Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PENDIDIKAN PUASA


Oleh: Hariski Romadona

Pengertian puasa Ramadhan menurut syariat Islam adalah suatu amalan ibadah yang dilakukan dengan menahan diri dari segala sesuatu seperti makan, minum, perbuatan buruk maupun dari yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari yang disertai dengan niat karena Allah SWT, dengan syarat dan rukun tertentu. 

Puasa dalam Islam juga sering disebut shaum yang merupakan salah satu ibadah yang telah dicontohkan oleh Rosululloh SAW. Yang merupakan rukun islam ke 4. 

Pengertian puasa Ramadhan selain menjaga hawa nafsu, juga wajib dilakukan oleh umat Islam. Hal ini sudah dijelaskan dalam firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 183 yaitu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”
Jadi firman Allah SWT di atas menjelaskan bahwa melaksanakan puasa Ramadhan adalah wajib hukumnya, di mana hal tersebut adalah bentuk pertanggungjawaban manusia kepada penciptanya secara langsung serta kegiatan yang menyangkut hablum minallah.

Di antara pendidikan yang diberikan saat puasa yang dapat kita petik setidaknya ada 5 poin penting, di antaranya : 

Pertama, puasa mendidik kita untuk merasakan perasaan orang lain. Kita tidak dididik secara teori, apa itu lapar menurut bahasa,apa itu lapar menurut istilah, bagaimana bentuk lapar, bagaimana rasa lapar itu, tapi di bulan ramadhan ini langsung kita rasakan. Kalau saudara kita lapar kita lapar, maka beda lapar kita dengan lapar mereka. Lapar kita masih ada batas waktunya, nanti ketika adzan magrib kita akan makan,minum, dengan makanan yan nikmat, minum yang segar segar tapi saudara kita yang jauh disana tidaklah mungkin semuanya sama dengan kita. Mereka lapar mulai pagi, siang, malam, besoknya dan seterusnya. 

Maka dari itu islam mengajarkan “kamu belum beriman sampai engkau merasakan perasaan saudaramu”. Perasaan inilah yang dipupuk di saat bulan ramadhan. Dengan merasakan apa yang mereka rasakan maka kita akan lebih menghargai, menghargai sesama, mengharagaai makanan dan lainya. 

Kedua, puasa mendidik kita untuk konsisten terhadap waktu. Siapapun orangnya kalau sudah adzan berkumandang waktu fajar terbit, maka tidak boleh makan. Dimulai dari awal ramadhan hinga akhir ramadhan. Tidak lebih dari 30 hari dan tidak kurang dari 29 hari. Di dalam bulan ramadhan mak kita harus menghargai waktu, karena ramadhan ini hanya satu bulan dalam setahun. Maka dari itu kita harus menyusun jadwal kegiatan untuk meningkatkan ibadah pada Allah SWT. 

Ketiga, puasa mendidik kita penuh dengan kesabaran. Pada saat terik haus mulai terasa menyengat di tengorokan, emosi mulai naik, mau marah tapi kita situ dididik untuk bersabar. Kita harus sabar dalam segala hal. Ketika teman kita yang non muslim sedang makan maka kita harus bersabar untuk menunu ketika adzan buka. Ketika kita sedang dalam menghadapi masalah kita harus sabar. Dengan bersabar maka semuanya akan berjalan dengan baik baik saja. 

Keempat, puasa mendidik kita melawan hawa nafsu. Mata ingin melihat, telinga ingin mendengar, pikiran inin merenungkan segala sesuatu yang haram-haram. Maka pada saat itu kita lawan hawa nafsu kita, amarah kita, syahwat kita, padahal makananya halal, minumanya halal. Ketika kita sudah selesai di bulan ramadhan maka insya allah kita menahan dari segala yang diharamkan Allah.

Kelima, puasa mendidik kita  merasa dalam pengawasan Allah. Kita tidak diawasi oleh cctv atau yang lainya, tapi kita selalu di awasi Allah SWT. Dimanapun kita berada entah dalam ruangan atau diluar ruangan kita kan selalu diawasi oleh Allah. Untuk itu di dalam bulan ramadhan alaangkah baiknya kita beribadah tidak memikirkan pahala. Karena Allah itu selalu mengetahui apa yang kita lakukan, apa yang kita perbuat. 

Semoga kita dengan pendidikan yang diberikan bisa membuat kita menjadi manusia yang selalu mendekatkan diri pada Allah dan menjadi manusia selalu sabar, yang benar benar memegang teguh ajaran islam tanpa menjelekkkan agama lain.

Dikutip dari ceramah Ust. Abdul shomad, Lc. MA


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar