Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

TERTULIS BERANTAKAN


Oleh : Ilman Mahbubillah

Aku tak ingin memungut doa dari siapa pun. Memetik mawarnya malam untuk tubuhku sendiri. Menyelipkannya di telinga, agar ia tumbuh di kepala walau berduri.

Aku tak ingin mencumbu senja, berlari pada sinar mentari yang hendak tenggelam. Yang serat-serat cahayanya tetap bersinar walaupun redup bak tuanya temaram.

Aku tak ingin menakar duka, kisah yang lahir dari riuh gemuruh yang kemudian meruntuhkan pundakku. Pecah kembali laraku, tumpah sudah harapku.

Malam itu, lewat sorotmu aku malu karena keruhku. Tiada sinar yang seharusnya kau mau, melepas kasih yang harusnya masih bisa kuramu.

Aku bertelanjang kaki berdarah dan membusuk, berlari berteriak menuju sabdamu. Berlelah memikul mayatku yang beku, berlayar mengarung jauh ke arahmu.

Di saku celana ini tetap menggenang air mata, kain-kain lembutnya meredam semua amukan yang sempat meronta. Tapi beginilah hidup, tak satu pun pernah luput mengalami derita.

Daun dan tangkainya, melepaskan aksara yang tercatat tanpa sedikit pun cacat. Di balik sela angkasa, sesosok mata mengintip, mengutip indah pesan tuhan, disampaikan pada senyum yang pucat.

Di bawah bumi yang kasar, di atas langit yang lembut menggumpal. Di ruang perbedaan itu melantunkan lagu-lagu yang kaku, di antara rendah yang tak meninggi, kita tumbuh menjadi ambigu.

Mawar tetaplah mawar, kelak durinya menyadarkan arti semua lembar yang tertulis berantakan. Kita kembali pada sangkar dan menikmati sedikit jingga dan awan yang berpelukan dengan hujan.

Biar semua bahagia kembali, memilih surga sendiri. Kembali pada indah ocehan burung merpati, kepada hujan yang tak kunjung berhenti, juga pada Tuhan yang berbaik hati.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar