi.

Semoga ibumu lekas sehat dan diberikan umur yang panjang untuk senantiasa menemanimu tumbuh kembang. Pastinya akan selalu banyak hal yang ingin diceritakan oleh anak perempuan kepada ibunya.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar