Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

SUATU PAGI DI TERAS RUMAH

Nur Sholikhah


Suatu saat nanti di pagi hari

Kau duduk di sebelahku dengan secangkir kopi

Di teras depan rumah tanpa kursi-kursi

Memandang bunga-bunga bermekaran yang sengaja kutanam

Agar kupu warna-warni tak segan bertandang

 

Aku dan kau bercengkrama mengumbar kata-kata

Kau ceritakan betapa hari kerjamu membosankan

Kukisahkan betapa cerita fiksiku berantakan

Kita sama-sama mengadu

Mengurai dan mencari celah untuk tidak bersiteru

 

Kau bilang bahwa kita masih punya Tuhan

Kubalas bahwa hidup memang penuh kejutan

Lalu kita sama-sama tertawa

Sadar kita hanya manusia biasa dengan sejuta perkara

 

Dan secangkir kopimu telah tandas

Menyisakan ampas hitam di dasar gelas

Begitupun keluh kesahmu dan pengaduanku

Selesai terungkap menyeluruh tanpa kaku

 

Lalu aku berkata dengan mataku yang menyala

"Aku bahagia Tuhan memberiku rumah, tempat untuk pulang menepis luka-luka"

"Aku bahagia Tuhan memberiku rasa cinta, karena dengan cinta aku bisa menemukan kebaikan di mana-mana"

Dan kau pun tersenyum sangat sederhana

Sesederhana aku mengingat Tuhan dalam dirimu yang tak sempurna

Kini aku percaya perkataan Rumi bahwa cintalah yang menerangkan dirinya sendiri

Terima kasih orang baik,

Terima kasih Tuhan atas nikmat yang setiap hari bisa kupetik

 



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar