Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

YANG KAMI SEBUT ABI


Oleh: Siti Fathimatuz Zahro'

 

Terseok kaki lusuh ku ketika tampak bangunan putih gading seberang jalan

Bangunan baru syarat sejarah

Disana lah awal mula kata 'mahasiswa' menjadi 'santri'

Pagar hitam menganga menyambut sebuah kedatangan

'ada apa gerangan?' saat kau sebut kami untuk memenuhi undangan

Salam ku menyeruak sepi

Derap langkah tergesa menyesak daun pintu

Sebentar lagi obrolan akan bertemu

Remangan lampu dalam berpendar klasik

Seolah mengisyaratkan bahwa obrolan ini akan berlangsung lama

Kau tak pernah tersenyum menyambut kami

Sekedar melirik pun tidak

Namun........

Rekahan tertawa renyah

Lambaian tangan terbuka

Serta tatapan berbinar yang menyambut langkah pertama kami saat menginjak ubin istana mu

Ku ulaskan segala keluh kesah

Ku gantungkan semua kebimbangan

Ku usaikan dengan berbagai pertanyaan

namun apa?

Kau sambut semua itu dengan tawa

Seolah itu adalah hal yang biasa

Lisan mu tak pernah menuntut kami

Susunan kosa kata syarat makna selalu Membuat kami berpikir sekian kali

Menerjemahkan apa yang ingin kau sampaikan

Tidak mu seolah mengizinkan

Namun hati mu berat untuk membuka tangan

Lambaian tangan mu selalu terbuka

Mempersilahkan apa yang menjadi keinginan untuk tetap diwujudkan

Maaf jika selimut shubuh lebih hangat

Ranjang tak berkaki membuat kami tak kuasa berdiri

Lantunan Qunut tak membuat kami seolah tertuntut

Sejatinya itu murni karena Qiyamullail yang terlewat lama

Atau kami yang selalu haus petuah-petuah dari mu



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar