Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

AKTUALISASI KANDUNGAN SURAT AL- ASHR DALAM ETIKA BERMEDIA SOSIAL


Oleh: Muflikhah Ulya

        Pesatnya perkembangan teknologi di era digital saat ini telah merambah di berbagai bidang. Tak terkecuali dalam bidang teknologi media komunikasi dan informasi. Salah satu bukti nyata kemajuan teknologi media komunikasi dan informasi adalah kita dapat dengan mudah mengakses informasi dari berbagai platform media sosial. Beberapa platform media sosial yang sering digunakan diantaranya adalah instagram, facebook, whatsapp, twitter, tik tok dan masih banyak lagi. Format fitur yang menarik serta sajian informasi yang beragam selalu menjadi daya tarik yang memikat para penggunanya untuk terus berpartisipasi meramaikan media sosial. Tak hanya itu, penggunaan media sosial tampaknya sudah menjadi gaya hidup dan rutinitas wajib bagi generasi milenial. Maka dari itu, kita sebagai pelaku dalam hal ini sudah seharusnya memiliki tanggung jawab untuk dapat mengoptimalkan pemanfaatan perkembangan teknologi sehingga dapat melahirkan pengaruh yang positif. 
        Tidak ada batasan bagi pengguna media sosial. Semua pengguna diberikan kebebasan untuk mengakses, membagikan ataupun membuat konten di media sosial. Mulai dari foto, video, curahan hati sampai pemikiran-pemikiran kritis, semuanya dapat dijadikan konten bermedia sosial. Dalam bermedia sosial, konten yang disajikan terus berubah-ubah menyesuaikan tren yang ada. Semua pengguna berlomba-lomba untuk aktif menyajikan konten yang up to date sesuai dengan tren yang ada agar tidak dikatakan ketinggalan zaman. Tak hanya itu, adanya fenomena “viral” pun juga menjadi salah satu faktor yang membangkitkan semangat para pengguna media sosial untuk saling berkompetisi membuat konten sekreatif mungkin. Oleh karena itu, tak sedikit dari pengguna media sosial yang berakhir dengan terpapar radiasi dari konten-konten yang mengikuti tren tersebut. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa media sosial merupakan sarana komunikasi yang memiliki kekuatan untuk mengubah paradigma serta gaya hidup penggunanya sesuai tren yang ada.
        Tantangan zaman yang terus berkembang menjadikan permasalahan yang ada menjadi semakin kompleks, terlebih dalam bidang komunikasi dan informasi. Berbagai contoh permasalahan yang muncul diantaranya adalah penyebaran hoax, ujaran kebencian, kejahatan siber dan pemanfaatan secara tidak bijak lainnya yang turut menyumbang permasalahan yang serius berupa sikap intoleransi, permusuhan dan lain-lain. Permasalahan-permasalahan tersebut muncul dikarenakan adanya penyalahgunaan kemajuan teknologi yang didasari oleh lemahnya etika dalam bermedia sosial. Maka dari itu, al-qur’an hadir sebagai jawaban atas berbagai permasalahan. Solusi yang ditawarkan Al-qur’an akan selalu relevan dan tidak akan pernah ketinggalan zaman. 
        Jika kita melihat dari kaca mata perspektif Al-Qur’an surah Al-Ashr ayat 1 sampai 3. Di dalamnya telah dipaparkan dengan jelas bagaimana tata cara beretika dalam bermedia sosial dengan memperhatikan betapa pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya juga pedoman berinteraksi sosial secara benar.
        Kandungan surah Al-Ashr ayat 1 dan 2 menjelaskan betapa pentingnya memanfaatkan waktu dengan baik. Dijelaskannya bahwa orang yang tidak memanfaatkan waktu dengan melakukan perbuatan-perbuatan sholih akan merugi. Hal ini dikarenakan waktu merupakan modal yang sudah seharusnya kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Waktu akan terus berjalan. Terdapat pepatah yang mengatakan bahwa waktu ibarat pedang, jika kita tidak berhati-hati dalam menggunakannya, maka kita akan terluka. Jika kita membiarkannya berlalu begitu saja tanpa adanya sedikitpun keuntungan yang diperoleh, maka kita akan merugi. Karena waktu yang sudah berlalu tidak akan bisa diulang kembali. Selanjutnya, dalam surah Al-Ashr ayat 3 dijelaskan bagaimana cara agar tidak menjadi orang yang merugi. Terdapat tiga syarat yang harus dipenuhi yaitu beriman, beramal sholeh dan saling menasehati dalam hal kebenaran dan kesabaran.
        Dalam bermedia sosial terdapat berbagai kemudahan serta kesenangan yang ditawarkan. Maka dari itu sudah seyogyanya hal tersebut tidak menjadikan kita sebagai manusia lupa waktu dan terlena. Perlu ditanamkan kesadaran bahwa hal-hal esensial dalam kehidupan harus diprioritaskan daripada sekedar bermedia untuk kepentingan yang tidak begitu signifikan. Selain itu, berdasar nilai yang diadaptasi dari surat al-’ashr, media sosial seharusnya digunakan untuk menyampaikan kebenaran, meskipun dalam penyampaian kebenaran tidak semuanya dapat diterima oleh publik, namun setidaknya penyampaian kebenaran tersebut bukan merupakan kebohongan atau penipuan. Dengan demikian, penting bagi kita untuk meng-internalisasi dan meng-aktualisasikan kandungan surah Al-Ashr dalam kehidupan kita, terlebih dalam etika bermedia sosial.
Wallahu a’lam bishawab...


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar