Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

ALL ABOUT HANNA 4


Oleh: Nurmiati Habib


Sidang Akhir

            Semester akhir ini memang menguras waktu dan pikiran bagi sipapun yang sedang menempuh pendidikan menuju sidang. Perpustakaan menjadi tempat ternyaman untuk mencari referensi, searching journal dan tentunya wi-fi kampus yang sangat dibutuhkan mahasiswa. Fakultas menjadi tempat mondar-mandir untuk mencari kepastian dari dosen pembimbing. Itupun yang dilakukan Hanna dan Sania setiap harinya karena memang mereka ingin mengejar sidang pertama kali angkatan mereka. “Kita harus semangat” (kata Sania). Setelah konsultasi dengan dosen pembimbing dan revisi secara berkali-kali, akhirnya Hanna dan Sania bisa mendaftarkan sidang akhir skripsi, tentu sebelumnya sudah melewati ujian proposal, ujian komprehensif, dan seminar hasil dan akhirnya sampai pada ujian penentu yakni sidang akhir skripsi.

            Malam hari sebelum esok hari sidang, Hanna dan Sania memutuskan untuk menginap bersama di kos Sania. Semalaman mereka mempersiapkan semuanya tanpa lupa meminta doa kepada orang tua masing-masing.

“Assalamualaikum Ibu Bapak”

“Waalaikumsalam nduk, gimana kabarmu nduk? Ibu bapak alhamdulillah sehat”

“Hanna sehat bu, Iya pak bu Hanna mau minta doanya besok Hanna akan sidang akhir kuliah Hanna semoga dilancarkan”

“Alhamdulillah akhirnya sidang nduk, semoga semuanya lancar dengan dosen pembimbing yang baik-baik dan nilai yang memuaskan”

“Amiin, udah ya pak bu Hanna mau belajar dulu untuk besok, sekali lagi Hanna minta doa dari Bapak dan Ibu. Wassalamualaikum”

“Waalaikumsalam, alhamdulillah ya pak, anak kita sudah selesai kuliahnya, ibu sedih dengan perjuangan Hanna untuk sekolah lebih tinggi dari teman-temannya"

            Pukul delapan tepat sidang akan dimulai. Hanna dan Sania sudah siap semua dengan baju yang terpakai ramah tanpa lupa jam di pergelangan tangan. Mereka berdua di ruangan yang berbeda di waktu yang bersamaan. Sebelum memasuki ruangan Hanna tidak lupa sholawat dalam hati untuk mengurangi rasa gerogi sebelum sidang. Memasuki ruangan dengan suasana yang sepertinya tegang, Hanna memulai dengan kata salam dan dilanjutkan dengan presentasi skripsinya secara lancar ditambah Hanna mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dari dosen penguji dengan jawaban yang sangat memuaskan. Semua penguji pun puas dengan sidang Hanna hari ini. Setelah selesai Hanna pun keluar ruangan dan sujud syukur di sana, sampai menjadi pusat perhatian mahasiswa lainnya. Setelah Hanna, kemudian disusul dengan Sania setelahnya.

“Alhamdulillah, kita bisa lulus bareng ya Han, gak sia-sia lo nasehatin gwe setiap hari ..makasih ya Han”

“Itu gunanya sahabat, selalu membangun semangat untuk hal-hal baik”

            Setelah selesai semua administrasi dengan segala hal yang harus di urus. Akhirnya mereka mendaftar wisuda secara bersama. Selama menunggu wisuda Hanna tetap menyibukkan dirinya dengan kegiatan-kegiatan positif dan menghasilkan uang. Sampai hari-H wisuda di gelar, akhirnya Hanna menangis haru ketika namanya dipanggil sebagai mahasiswa terbaik dari jurusannya. Ia menangis dipelukan kedua orang tuanya sembari berterima kasih karena selalu mendoakan Hanna dalam segala hal. “Alhamdulillah ya Allah, kau berikan kemudahan hamba dalam segala hal, akhirnya hamba bisa menyelesaikan pendidikan tanpa harus menjadi beban orang tua. Terima kasih atas segala nikmatmu” (gumam Hanna dalam hati di tengah keramaian acara wisuda).

 Tamat



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar