Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

RESENSI NOVEL MERDEKA SEJAK HATI KARYA AHMAD FUADI

goodreads.com

Oleh : Neng Sumiyati

Infromasi buku 
Judul              :  Merdeka Sejak Hati
Penulis           :  Ahmad Fuadi
Penerbit         : PT Gramedia Pustaka Utama 
Genre             : Novel / Biografi
Edisi               : Cetakan pertama bulan Mei tahun 2019
Harga &ISBN : 99,000, 9786020622965
Halaman        : 363 hlm

Sinopsis 
Sejak kecil, Lafran Pane, anak piatu lasak dari kaki gunung Sibualbuali hanya ingin menemukan kemerdekaan dan cinta yang hilang. Tapi pencariannya ini nyaris membunuhnya secara ragawi, tapi terbangkitkan secara rohani.
Ikuti petualangan adik sastrawan Sanusi Pane dan Armijin Pane yang menunaikan misi hidupnya dan menemukan cintanya di bawah penjajahan Belanda dan Jepang. Dari tukang protes guru menjadi guru besar. Dari penjual es lilin menjadi pahlawan nasional.
Baginya merdeka itu ketika berani jujur dan sederhana di tengah riuh rendah dunia.
Baginya, merdeka itu sejak hati, Islam itu sejak nurani.

Ringkasan Cerita 
Lafren Pane dan keluarganya memiliki kategori istimewa sendiri yang menjadi faktor nama keluarga besar ini menjadi salah satu keluarga yang berjasa bagi negara dan agama. Munculnya HMI yang namanya kini kian harum dengan berbagai paradigma didalamnya, lahir dari seorang pemuda bernama Lafran Pane. Berangkat dari kebenciannya terhadap nasib diri dan negaranya, dia bangkit setelah melalui berbagai macam bentuk penyadaran. Bergabung dengan berbagai jenis manusia, kelompok membuat seorang Lafran Pane bangkit lebih berani dan menyuarakan diri sebagai pemuda sejati.

Dulu Lafran Pane pernah menyesal karena sikap ayah dan kakaknya yang terus memaksa masuk ke dalam ranah tujuan hidup mereka. Lafran hanya seorang anak yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu yang telah pergi mendahuluinya, kehadiran nenek menjadi pengobat hati dalam kesehariannya, namun kepergiannya juga cukup membuka luka lebar di hati Lafran, yang menjadikan dia pemuda tidak terarah dalam sangkar keluarga namun berakhir dengan pemuda yang terus berani melawan penjajah dengan ide briliannya. 

Review 
Novel ini benar-benar membuka cakrawala bagi siapa pun. Walaupun tidak semua pembaca bukan dari keluarga HMI sendiri. Namun yang terpenting dari semuanya, kita mampu meneladani kehidupan berharga Lafran Pane yang membuat namanya bersinar beserta keluarganya melalui keberanian dan keserderhanaan. Dari keluarga besar Lafran Pane juga kita dapat menyimpulkan antara agama dan ilmu pengetahuan harus selalu berdampingan, harus ada penyeimbangan diantara keduanya. 

Berlanjut di laman renungan dari Lafran Pane

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar