Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

JAGA GIZI SEIMBANG SAAT PUASA RAMADHAN

Oleh: Muflikhah Ulya

Ramadhan, bulan penuh rahmat dan ampunan itu menjadi suatu hal yang dinanti-nanti oleh seluruh umat muslim. Selama bulan ramadhan kita akan menjalankan ibadah puasa, menahan untuk tidak makan dan minum selama kurang lebih 12 sampai 13 jam dalam sehari. Puasa memiliki segudang manfaat jika kita melakukannya dengan baik dan benar sesuai tuntunan agama dan juga prosedur kesehatan, dan begitupun sebaliknya. Maka dari itu, agar kita dapat mendapat manfaat puasa serta tidak mengalami gangguan kesehatan, memperhatikan kandungan gizi dalam makanan merupakan salah satu hal yang penting untuk dilakukan. Berikut ini beberapa tips dalam menjalankan puasa.

  • Sahur dan berbuka puasa dengan porsi normal dan tidak berlebihan.

Sahur dan berbuka menjadi salah satu sumber utama energi tubuh sebelum kita menjalankan ibadah puasa. Meskipun demikian, bukan berarti saat sahur ataupun berbuka puasa kita harus makan dengan porsi yang besar. Makan berlebih saat sahur dan berbuka dapat menimbulkan beberapa ganggguan kesehatan seperti penyumbatan pembuluh darah, obesitas, kesulitan tidur, hipertensi, serta naiknya asam lambung. Dan tentu saja segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Kementrian kesehatan RI telah lama menggencarkan konsep “Isi Piringku” sebagai pedoman pemenuhan gizi seimbang. Dalam “Isi Piringku” dijelaskan aturan takaran makanan dengan porsi dan gizi yang seimbang segingga dapat memenuhi kebutuhan asupan nutrisi tubuh. “Isi Piringku” menjelaskan bahwasannya porsi ideal dalam satu kali makan adalah makanan pokok : 2/3 dari ½ piring, Lauk pauk : 1/3 dari ½ piring, Sayur : 2/3 dari ½ piring, buah : 1/3 dari ½ piring, Air Putih : 8 Gelas. Contoh satu piring menu sehat untuk porsi satu orang sesuai dengan pedoman “Isi Piringku” adalah 150 gr nasi atau setara dengan 3 centong nasi, 55 gr telur atau setara dengan 1 butir telur, 110 gr jeruk atau setara dengan 2 buah jeruk berukuran sedang, 150 gr sayuran atau setara dengan sayuran satu mangkok berukuran sedang.



  • Konsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks, protein serta serat yang cukup.

Untuk menjalankan aktivitas, tubuh membutuhkan energi yang bersumber dari nutrisi yang terkandung dalam makanan. Saat berpuasa, tubuh kita tidak akan menerima asupan makanan selama kurang lebih 13 jam. Maka dari itu, kita harus memastikan, selama berpuasa kebutuhan nutrisi dalam tubuh kita tercukupi. Nutrisi yang harus dipenuhi diantaranya adalah karbohidrat, protein dan juga serat. Karbohidrat merupakan sumber kalori yang menghasilan energi bagi tubuh. Beberapa contoh makanan dengan kandungan karbohidrat diantaranya adalah nasi, kentang, gandum, dan juga jagung. Sama halnya dengan karbohidrat, asupan protein juga sangat diperlukan. Protein berfungsi sebagai pembentuk berbagai enzim dan hormon, sehingga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjadi sumber energi. Beberapa contoh makanan dengan kandungan protein adalah kacang, susu, keju, dan juga daging. Selain itu, asupan serat juga sangat dibutuhkan. Serat berfungsi sebagai penyeimbang kadar gula darah dalam tubuh, penjaga berat badan agar tetap stabil, menurunkan kolesterol serta melancarkan pergerakan usus. Kandungan serat dalam makanan paling banyak ditemukan dalam sayur dan buah-buahan. 



  • Membatasi konsumsi makanan manis ataupun asin

Kurangi konsumsi makanan yang terlalu manis ataupun asin. Kandungan gula ataupun garam yang tinggi dapat mengikat atau menarik cairan, sehingga sel-sel yang ada dalam tubuh kita akan mengalami kekurangan cairan dan menyebabkan dehidrasi. Ketika cairan tubuh banyak yang terbuang, maka resiko dehidrasi akan semakin meningkat. 



  • Minum air yang cukup

80% tubuh manusia terdiri dari air. Maka dari itu mencukupi kebutuhan asupan cairan bagi tubuh saat berpuasa menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Setidaknya kita harus mengkonsumsi 2 liter atau setara dengan 8 gelas air dalam sehari. Untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, kita dapat mencoba menerapkan pola minum satu-satu. Yakni minum 1 gelas air putih saat bagun sahur, 1 gelas setelah makan sahur, 1 gelas saat adzan maghrib, 1 gelas setelah shalat maghrib, 1 gelas setelah berbuka puasa, 1 gelas sebelum shalat isya’, 1 gelas setelah shalat tarawih, dan 1 gelas sebelum tidur. Dengan catatan satu gelas berisi 250 ml

 

15 April 2021

   Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

1 komentar: