Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Pandanglah Realitas

Sumber :pegiatliterasi.com


Oleh: Bagus Isnu H

            Menjalani roda hidup yang bermacam liku, membuat kita selalu beradaptasi dengan lingkungan, dengan dunia dan beradaptasi antar sesama. Seperti kini yang kita jalani. Tetapi bukanlah perkara yang mudah untuk melakukan perihal tersebut, semua ada proses. Sering kita dapatkan sebuah asumsi dari berbagai persepsi menjelaskan pentingnya untuk meleburkan diri ke sebuah zona baru, tak lain juga dijelaskan mengenai semacam cara untuk memposisikan diri dalam menghadapi realita. dan itu semacam tawaran jalan saja, menggunakan atau tidaknya itu hak pribadi.

            Setiap dalam menjalani perubahan yang ada, terkadang kita lupa dengan konsep dasar dari hidup yaitu nilai-nilai kehidupan yang ada pada kepribadian seseorang. Jujur dalam bertutur, sopan dalam bertindak dan murah bersosial dan masih banyak lagi. Semua merupakan cerminan bagi pribadi seorang yang membuahkan penilaian dari perbagai pandangan. Jika menghasilkan nilai yang baik dapat dikatakan berarti sudah menjalankan poin tersebut dan jika menghasilkan nilai yang buruk maka berarti masih belum bisa mengemban dengan baik. Dan yang lebih ditekankan lagi, kita harus tahu-menahu bahwa hidup tidak ada yang sempurna dan hidup tidaklah butuh penilaian yang terpenting selalu berusaha.

            Penilaian memang tidak menjadi "utama" jika hanya bersifat menjatuhkan dan bahkan sebaliknya penilaian menjadi kebutuhan untuk selalu meningkatkan kualitas pribadi. Sering terjadi dalam menilai sesuatu kurangnya objektif hingga masih dirasa janggal. Dan terburuknya menilai yang tanpa didasari data yang ada, sehingga bicaranya tidak terarah dan menimbulkan fitnah. Maka sekiranya tidak tahu-menahu terhadap sosok yang akan dinilai, lebih baik diam dan lebih ditata lagi niat dari penilaian tersebut, apakah dapat membangun atau justru hanya menjatuhkan.

            Berbuat objektif tidak hanya untuk menilai akan tetapi berbicara pada sesama juga harus objektif dan tidak boleh asal, apalagi akan dimintai sebuah pendapat, seorang tersebut harus bersikap proporsional kepada objeknya. Terlebih dari itu semua kembali kepada penerima pendapat, bagaimana cara pandang dia dalam mengambil sebuah pernyataan atau argumentasi. Sebagai pembicara juga harus tetap dalam konsep yang ada yaitu berkata sesuai realita, sesuai bunyi pepatah arab "qulil haqqa walau kana murron". Bahwa setiap apapun kondisimu yang itu tidak akan menyakiti saudaramu tetaplah bertutur baik dan jujur. Nilai tersebut merupakan bagian dari kehidupan yang ringan dan simpel namun menjadi berat atau beban dalam action dari seseorang.

            Berbicara menjadi bagian penting sebab membawa dampak langsung bagi pendengar dan berpengaruh luar biasa. Maka sesuai dengan konsep apapun kondisimu hendaklah berkata dengan jujur dan juga baik,dengan begitu bagi setiap pembicara akan menjadikan dirinya sebagai pahlawan dan orang lain tidak dianggap sebagai korban pembohongan.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar