Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

SURAT UNTUK MAHASISWA BARU


Oleh: Siti Rahmatillah 

        Kalau mau tau definisi kata "mahasiswa" bisa temen-temen searching di prof google, sederhananya maha itu tinggi siswa itu pelajar, jadi mahasiswa itu seorang pelajar yang sedang belajar di tingkat yang tinggi, oleh karena itu, tempat belajarnya disebut perguruan tinggi. Dan pelajar yang belajar di dalamnya disebut "mahasiswa".

        Sekilas kisah menjadi Mahasiswa, dunia Mahasiswa itu asyik, seru penuh drama, pahit manis. Bagi temen-temen yang sedang bahagia dengan kelulusan SNMPTN-nya tetap semangat ya, perjalanan masih panjang. Alhamdulillah pintu perjalanan kalian lebih dulu terbuka. Semangat berjuang ya, dan untuk temen-temen yang sedang menunggu jalur SBMPTN, UM-PTKIN, SPAN-PTKIN tetap semangat juga. Kalian belum waktunya untuk berjalan, jalan perjuangan kalian itu sama, hanya saja melewati jalur yang berbeda. Iya itu tadi ada yang lewat SN, SB, SPAN, UM, atau MANDIRI. Semua punya kisah indahnya masing-masing.

        Ok, cuman mau saran aja, ketika kamu nanti resmi menjadi Mahasiswa harus tetap dijaga semangatnya, dari awal masuk sampe akhir. Karena kunci menjadi mahasiswa yang sukses itu adalah karena rajinnya. Bukan karena cerdasnya atau karena pinternya. Kenapa kok gini?? Karena saat menjadi mahasiswa nanti kita akan dihadapkan dengan emosional sebagai anak muda, godaan dengan dunia nyaman, mood atau problematika akademik entah itu tugas yang numpuk, tidak bersahabat dengan dosen (dosen killer) atau keadaan finansial yang tidak bersahabat. 

        Tidak mudah memisahkan masalah pribadi dan akademik, tapi di sinilah kedewasaan berpikir dimulai. Lebih rumit lagi ketika temen-temen berhadapan langsung dengan dunia kerja nanti, sebelum semua terjadi secara tiba-tiba lewat menjadi mahasiswa kita harus terbiasa. Cuman satu, harus tetap dijaga semangatnya, dan yang paling penting adalah kesehatannya di jaga. Karena selama menjadi mahasiswa kesehatan adalah hal yang paling mahal apalagi jauh dari orang tua, dosen tidak mau tau kita di Rumah Sakit atau izin tidak masuk kelas karena sakit, atau tidak bisa mengerjakan tugas karena sakit, itu sama sekali dosen tidak peduli. Hanya kamu sendiri yang bertanggungjawab atas apa yang sedang kamu rasakan. Orang tua hanya bisa bantu doa, selebihnya kamu yang mengubahnya dengan berusaha sebaik-baiknya.

         Dan menjadi mahasiswa jangan membatasi diri untuk mengembangkan diri. Selama menjadi mahasiswa kalian akan menemukan orang baru, dunia baru atau lingkungan baru. Dan di situlah kalian harus nyadar betapa pentingnya memasuki ruang-ruang yang baru. Tentu ruang yang positif ya seperti komunitas yang kalian sukai, organisasi, kegiatan kemahasiswaan lainnya atau menjadi Volunteer di program pengabdian, lewat dunia inilah kalian akan benar-benar merasakan bedanya mahasiswa dengan yang lainnya.

        Menjadi mahasiswa jangan apatis, harus peka dengan lingkungan sekitar, harus sukses kuliah dan sukses organisasi. Jangan mengira kalo organisasi itu akan merusak kuliah, justru dengan organisasi kalian akan mempelajari banyak hal, bukan lagi sekedar tumpukan materi yang kalian dapatkan, tetapi di sinilah kalian akan mengasah kemampuan kalian, mengetahui passion atau bisa melatih dan mengembangkan pola pikir kalian.

        Kalau di kelas perkuliahan kalian hanya memikirkan sebatas dan seputar materi itu aja, Klo di organisasi kalian akan benar-benar menghadapi kenyataan tentang arti berpikir. Tapi tetap ingat ya, apapun bentuknya tetap kuliah yang harus diprioritaskan, kuliah itu wajib organisasi itu Sunnah. Dan definisi menjadi mahasiswa yang ideal dan berhasil adalah ketika dia mampu mengatur waktu akademiknya dan non akademiknya. Semangat ya, dijaga kesehatannya dan tetap kuat! Malas adalah musuh terbesar bagi Mahasiswanya. 

         Kunci dapat nilai A adalah semangat, rajin, dan aktif. Bila perlu ikuti program penelitian bersama dosen. Pokoknya manfaatkan setiap ruang positif yang disediakan oleh dunia kampus. Dan jurus biar nggak males, ingat lelahnya orang tua dalam memenuhi kebutuhan dan harapannya yang selalu diingatkan ke kita "belajar yang giat ya nak".  Sesibuk apapun dengan kegiatan non akademik tetap akademik yang jadi prioritas, jangan dianggap sepele, karena selembar ijazah itu adalah cermin dari perkuliahan.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar